Saat orasi/demo saya lihat di FB A. R pakai topi bundar di angkat ramai-ramai, 
katanya beliau mewakili buruh. Ada yang menanggapi beliau bekerja diperusahaan 
apa? apakah ada buruh setua itu?

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, May 03, 2018 2:36 AM
To: [email protected]; [email protected]; Persaudaraan 
<[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>; [email protected]
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Para Politikus di Belakang Layar Gerakan 
'2019 Ganti Presiden'





https://tirto.id/para-politikus-di-belakang-layar-gerakan-0392019-ganti-presiden039-cJKx

Para Politikus di Belakang Layar
  Gerakan '2019 Ganti Presiden'
[Warga yang menggunakan kaos          "Dia Sibuk Kerja" bertemu orang-orang 
berkaos          "2019 Ganti Presiden" di kawasan Bundaran HI, Jakarta,         
 Minggu (29/4/2018). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar]
<https://tirto.id/setahun-setelah-rizieq-shihab-meninggalkan-indonesia-cJH9>
[https://mmc.tirto.id/image/otf/200x0/2017/02/01/antarafoto-rizieq-010217-ak-2_ratio-16x9.JPG]<https://tirto.id/setahun-setelah-rizieq-shihab-meninggalkan-indonesia-cJH9>
Setahun Setelah Rizieq 
Shihab...<https://tirto.id/setahun-setelah-rizieq-shihab-meninggalkan-indonesia-cJH9>

<https://tirto.id/agenda-politik-di-balik-gnpf-ulama-alumni-212-cJKe>
[https://mmc.tirto.id/image/otf/200x0/2018/04/25/konferensi-pers-alumni-212--tirto.id--taher_ratio-16x9.jpg]<https://tirto.id/agenda-politik-di-balik-gnpf-ulama-alumni-212-cJKe>
Agenda Politik di Balik GNPF 
Ulama...<https://tirto.id/agenda-politik-di-balik-gnpf-ulama-alumni-212-cJKe>

<https://tirto.id/apa-kabar--kasus--rizieq-shihab-firza-husein-cJKi>
[https://mmc.tirto.id/image/otf/200x0/2017/05/16/IMG_1933copy_ratio-16x9.JPG]<https://tirto.id/apa-kabar--kasus--rizieq-shihab-firza-husein-cJKi>
Apa Kabar (Kasus) Rizieq 
Shihab...<https://tirto.id/apa-kabar--kasus--rizieq-shihab-firza-husein-cJKi>

<https://tirto.id/para-politikus-di-belakang-layar-gerakan-2019-ganti-presiden-cJKx>
[https://mmc.tirto.id/image/otf/200x0/2018/04/30/gerakan-2019-ganti-presiden-antarafoto_ratio-16x9.jpg]<https://tirto.id/para-politikus-di-belakang-layar-gerakan-2019-ganti-presiden-cJKx>
Para Politikus di Belakang 
Layar...<https://tirto.id/para-politikus-di-belakang-layar-gerakan-2019-ganti-presiden-cJKx>

<https://tirto.id/kita-beri-dukungan-kepada-gerindra-pks-pbb-dan-pan-cJKg>
[https://mmc.tirto.id/image/otf/200x0/2018/05/02/ilustrasi-hl-2019-ganti-presiden--tirtoid_ratio-16x9.jpg]<https://tirto.id/kita-beri-dukungan-kepada-gerindra-pks-pbb-dan-pan-cJKg>
"Kita Beri Dukungan 
Kepada...<https://tirto.id/kita-beri-dukungan-kepada-gerindra-pks-pbb-dan-pan-cJKg>

Warga yang menggunakan kaos "Dia Sibuk Kerja" bertemu orang-orang berkaos "2019 
Ganti Presiden" di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (29/4/2018). ANTARA 
FOTO/Aprillio Akbar
Oleh: Mawa Kresna - 2 Mei 2018
Dibaca Normal 3 menit
Gerakan ini secara politis mendapat dukungan dari partai politik.
tirto.id<https://tirto.id/> - “2019!”

