_*Sharing & Sebar Luas*_

_*PERNYATAAN MENKO MARITIM LUHUT BINSAR PANJAITAN*_

Saya senang membaca banyak komentar di fb ini, baik yang positif maupun
kadang negatif terhadap pemerintahan sekarang. Tentu semua komentar
merupakan masukan yang baik untuk mendukung pemerintahan dan kemajuan NKRI
yang kita cintai bersama.

Pada kesempatan ini ijinkan saya berbagi kepada Anda sekalian tentang apa
yang sedang terjadi di pemerintahan. Saya berharap penjelasan ini paling
tidak dapat memberikan sedikit gambaran terhadap apa yang kami lakukan.

Banyak nada-nada negatif tentang pemerintahan ini misalnya mengenai tenaga
kerja asing (Tiongkok) ideologi komunisme, penguasaan sumber daya alam
Indonesia, investasi Tiongkok yang berlebihan di Indonesia, serbuan orang
Tiongkok yang masuk illegal di Indonesia, dsb.

Semua permasalahan tersebut kami amati dengan cermat. Saya dapat meyakinkan
teman-teman sekalian karena saya telah menggunakan wewenang yang
diamanahkan kepada saya, untuk memeriksa langsbbung kebenarannya di
lapangan.

Sebagai Menko, saya memiliki dan menggunakan berbagai instrumen untuk
melakukan pengecekan terhadap setiap analisa-analisa atau pendapat-pendapat
yang beredar di masyarakat. Saya sudah mengirimkan tim khusus untuk terjun
langsung ke tempat masalah. Saya juga berkomunikasi dengan beberapa Kapolda
terkait, selain juga melakukan pengecekan kepada BIN. Dalam hal tertentu,
bahkan saya sendiri yang melakukan pengecekan ke lapangan.

Dari semua rangkaian pemeriksaan tersebut, kami tidak menemukan bukti-bukti
yang membenarkan isu-isu negatif yang saya sebutkan di bagian awal
penjelasan ini. Sehingga dapat kami simpulkan bahwa sebagian besar isu-isu
negatif tersebut, sangatlah tidak benar.

Saya menyadari bahwa pemerintah tentu tidak juga 100% benar dalam segala
hal. Dalam memimpin dan melaksanakan proses pembangunan ini tentulah masih
ada kekurangan di sana-sini. Maka dari itu, masukan dari teman-teman
sekalian tetaplah kami butuhkan. Tapi tentu semua masukan dapat kita
sampaikan dengan arif dan bijaksana, karena kita tumbuh dewasa dengan
didikan untuk melaksanakan tugas dengan tetap menjaga kehormatan korps.

Saya sendiri bersedia menerima dan mem-fasilitasinya. Bila teman-teman
sekalian menemukan hal-hal yang dirasa aneh yang terjadi diluar, maka
silakan langsung menghubungi saya.

Saya juga ingin membagikan kepada teman-teman tentang Presiden Jokowi yang
saya kenal sejak lebih dari 10 tahun yang lalu. Saya sendiri menyaksikan
bahwa Beliau tidak berubah, masih tetap dengan hidupnya yang sederhana.

🔴 Saya bisa memastikan, baik anak dan istri beliau tidak terlibat bisnis
dan kedudukan apapun di pemerintahan. Beliau berani membuat keputusan dan
berani bertanggung jawab. Beliau bekerja keras, mulai dari tataran makro
sampai detail, dengan tetap melakukan pengecekan. Itulah yang mendorong
saya untuk bekerja secara keras membantu Beliau, karena saya percaya akan
membawa kebaikan untuk NKRI yang kita sama-sama impikan.

Saya mungkin salah satu perwira yang beruntung memiliki cukup banyak
pengalaman di pemerintahan. Pengalaman ini membuat saya dapat
membanding-bandingkan beberapa model kepemimpinan, dengan tidak maksud
menjelekkan siapapun. Tetapi saya lihat pemerintahan saat ini memiliki
peluang yang sangat besar membawa Indonesia menjadi negara yang maju.

Saya percaya dan senang bahwa teman-teman sampai saat ini masih memberikan
perhatian yang begitu besar untuk kemajuan NKRI, yang sudah kita bela dan
jaga dengan segenap jiwa dan nyawa, sejak kita dulu sebagai perwira
mengucapkan sumpah kita untuk tetap setia terhadap NKRI.

Sekarang pada usia yang beranjak senja ini, saya mengajak kita semua untuk
sekali-sekali menengok ke masa lalu, dimana kita beberapa puluh tahun lalu
berada di lembah Tidar, mengucapkan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dengan
penuh semangat, kesadaran bahwa itu yang terbaik utk menjaga NKRI. Saya
percaya, jiwa itu masih hidup di relung hati kita yang paling dalam. Karena
*old soldiers never die, they just fade away!*

Sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo mulai berjalan tampaknya negara ini
sudah sangat maju dalam berdemokrasi, berbagai pihak kembali saling
berjabat tangan seakan-akan menandakan rivalitas di negara ini sudah
berakhir, jabat tangan antara pemerintahan baru dan pemerintahan lama
merupakan penyerahan estafet pemberian tugas dari pemerintahan SBY selama
10 tahun kepada pemerintahan baru Presiden Joko Widodo.

