Janda peraih Nobel asal Cina menyatakan siap untuk mati


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Janda peraih Nobel asal Cina menyatakan siap untuk mati

Liu Xia yang dihukum tahanan rumah mengatakan siap untuk mati sebagai protes 
atas penahanannya sejak mendiang su...
 |

 |

 |



   
   - 1 jam lalu
   
   - Bagikan artikel ini dengan Facebook
    
   - Bagikan artikel ini dengan Twitter
    
   - Bagikan artikel ini dengan Messenger
    
   - Bagikan artikel ini dengan Email
    
   - Kirim
Hak atas fotoREUTERSImage captionLiu Xia dalam sebuah wawancara tahun 2009, 
setahun sebelum dia dijatuhi tahanan rumah namun menurut pemerintah Cina dia 
adalah warga yang bebas.
Liu Xia, janda dari peraih Nobe Perdamaian asal Cina, Liu Xiaobo, mengatakan 
siap untuk mati sebagai protes atas hukuman tahanan rumahnya oleh pihak 
berwenang.

Liu Xia ditetapkan sebagai tahanan rumah sejak tahun 2010 -ketika suaminya 
dianugerahi Nobel Perdamaian- namun tidak pernah didakwa dengan kejahatan 
apapun.

Suaminya -yang merupakan pegiat prodemokrasi yang tidak gentar mengkritik 
pemerintah- meninggal dunia tahun lalu saat menjalani hukuman penjara 11 tahun 
dalam dakwaan 'subversif'.
   
   - Liu Xiaobo dikremasi dalam upacara tertutup
   - Duka pemimpin dunia atas wafatnya pembangkang Cina, Liu Xiaobo
   - Cina tertibkan situs berita internet, pemred harus disetujui pemerintah

Sejumlah pihak mengkhwatirkan kesehatan Liu sejak kematian suaminya.

Perempuan berusia 57 tahun itu dilaporkan menderita depresi karena berada di 
bawah pengawasan selama ditahan di rumah dan teman-teman serta pengacaranya 
yakin dia dibatasi untuk 'berkomunikasi'.

Para wartawan juga dilarang untuk bertemu dengan perempuan penyair tersebut..
Hak atas fotoAFPImage captionLiu Xiaobo pegiat prodemokrasi yang tidak gentar 
mengkritik pemerintah Cina.
Kelompok pegiat hak asasi selama bertahun-tahun mendesak pemerintah Beijing 
untuk membebaskan Liu Xia.

Bagaimanapun pihak berwenang menegaskan bahwa dia adalah warga yang bebas dan 
kesedihan atas kematian suaminya yang membuat dia tidak bersedia berkomunikasi.

Seorang temannya, Liao Yiwu -yang berbicara dengannya lewat telepon awal pekan 
ini- menyebutkan Liu mengatakan 'lebih gampang mati dibanding hidup'.

Di situs ChinaChange, Liao -yang kini tinggal di Jerman- menulis bahwa Liu 
mengatakan kepadanya, "Saya tidak takut apapun. Jika saya tidak bisa keluar, 
saya akan mati di rumah saya. Xiaobo sudah pergi dan tidak ada lagi di dunia 
untuk saya saat ini."

Beberapa diplomat Barat sudah mendesak kepada pemerintah Cina agar mengizinkan 
Liu terbang ke luar negeri dan duta besar Jerman untuk Cina mengatakan kepada 
koran South China Morning Post bahwa dia disambut baik untuk tinggal di Jerman.
Hak atas fotoREUTERSImage captionAksi unjuk rasa di Hong Kong pada 1 Oktober 
2016 lalu untuk menuntut pembebasan Liu Xia.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying, mengatakan pihaknya 
tidak memiliki informasi tentang situasi Liu.

"Liu Xia adalah warga negara Cina. Pihak berwenang Cina yang terkait akan 
menangani masalah yang relevan sejalan dengan hukum," katanya Kamis (03/05).

Liu Xiaobo merupakan peraih Nobel Perdamaian yang meninggal dunia di penjara 
setelah warga Jerman yang antiperang, Carl von Ossietzky, meninggal di tahanan 
Nazi tahun 1938 lalu.

Kirim email ke