https://www.antaranews.com/berita/706705/cina-pasang-rudal-jelajah-di-laut-
china-selatan
Cina pasang rudal jelajah di Laut
China Selatan
Kamis, 3 Mei 2018 08:55 WIB
Kapal-kapal China berlayar di wilayah Kepulauan Spratly yang juga
diklaim Taiwan, Vietnam, Malaysia, Filipina dan Brunei. (AFP)
Jakarta (ANTARA News) - Cina telah memasang peluru kendali jelajah
antikapal perang dan sistem peluru kendali darat ke udara di tiga posnya
di Laut Cina Selatan. Kabar ini disiarkan oleh jaringan televisi CNBC
mengutip sumber yang mengetahui langsung laporan intelijen AS.
Jika kabar ini benar maka inilah pertama kalinya Cina menggelarkan
peluru kendali di Kepulauan Spratly yang disengketakan oleh
negara-negara Asia Tenggara dan Taiwan, tulis Reuters.
Kementerian Pertahanan Cina enggan menanggapi warta CNBC itu, sedangkan
CNBC sendiri mengutip sumber-sumber yang mengatakan bahwa menurut
penaksiran intelijen AS, rudal-rudal itu telah digeser ke Pulau Karang
Silang Naga, Pulau Karang Subi dan Pulang Karang Mischief dalam 30 hari
terakhir.
Departemen Pertahanan AS yang menentang instalasi apa pun fasilitas
militer Cina di Laut Cina Selatan, menolak berkomentar. "Kami tidak
mengomentari soal-soal intelijen," kata juru bicara Pentagon seperti
dikutip Reuters.
Cina tidak mengungkapkan sasaran penggelaran rudalnya namun menyatakan
fasilitas militernya di Kepulauan Spratlys adalah murni defensif dan
bisa melalukan apa saja seperti layaknya di teritori sendiri.
CNBC melaporkan bahwa rudal jelajah antikapal bernama YJ-12B itu bisa
membuat Cina menyerang kapal apa pun dalam radius 295 mil laut. Rudal
darat ke udara jarak jauh HQ-9B bisa membidik pesawat, drone dan peluru
kendali dalam radius 160 mil laut.
Pewarta: ANTARA
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018