“Ganti presiden!”

“2019!”

“Ganti presiden!”

Yel-yel itu diteriakkan Iwan Firdaus dan teman-temannya di sekitar Bundaran HI, 
Jakarta, pada Minggu, 29 April 2018. Iwan, 51 tahun, adalah orang yang dituakan 
dalam rombongan pada Car Free Day itu.

Di sebelah Iwan, dua lapak kaos dan topi bertuliskan #2019GantiPresiden digelar 
di aspal. Mengambil ruang publik dan menjadi salah satu rutinitas mingguan 
warga Ibu Kota melakukan olahraga pagi hingga tengah hari, mereka sadar bahwa 
mereka bakal terlihat oleh banyak orang, berdesakan dengan para pedagang lain 
yang membuka lapak dadakan.

“Ini lapak kami buat menggalang dana sukarela. Keuntungan jualan kaos, kami 
buat kaos lebih banyak lagi,” kata Iwan bersemangat.

Keikutsertaan Iwan dalam kampanye "2019 Ganti Presiden" itu dilatari 
"kegelisahannya" menilai kinerja pemerintah presiden Joko Widodo. Menurutnya, 
baru kali ini ada presiden yang "memperlakukan umat Islam dengan tidak adil." 
Ia mencontohkan sesudah Pilkada DKI Jakarta, muncul tindakan pemerintah yang 
dia sebut sebagai "kriminalisasi ulama."

“Situ tahu sendiri situasi sekarang. Beras impor, ulama dikriminalisasi, 
keadilan terhadap umat Islam tidak ada. Kami ini, kan, enggak bodoh-bodoh 
banget,” katanya.
Baca juga:

  *   Dua Jalan Para Habib di Tengah Politik 
Jakarta<https://tirto.id/dua-jalan-para-habib-di-tengah-politik-jakarta-cBWy>
  *   Pengalihan Isu Ketimpangan & Kemiskinan di Pilgub Jakarta 
<https://tirto.id/pengalihan-isu-ketimpangan-kemiskinan-di-pilgub-jakarta-cncC>

Kehidupan Iwan jauh dari gerakan politik. Tinggal di Jakarta Utara, sehari-hari 
Iwan mengurusi bisnis kontainer di pelabuhan. Namun, karena kegelisahannya itu, 
ia mengajak beberapa teman dan tetangganya untuk ikut dalam gerakan "2019 Ganti 
Presiden".

Gayung bersambut. Ketua rukun warga 04 Tugu Utara, Warsito Rahman tempat Iwan 
tinggal setuju dengan ide itu. Mereka lalu mengajak beberapa warga yang satu 
ide untuk ikut mengampanyekan gerakan tersebut. Mereka mengumpulkan uang secara 
sukarela, membuat kaos, lalu menjualnya di CFD Bundaran HI.

“Ini murni karena kami khawatir dengan kondisi bangsa. Pilkada Jakarta ada 
kegaduhan. Saya rasa sudah pahamlah ente,” kata Warsito.
Baca juga: Komnas HAM Sebut Rizieq Bukan Korban Kriminalisasi 
Ulama<https://tirto.id/komnas-ham-sebut-rizieq-bukan-korban-kriminalisasi-ulama-cqZj>

Orang di Balik Layar
Ide gerakan "2019 Ganti Presiden" pertama kali dilontarkan oleh Mardani Ali 
Sera, Sekjen Partai Keadilan Sejahtera. Menurutnya, ide itu muncul setelah ia 
menghadiri acara 'Indonesia Lawyers Club' di tvOne, sebuah acara temu wicara 
yang dipandu Karni Ilyas, yang lebih banyak berisi sensasi ketimbang substansi 
tapi jadi tontonan warung kopi.

“Setelah melihat banyak pihak dari kubu pemerintah memuji-muji Pak Jokowi, saya 
katakan. 'Pak Jokowi bisa dikalahkan.' Landasannya, elektabilitas dan kinerja 
yang jauh dari memuaskan. Esoknya #2019GantiPresiden dibuat dan menyebar,” kata 
Mardani.

