China bisa proyeksikan militernya ribuan mil jauh ke selatan

 Kamis, 3 Mei 2018 09:29 WIB
[image: China bisa proyeksikan militernya ribuan mil jauh ke selatan]

Rudal jelajah antikapal permukaan YJ-12B yang kabarnya digelarkan pula di
Kepulauan Spratly, Laut China Selatan. (Reuters)
Washington (ANTARA News) - China telah memasang peluru kendali jelajah anti
kapal perang dan sistem peluru kendali darat ke udara di Laut China Selatan
yang dinilai kalangan pertahanan sebagai manuver ancaman terhadap siapa pun
yang mengganggu klaimnya di Kepulauan Spratly.  China kini juga
disebut-sebut mampu menggelarkan kekuatan militernya sampai ribuan mil dari
Luat China Selatan.

Bulan lalu, Laksamana Philip Davidson yang dicalonkan sebagai Panglima
Komando Pasifik Amerika Serikat, menyatakan bahwa operasi
pangkalan-pangkalan militer China di Laut China Selatan mendekati tuntas.

"Satu-satunya yang kurang adalah penggelaran pasukan," kata Davidson.

Dia melanjutkan, "(dengan demikian) China akan bisa memperluas pengaruhnya
ribuan mil ke selatan dan memproyeksikan kekuataannya masuk ke Oseania".

Davidson mengungkapkan bahwa China bisa memanfaatkan pangkalan-pangkalan
itu untuk menantang kehadiran AS di kawasan itu dan "akan dengan mudah
mengalahkan pasukan militer dari pihak bersengketa mana pun di Laut China
Selatan":.

'China kini bisa mengendalikan Laut China Selatan dalam semua bentuk
skenario perang dengan Amerika Serikat," kata Davidson.

CNBC hari ini melaporkan bahwa rudal jelajah antikapal bernama YJ-12B yang
ditempatkan di Laut China Selatan bisa membuat China menyerang kapal apa
pun dalam radius 295 mil laut. Sedangkan darat ke udara jarak jauh HQ-9B
bisa membidik pesawat, drone dan peluru kendali dalam radius 160 mil laut.

* Baca juga: Pasang rudal di Laut China Selatan, China sedang mengancam?
<https://www.antaranews.com/berita/706707/pasang-rudal-di-laut-china-selatan-china-sedang-mengancam>
dan **China
pasang rudal jelajah di Laut China Selatan*
<https://www.antaranews.com/berita/706707/pasang-rudal-di-laut-china-selatan-china-sedang-mengancam>




Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik

Kirim email ke