https://travel.detik.com/domestic-destination/d-4001912/ini-ritual-membersihkan-diri-jelang-
ramadan-di-ciamis?_ga=2.130935375.1700662189.1525282719-481527276.1525282719
Kamis, 03 Mei 2018 00:30 WIB
DOMESTIC DESTINATIONS
Ini Ritual Membersihkan Diri Jelang
Ramadan di Ciamis
Dadang Hermansyah
Redaksi Travel
Share *0*
<https://travel.detik.com/domestic-destination/d-4001912/ini-ritual-membersihkan-diri-jelang-ramadan-di-ciamis?_ga=2.130935375.1700662189.1525282719-481527276.1525282719#>
Tweet *0*
<https://travel.detik.com/domestic-destination/d-4001912/ini-ritual-membersihkan-diri-jelang-ramadan-di-ciamis?_ga=2.130935375.1700662189.1525282719-481527276.1525282719#>
Share *0*
<https://travel.detik.com/domestic-destination/d-4001912/ini-ritual-membersihkan-diri-jelang-ramadan-di-ciamis?_ga=2.130935375.1700662189.1525282719-481527276.1525282719#>
0 komentar
<https://travel.detik.com/domestic-destination/d-4001912/ini-ritual-membersihkan-diri-jelang-ramadan-di-ciamis?_ga=2.130935375.1700662189.1525282719-481527276.1525282719#komentar>
Tradisi Nyepuh di Ciamis mensucikan diri menjelang bulan ramadan (Dadang
Hermansyah/detikTravel)
*Ciamis* - Bulan suci ramadan akan tiba. Bagi warga Ciamis ada satu
tradisi yang harus dilakukan, namanya Nyepuh. Ini ritual membersihkan
diri dari Ciamis.
Banyak tradisi yang dilakukan masyarakat menjelang bulan suci ramadan.
Seperti yang dilakukan ratusan warga Desa Ciomas Kecamatan Panjalu
Kabupaten Ciamis melaksanakan tradisi Nyepuh, tujuannya untuk
membersihkan atau mensucikan diri Rabu (2/5/2018).
Tradisi Nyepuh ini diawali dengan pembukaan di halaman kantor Desa
Ciomas, kemudian dilanjutkan berjalan kaki menuju makam KH Panghulu
Gusti di Situs Geger Emas, yang dipercaya sebagai salah satu tokoh
penyebar islam pertama di Desa Cipmas Panjalu.
Dalam prosesi Nyepuh, masyarakat umumnya mengenakan pakaian putih.
Sambil berjalan kaki warga bersolawat sambil diiringi tabuhan musik
tradisional Gemyung.
(Dadang Hermansyah/detikTravel)(Dadang Hermansyah/detikTravel)
Sebelum sampai di komplek makam, warga kemudian mengambil air dari mata
air Geger Emas untuk Ziarah ke makam. Setelah sampai di makam KH
Panghulu Gusti warga melakukan doa bersama, tawasulan dan tausiyah.
Setelah selesai Tradisi Nyepuh ditutup dengan makan bersama di lokasi
hutan, tumpeng yang dibawa sebelumnya telah dipersiapkan dimasak dari
tradisi Nalekan. Tradisi Nalekan ini memasak tumpeng yang bahan-bahannya
dari warga tapi dengan syarat harus halal. Terutama asal bahan tersebut.
Yang memasak merupakan orang pilihan, ibu-ibu yang sudah menopouse atau
yang sudah tidak haid.
Selain ziarah, dalam tradisi Nyepuh ini juga dilakukan penanaman bibit
pohon. Tujuannya sebagai bentuk kepedulian memelihara dan melestarikan
alam. Agar seterusnya bisa diwariskan untuk anak cucu.
"Nyepuh itu istilah sepuh (orang tua). Jadi menurut sepuh dulu hidup itu
harus seperti padi semakin tua harus semakin berisi dan semakin tahu
sopan santun. Intinya Nyepuh ini dilaksanakan menjelang bulan ramadan
tujuannya mensucikan diri," ujar Maya Sumarni (42) anak dari Juru Kunci
Situs Geger Emas Mak Iyam usai kegiatan.
(Dadang Hermansyah/detikTravel)(Dadang Hermansyah/detikTravel)
Nyepuh ini sudah dilaksanakan sejak jaman dulu secara turun temurun.
Biasanya dilakukan sehari setelah 15 bulan Syaban atau Nispu Syaban.
Dikenal juga sebagai tutup buku dan buka lembaran baru. Sehingga saat
membuka lembaran baru ini harus diisi dengan kegiatan positif.
"Sebelum bulan Ramadan itu juga banyak kegiatan dilakukan mulai dari
membersihkan lingkungan, tempat umum, pemakaman. Jadi saat menjalankan
ibadah puasa semua telah siap dan bersih. Begitu juga dengan jiwa dan
raga kita," ucapnya.
Maya berharap kedepan kegiatan tradisi Nyepuh ini lebih diperhatikan
lagi oleh Pemerintah Kabupaten Ciamis. Agar setiap tahunnya Nyepuh bisa
lebih meriah. Karena Nyepuh merupakan media dakwah agar warga lebih
semangat menghadapi bulan suci ramadan.
"Minimal bisa lebih banyak lagi masyarakat yang tertarik, jadi bukan
hanya umat muslim saja, semuanya bisa hadir," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Ciomas Yoyo Wahyono menjelaskan Tradisi
Nyepuh merupakan tradisi warga Desa Ciomas dalam menghadapi bulan suci
Ramadan. Tujuannya untuk mensucikan diri lahir dan batin, agar diberikan
kekuatan untuk menjalani ibadah puasa.
"Harapan kami Tradisi Nyepuh ini menjadi salah satu destinasi wisata
untuk kedepan dan dikenal masyarakat luas. Harus dikembangkan,"
pungkasnya. *(rdy/bnl)
*