Mardani bukan orang baru dalam gerakan semacam ini. Pada Pilkada DKI Jakarta 
2017, ia dipercaya sebagai Ketua Tim Sukses calon gubernur dan wakil gubernur 
Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Kemenangan Anies–Sandiaga tahun lalu tak lepas 
dari peran Mardani.
Baca juga:

  *   Mayoritas Warga Miskin Jakarta Memilih 
Anies-Sandiaga<https://tirto.id/mayoritas-warga-miskin-jakarta-memilih-anies-sandiaga-cnce>
  *   Faktor Agama Menentukan Kemenangan 
Anies-Sandiaga<https://tirto.id/faktor-agama-menentukan-kemenangan-anies-sandiaga-cm79>

Esensi gerakan ini, kata Mardani, lebih pada sebagai "wake up call" bagi umat 
Islam di Indonesia. Ia memperingatkan bahwa Pemilu 2019 "sudah di depan mata 
dan saatnya mencari pemimpin yang lebih baik untuk Indonesia."

“Dan adagium 'almost everything rise and fall on leadership' selalu berlaku. 
Hampir segalanya naik dan turun karena kepemimpinan. Apakah Indonesia akan jadi 
negara yang bersinar/terbit? Atau menjadi negara gagal/tenggelam? Ini 
tergantung siapa presidennya pada 2019,” tulis Mardani lewat pesan singkat.

Selain Mardani, ada pula nama Eggi Sudjana yang menjadi penggagas gerakan ini. 
Ia bergerak menyebarkan ide ke jaringan agar ada kampanye bersama "2019 Ganti 
Presiden" di pelbagai daerah.

“Ini muncul begitu saja," ujar Sudjana. "Memang ide awalnya itu dari Pak 
Mardani Ali Sera. Saya dan Neno Warisman juga ikut menggagas. Ini sangat cair. 
Jadi, kalau ada yang bilang mengklaim koordinator umum, itu tidak ada. Tidak 
ada koordinator di gerakan ini,” katanya, Senin terakhir bulan lalu.

Sudjana menjamin gerakan ini tidak ada kaitan dengan partai atau dukungan untuk 
calon presiden selain Jokowi. Sampai saat ini, klaimnya, mereka bahkan belum 
memiliki gambaran calon presiden yang akan didukung.

“Kami ini hanya bilang ganti presiden. Siapa yang mengganti, kami belum tahu,” 
katanya.

Sudjana juga bukan orang baru dalam gerakan semacam ini. Sebelumnya ia sudah 
terlibat dalam gerakan 'Aksi Bela Islam' lewat serangkaian demonstrasi di 
panggung Pilkada Jakarta. Ia juga getol membela Rizieq Shihab dalam kasus 
dugaan chat berkonten pornografi.

Meski Sudjana mengklaim gerakan ini tidak terkait partai politik, tetapi tak 
bisa dimungkiri bahwa penggagasnya adalah kader Partai Keadilan Sejahtera, 
yakni Mardani Ali Sera.
[Infografik HL #2019GantiPresiden]

Persekusi Lagi
Sebagai sebuah gerakan yang cair, "2019 Ganti Presiden" nyaris tak terkontrol. 
Bahkan para penggagasnya pun tak memiliki kontrol yang bersifat organisatoris 
pada kelompok ini.

Misalnya, saat kampanye "2019 Ganti Presiden" yang diikuti Iwan Firdaus dan 
Warsito Rahman di CFD Bundaran HI, ia malah berakhir dengan tindakan 
intimidatif kepada simpatisan pendukung Jokowi berkaos #DiaSibukKerja, yang 
saat bersamaan menggelar acara di lokasi yang sama.

Salah satu korbannya adalah Susi Ferawati dan anaknya. Semula ibu ini mengikuti 
kampanye #DiaSibukKerja dengan berjalan kaki dari Monas ke Bundaran HI. Sampai 
di sana ia diolok-olok oleh kelompok berbaju #2019GantiPresiden.

