Mengapa Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi turut serta memperingati May 
Day bersdama dengan FPR? Di bawah ini alasannya.



Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Siap Memperingati Hari Buruh 
Internasional 2018 Bersama Gerakan Buruh Dan Gerakan Rakyat Lainnya
 April 25, 2018 supel  0 CommentsPeringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 
Mendatang akan Di Peringati Oleh  Organisasi atau Serikat Buruh Dan  
Organisasi-organisasi sektor lainnya, begitupun organisasi Mahasiswa yang 
tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Siap Peringati 
Hari Buruh Internasional dengan menggelar Demonstrasi Serentak secara 
Nasional.Peringatan hari buruh Internasional tidak hanya akan diperingati oleh 
kaum buruh saja, LMND secara Nasional telah menyerukan kepada Internal 
Organisasi Dan mengeluarkan seruan terbuka menyatakan kesiapannya untuk 
terlibat dalam peringatan hari buruh Internasional yang jatuh pada tanggal 1 
Mei mendatang.Raden selaku Ketua Umum LMND menyampaikan, “Mahasiswa yang 
tergabung dalam LMND beserta jaringannya akan menggelar aksi demonstrasi di 
setiap daerah. Diantaranya di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, 
Bali, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur Dan 
Maluku Utara”, ungkapnya.Lebih lanjut Raden mengatakan, “aksi yang akan digelar 
oleh LMND akan terpusat di Jakarta Dan melibatkan LMND Banten, Dan tergabung 
dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) yang akan melakukan aksi serentak di 22 
Propinsi 36 kota/kabupaten dan di Hongkong”.“Bukan Kali pertama bagi LMND 
terlibat dalam Hari Buruh Internasional, pasalnya LMND menyadari, bahwa tugas 
dari pemuda Mahasiswa adalah belajar. Belajar dari persoalan-persoalan rakyat 
sehingga persoalan-persoalan rakyat dijadikan bahan study yang llmiah untuk 
bersama-sama mencari jalan keluar atas situasi tersebut. Sehingga LMND 
meletakan persoalan rakyat sebagai Program Perjuangan LMND”, 
tamabahnya.Kemudian Raden menegaskan “Tidak ada yang dapat membantah untuk 
terlibat didalam Mayday. Terkhusus disituasi semakin merosot dan beban derita 
berkepanjangan kehidupan rakyat akibat krisis Internasional dan dalam Negeri 
yang terus menerus ditanggung oleh rakyat Indonesia. Ditambah lagi secara 
khusus menjelang pilkada dan pemilu 2019, akan semakin banyak calon-calon 
Eksekutif maupun Legislatif memberikan tipu muslihat dan ilusi akan 
perubahan”.Bagi LMND, dalam Perjuangan Mayday, Mahasiswa bukan hanya sebatas 
bersolidaritas, tetapi terlibat bersama dalam Perjuangan, Karena permasalahan 
yang diterima Oleh Mahasiswa terdapat hubungan yang tidak terputus atas 
permasalahan klas Buruh Dan Kaum tani.  Terutama semakin masifnya monopoli 
Lahan akibat perampasan lahan melalui segala skema Kebijakan membuat Kaum tani 
Di pedesaan kehilangan akses produksi, yang membuat pemuda Di desa tidak dapat 
mengenyam pendidikan yang disebabkan selalu meningkatnya biaya pendidikan. 
Begitupun kebijakan politik upah murah yang tidak bisa dilepaskan Dari 
banyaknya pemuda putus sekolah. Selain itu, lulusan-lulusan Mahasiswa tidak 
memiliki harapan memiliki Upah layak dan jaminan pekerjaan setelah Rezim 
Jokowi-JK melanjutkan Pemerintahan-pemerintahan sebelumnya dengan menetapkan 
sederet Kebijakan seperti PP 78 yang membatasi kenaikan upah, diberlakukannya 
upah sektoral, tidak meratanya sistem pengupahan setiap daerah, sistem kerja 
Kontrak, Outsourcing, Dan Pemagangan. Begitupun serentetan Kebijakan lainnya 
yang menurut Jokowi sebagai jawaban atas perbaikan keadaan.Selain itu, problem 
lainnya dari pemuda Mahasiswa adalah tidak tersedianya lapangan pekerjaan yang 
tidak sebanding dengan angka kelulusan setiap tahunya, belum lagi angka putus 
sekolah yang disebabkan kenaikan biaya pendidikan setiap tahunnya membuat 
pendidikan tidak bisa diakses oleh semua orang. Ditambah lagi, bagaimana 
pendidikan tidak diorientasikan pada kemajuan Bangsa, dengan menjauhkan 
persoalan rakyat dari pembelajaran didalam kampus, begitupun mengenai kebebasan 
secara demokratis, Mahasiswa dilarang berorganisasi dan melakukan agenda-agenda 
ilmiah dalam kampus sehingga Sangat jelas orientasi dunia pendidikan Di 
Indonesia bukan untuk menunjang kebutuhan sosial-produksi melainkan orientasi 
menjadi pekerja dan siap diupah murah .Raden pun mengatakan, “momentum 
peringatan hari buruh internasional haruslah diperguankan secara baik bagi 
gerakan mahasiswa di Indonesia untuk mengkampanyekan pentingnya untuk memajukan 
perjuangan pendidikan gratis, ilmiah Dan demokratis serta mengabdi kepada 
rakyat sebagai perlawanan terhadap program pendidikan yang sedang dijalankan 
oleh pemerintah. Peringatan hari buruh penting untuk mengangkat isu 
keterkaitannya Pendidikan, Reforma Agraria Sejati dan industrialisasi. Karena 
itu semua satu kesatuan yang tidak bisa diputuskan untuk merubah keadaan 
Indonesia.” tambahnya.“Gerakan buruh Indonesia agar terus memperkuat persatuan 
rakyat dan tidak meninggalkan Perjuangan reforma agraria sejati di Indonesia, 
Karena tanpa penghapusan monopoli tanah mustahil politik upah murah dapat di 
selesaikan, tanpa menghancurkan monopoli tanah mustahil pembangunan 
Industrialisasi Nasional dapat diwujudkan di Indonesia. Begitupun mengenai 
pendidikan yang ilmiah, demokratis dan mengabdi kepada rakyat sebagai 
pengembangan dan penunjang dari terlaksananya Reforma Agraria sejati dan 
Industrialisasi Nasional” tutupnya. Jayalah Perjuangan Rakyat Indonesia. Klas 
Buruh Indonesia, Pemimpin PembebasanKaum Tani Indonesia, Soko Guru 
PembebasanPemuda-mahasiswa Berjuang Bersama rakyatPerempuan Indonesia, Bangkit 
Melawan Penindasan. NarahubungSekretariatan EN LMND : 0857-1422-8354 (Andra 
Mulya)

Kirim email ke