Banyak masyarakat tidak menyadari bahwa sejak awal pemerintahan Presiden
Joko Widodo bergulir ada pihak-pihak yang selalu mengganggu pemerintahan
ini membangun negara ini, hal ini dibuktikan dengan adanya pihak-pihak yang
menjaga panasnya "bara" dihati pendukung pihak yang sakit hati.

Berbagai gangguan-gangguan itu selalu diluncurkan agar menutup mata
masyarakat akan prestasi-prestasi pemerintah dalam membawa negara ini untuk
lebih baik.

*Upaya-upaya pengganggu ini nyata dan bergerak senyap,* para pengganggu
tampaknya sudah tidak sabar lagi untuk muncul ke permukaan dan
menggulingkan pemerintahan Joko Widodo, menunggu sampai waktu 5 tahun
adalah waktu yang sangat lama bagi mereka.

Nasib baik sedang berpihak pada mereka, ada jalan masuk untuk mereka untuk
beraksi di dunia nyata, kasus Ahok adalah jalan mulus yang akan membawa
mereka untuk merealisasikan niat-niat jahat makar, Ahok bukanlah tujuan
utama mereka karena target besar mereka adalah melengserkan Joko Widodo,
hal ini bisa kita lihat dengan kasat mata.

Gagal Kudeta 4 November dilanjutkan 25 November.

Sakit hati karena upaya penggulingan pada 4 November lalu membuat
pihak-pihak yang sudah merencanakan makar semakin sakit hati, tak
tanggung-tanggung pihak ini rela merogoh kantong lebih dalam untuk suplai
dana lebih besar agar Aksi pura-pura damai bisa sukses menggulingkan
pemerintahan saat ini.

🔴 Lalu Siapa Pihak Yang Berniat Melengserkan Jokowi?

*🔴 ADA 3b KELOMPOK* *yang sangat ingin menggulingkan b Joko Widodo, adapun
pihak-pihak tersebut adalah:*

*🔼1. Pihak-Pihak Yang Takut Terjerat Hukum*

Seperti kita ketahui, pemerintah Jokowi melakukan bersih-bersih sembari
menggencarkan pembangunan di Negara ini, dalam upaya bersih-bersih tersebut
banyak orang-orang yang merasa terancam akan terjerat hukum karena mereka
sudah berbuat jahat di masa lalu, mereka yang dengan rakus menghisap dana
negara dengan berbagai trik untuk menumpuk kekayaan.

Manuver Jokowi membuat pihak-pihak berdosa tersebut ketar-ketir, mereka
membangun koalisi jahat dan rela memberikan suplai dana besar-besaran untuk
berdemo  menggulingkan pemerintahan Jokowi, hanya dengan menggulingkan
Jokowi-lah yang dapat menyelamatkan mereka dari jerat-jerat hukum rapat
yang dibangun Joko Widodo.

Menggulingkan Jokowi adalah pertaruhan besar oleh kelompok ini, hanya ada
dua pilihan Jokowi tumbang atau mereka yang tumbang.

*🔼2. Pihak-Pihak Yang "Kekeringan" tidak bisa Korupsi*

Korupsi adalah budaya elit yang mendapatkan kedudukan bukan rahasia lagi,
bukti korupsi membudaya di berbagai lini di negara ini dibuktikan dengan
banyaknya para koruptor yang ditangkap oleh KPK mulai dari kelas teri
sampai kelas kakap.

Para koruptor yang rela beinvestasi besar-besaran untuk mendapatkan kursi
jabatan di negeri ini, investasi besar-besaran mereka terancam gagal balik
modal karena pemerintahan Joko Widodo sangat ketat dalam penggunaan dan
pegawasan anggaran.

Paceklik berjamaah dialami oleh kelompok ini karena aksi-aksi Jokowi
menutup yang bocor, bocor dan bocor sangat efektif untuk membuat para tikus
kelaparan.

Tak mau mati kelaparan, para tikus-tikus busuk ini mulai menggigit
perlahan-lahan untuk merobohkan Pemerintah saat ini.

*🔼3. Orang-Orang Yang Ingin Membangun NKRI Berdasarkan Agama*

Radikalisme dan separatisme dengan alasan agama bukanlah hal baru di negeri
ini, bahkan pentolan kelompok ini berani lantang tidak mengakui Pancasila
yag merupakan dasar dari Negara ini.

Kelompok radikal ini sudah menunjukkan upaya-upaya mereka untuk menguasai
negara ini dan membuat negara ini sesuai dengan paham mereka anut, kelompok
ingin sukses menguasai negara ini seperti apa yang dilakukan oleh kelompok
sejenis kelompok ini yang sukses menggulingkan pemerintahan seperti Mesir
dan Turki.

Lalu Modus Apa Yang Mereka Pakai?