“Diolok-olok cebong-lah, nasi bungkus-lah, dasar enggak punya duit-lah. Karena 
kami pakai kaos tagline #DiaSibukKerja, kami dikatain, 'Dasar lu kerja mulu, lu 
kayak babu'," kata Susi.

Susi melaporkan insiden persekusi itu ke Polda Metro Jaya pada Senin kemarin, 
30 April 2018.
Baca juga:

  *   Aksi Intimidasi oleh Kelompok Berkaos #2019GantiPresiden di 
CFD<https://tirto.id/aksi-intimidasi-oleh-kelompok-berkaos-2019gantipresiden-di-cfd-cJAK>
  *   Unsur Pidana dalam Aksi Intimidasi di 
CFD<https://tirto.id/unsur-pidana-dalam-aksi-intimidasi-di-cfd-cJEu>
  *   Korban Intimidasi di CFD Stedi Repki Watung Lapor 
Polisi<https://tirto.id/korban-intimidasi-di-cfd-stedi-repki-watung-lapor-polisi-cJDZ>

Soal insiden itu, Eggi Sudjana menolak jika gerakan "2019 Ganti Presiden" harus 
bertanggung jawab. Ia menyerahkan proses hukum kepada kepolisian. Sebab, meski 
sangat cair dan tanpa komando, kataya, sejak awal gerakan ini menolak 
menggunakan cara-cara yang tidak patut.

“Kami tidak akan melakukan pembelaan terhadap pelaku kemarin di CFD,” kata 
Sudjana.

Persekusi semacam ini sebelumnya juga marak terjadi pada Pilkada DKI Jakarta. 
Salah satu korbannya seorang bocah berumur 15 tahun, yang dianggap menghina 
Rizieq Shihab. Si bocah bahkan dipukul dan ditampar oleh segerombolan orang 
yang menyebut diri "pembela Rizieq."

Berdasarkan catatan Safenet, sebuah organisasi pemantau kebebasan berpendapat 
di internet, sepanjang Januari hingga Mei 2017, ada 87 laporan terkait 
persekusi. Dari jumlah itu, 66 kasus adalah persekusi, sisanya sebatas dugaan 
persekusi.

Penyebab persekusi karena perbedaan sikap politik, dan disuburkan oleh sentimen 
agama dalam Pilkada DKI Jakarta. Kasus penodaan agama yang menjerat Basuki 
'Ahok' Tjahaja Purnama menjadi titik mula persekusi itu. Safenet menyebut kasus 
ini sebagai "The Ahok Effect."
Baca juga: SAFEnet Sebut dalam Seminggu Ada 87 Kasus Aduan 
Persekusi<https://tirto.id/safenet-sebut-dalam-seminggu-ada-87-kasus-aduan-persekusi-cqfW>

Meski begitu, persekusi dalam gerakan "2019 Ganti Presiden" belum berpola, 
tidak seperti kasus sebelumnya yang selalu dimulai dari media sosial.

Kali ini sudah lebih nyata. Dua kelompok langsung bertemu, salah satu menghujat 
yang lain. Masih kelompok yang sama, yang bertikai pada Pilkada DKI Jakarta, 
yang pembelahannya dimulai sejak Pilpres 2014 antara kubu Jokowi dan kubu 
Prabowo.

Baca juga artikel terkait PILPRES 
2019<https://tirto.id/q/pilpres-2019-c2Z?utm_source=internal&utm_medium=lowkeyword>
 atau tulisan menarik lainnya Mawa 
Kresna<https://tirto.id/author/kresna?utm_source=internal&utm_medium=topauthor>
(tirto.id - Politik)

Reporter: Mawa Kresna
Penulis: Mawa Kresna
Editor: Fahri Salam
Isu gerakan "2019 Ganti Presiden" masih seputar "kriminalisasi ulama" dan 
perpanjangan dari Pilkada Jakarta.






Kirim email ke