Hilang Kontak 28 Tahun di Saudi, Nenek Terima Gaji Rp266 juta
*Natalia Santi*, CNN Indonesia | Rabu, 02/05/2018 08:09 WIB
Bagikan :
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180502074901-120-295002/hilang-kontak-28-tahun-di-saudi-nenek-terima-gaji-rp266-juta#>

<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180502074901-120-295002/hilang-kontak-28-tahun-di-saudi-nenek-terima-gaji-rp266-juta#>

<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180502074901-120-295002/hilang-kontak-28-tahun-di-saudi-nenek-terima-gaji-rp266-juta#>
[image: Hilang Kontak 28 Tahun di Saudi, Nenek Terima Gaji Rp266 juta]Dubes
RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel (paling kanan) menyaksikan
penyerahan gaji nenek Qibtiyah disaksikan Dubes Arab Saudi untuk Indonesia
Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi (tengah) di KBRI Riyadh, Minggu
(29/4). (Dok. KBRI Riyadh)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nenek Jumanti alias Qibtiyah, 74 tahun, warga
*Indonesia* <https://www.cnnindonesia.com/tag/indonesia> yang hilang kontak
selama 28 tahun di *Arab Saudi*
<https://www.cnnindonesia.com/tag/arab-saudi> menerima gajinya sebelum
dipulangkan ke Indonesia. Gaji sebesar 76 ribu riyal (sekitar Rp266 juta)
diserahkan keponakan majikan Kpaten Ibrahim Muhammad disaksikan Duta Besar
RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dan Dubes Arab Saudi untuk
Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi di KBRI Riyadh, Minggu
(29/4).

Nenek Jumanti alias Qibtiyah bisa ditemukan oleh Tim Perlindungan WNI KBRI
Riyadh setelah mendapatkan bantuan dari Pangeran Faisal bin Bandar bin
Abdulaziz Al Saud, keponakan Raja Salman yang juga menjabat Gubernur Riyadh.

"Dalam pertemuan tersebut Kapten Ibrahim mengatakan bahwa Nenek Qibtiyah
sudah dia anggap seperti ibunya sendiri dan keluarganya akan merasa
kehilangan jika Qibtiyah, yang disapa keluarga majikan sebagan Nenek
Jumanah, pulang ke Indonesia," kata Dubes Agus Maftuh kepada
*CNNIndonesia.com*, Selasa (1/5).


Adapun Dubes Osama, sempat bertanya dalam bahasa Arab kepada Qibtiyah.
"Apakah ingin tinggal terus di Saudi atau pulang ke Indonesia?"

Dengan malu-malu Qibtiyah menjawab, "Tiggal di Saudi juga bagus, pulang ke
Indonesia juga bagus."

Jawaban sang Nenek yang sudah mulai pelupa tersebut ini mengundang tawa
semua yang hadir di ruangan kerja Dubes RI untuk Arab Saudi di Riyadh.

Dubes Al Shuaibi menyatakan dirinya akan melakukan penjemputan khusus di
Bandar Soetta di Jakarta dan mengingatkan Agus Maftuh untuk memberitahu
jadwal kepulangan Qibtiyah kepadanya.

Dubes Agus Maftuh bersama jajaran KBRI Riyadh sedang mengupayakan izin
keluar (*exit permit*) untuk pemulangan Qibtiyah dari Kementerian Luar
Negeri, Kementerian Dalam Negeri dan pihak imigrasi Arab Saudi karena sudah
hampir 30 tahun, dia tidak memiliki izin tinggal.

PILIHAN REDAKSI

   - Ratusan WNI Tinggal di Najran, Daerah Saudi Rawan Rudal Yaman
   
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180422225916-120-292699/ratusan-wni-tinggal-di-najran-daerah-saudi-rawan-rudal-yaman/>
   - Staf Menko Puan Wafat Saat Salat Maghrib di Masjidil Haram
   
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180425135011-120-293410/staf-menko-puan-wafat-saat-salat-maghrib-di-masjidil-haram/>
   - Saudi Beri Akses Dua Putri Presiden RI Mencium Hajar Aswad
   
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180428165920-120-294370/saudi-beri-akses-dua-putri-presiden-ri-mencium-hajar-aswad/>

Selain memberikan hak-hak Qibtiyah, kedua dubes juga membahas tentang
program kemudahan bagi jemaah haji Indonesia. Terutama terkait data base
integrasi biometrik yang akan diberlakukan pada musim haji tahun ini, guna
mempercepat proses imigrasi.

"Jika program ini berhasil maka proses antrean di Bandara Jeddah dan
Madinah akan lancar tanpa antrean panjang," kata Dubes Agus Maftuh.

Kedua dubes juga berjanji untuk menguatkan poros bilateral Saunesia
(Saudi-Indonesia) dengan saling berkunjung saat berada di Jakarta atau
Riyadh. "Silaturahim diplomatik ini sangat penting untuk mencari solusi
permasalahan kemitraan strategis di antara kedua negara besar ini," kata
Agus Maftuh.

"Kami berdua sering mendeklarasikan dengan jargon 'Nahnu Sufara'u
Saunesia', kami adalah para dubes Saunesia."

"Meski dengan latar belakang berbeda, beliau berlatar belakang militer dan
intelijen dan saya dari kampus yang sering meneliti kawasan Timur Tengah,
saya dan Dubes Osama merajut perbedaan tersebut dengan rajutan diplomatik."

"Ada satu irisan takdir aneh yang membuat kami bersaudara yaitu kami
memiliki istri dan mertua dengan nama yang sama," kata Dubes Agus Maftuh.

Sepanjang 2016, KBRI Riyadh berhasil menyelamatkan gaji ekspatriat
Indonesia di Arab Saudi sebesar Rp30 miliar. Pada 2017, jumlah gaji WNI
yang berhasil ditagih ke majikan mencapai angka Rp40 miliar. *(nat)*

Kirim email ke