Kelompok-kelompok diatas memiliki satu tujuan utama dan mendesak yaitu
menggulingkan presiden Joko Widodo, kesamaan misi ini membuat *ketiga
kelompok tersebut bahu membahu agar target mereka tercapai*.

Berikut modus yang dipakai adalah sebagai berikut:

Membangun Konflik SARA ala Kerusuhan 98 dengan Sasaran Etnis Cina

Isu ini dianggap paling berpeluang membuat negeri ini rusuh, menciptakan
kerusuhan besar-besaran adalah upaya memecah konsentrasi Polri dan TNI
dalam menjaga keamanan negara ini.

Kelompok-kelompok ini berupaya mengadu domba antara masyarakat pribumi dan
masyarakat keturunan dari etnis tertentu.

Berikut bukti bahwa ada kelompok yang membangun opini negatif dan
menancapkan kebencian terhadap Etnis Cina, di dunia maya banyak website
yang mungkin jumlahnya menyampai angka ratusan untuk menghembus propaganda
adu domba menyasar Etnis Cina.

Upaya yang sangat masif ini bergulir menjadi bola salju, kebencian yang
sudah tertanam tadi akan diledakkan dengan aksi penyerangan suatu kelompok
kepada etnis Cina, kelompok pemicu inilah yang akan menyulut kerusuhan
dalam skala besar di berbagai daerah di Indonesia, upaya tersebut sangat
jelas saat kerusuhan di Penjaringan 4 November lalu, beruntung polisi dan
TNI di bantu masyarakat yang pro keBhinekaan sukses memadamkan pemicu ini.

Gambar serta video di bawah ini adalah bukti kecil yang membuktikan ada
gerakan dan upaya yang sangat masif dan dikerjakan dengan sangat
terstruktur, berita-berita hoax yang membawa etnis-etnis Cina adalah faka
nyata yang terjadi, upaya-upaya busuk tersebut terkonfirmasi dengan adanya
propaganda anti Cina yang diluncurkan dengan coretan-coretan di berbagai
tempat menjelang Aksi demo 4 November lalu.

_Berupaya Memancing Kudeta Militer_

Setelah operasi 4 November gagal total, kelompok-kelompok ini berusaha
untuk mengadu domba antara TNI dengan Presiden, berbagai propaganda disebar
mulai dari pujian setinggi langit kepada Panglima TNI Gatot Nurmantyo cocok
menggantikan Joko Widodo sebagai presiden hingga menghembusan isu Panglima
TNI yang akan di copot oleh Presiden karena membela umat Islam.

Pergerakan menyebarkan propaganda ini disebarkan di berbagai sosial media,
bahkan banyak anggota TNI aktif sempat termakan isu penggantian Panglima
ini, kekecewaan terhadap presiden terbentuk di internal TNI, kekecewaan
terhadap presiden sempat diungkapkan oleh beberapa anggota TNI pada akun
sosial media Facebook.

*Aksi-aksi adu domba ini sudah tercium oleh Panglima TNI,* sang Panglima
sadar banyak bawahannya sudah termakan propaganda-propaganda ini, pada 8
November Panglima TNI memerintahkan melalui surat edaran kepada seluruh
jajaran TNI yang dipimpinnya untuk menyaksikan acara Indonesia Lawyer Club.

Melalui acara tersebut panglima dengan cerdas mematahkan upaya adu domba
berbagai pihak yang mencoba memecah belah TNI, pihak-pihak yang mengadu
domba TNI dengan panglima tertinggi dalam hal ini Presiden Jokowi dan
upaya-upaya mengadu domba antara TNI dengan Polri.

Dengan lantang Panglima TNI Jenderal Gatot menutup acara tersebut dengan
pernyataan tegas :

_"LEBIH BAIK SAYA MENJADI TUMBAL DEMI KEBHINEKAAN DARIPADA SAYA BERNIAT
MENJADI PRESIDEN"_

Pernyataan tegas inilah yang memusnahkan upaya-upaya adu domba membenturkan
TNI dengan berbagai pihak, Pernyataan inilah yang membuat TNI kembali
merapatkan barisan untuk mnghadapi pihak-pihak yang berniat memecah
Kebhinekaan untuk kepentingan kelompok mereka.

Demikian ulasan ini kami buat, alasan utama kami membuat ulasan ini adalah
untuk membuka mata kita bahwa *negara ini sedang di pecah belah oleh
orang-orang dan kelompok-kelompok yang ingin mencapai keinginan mereka*.

Ayo kita bersama kita teriakkan dengan lantang! :

*Kami Masyarakat Indonesia yang di ikat dengan Bhineka Tunggal Ika TIDAK
TAKUT pada kalian yang ingin merusak KeBhinekaan kami, semakin kalian
berupaya merusak Kebhinekaan kami maka semakin kuat juga kami bersatu dalam
KeBhinekaan ini*

Silahkan Sharing tulisan ini pada akun Sosial Media Anda, tunjukkan pada si
pemecah belah bangsa ini bahwa kita ada dan tidak akan kalah dengan
propaganda-

🇲🇨🇲🇨🙏😇

Kirim email ke