Berarti cocok dengan komitmen Jokowi soal 
pemberantasan korupsi:

 ‘Salah yang Memberi’
 

--- ilmesengero@...> wrote 

 Korupsi itu sebuah berkat dan rejeki yang terutama mendarah daging dikalangan 
pihak berkuasa rezim neo-Mojopahit, jadi itu suatu takdir istemewa bagi mereka 
yang dijadikan atas nama wakil rakyat. Takdir berkat sulit ditolak mereka, maka 
korupsi itu tetap menjamur. Bayangkan saja mereka yang dijadikan wakil rakyat 
dari tingkat terendah sampai tertinggi disumpah dengan kitab agama diatas 
kepala. Sekalipun demikian sumpah mereka itu hanya lelucon penipuan, jadi apa 
yang Anda sekalian harapkan? Korupsi adalah berkat harga mati bagi rezim 
neo-Mojopahit!hehehehehehe

(...)

+++++- 
 
 
https://nasional.kompas.com/read/2017/12/11/12291031/jokowi-heran-banyak-pejabat-ditangkap-tetapi-korupsi-terus-ada
 
https://nasional.kompas.com/read/2017/12/11/12291031/jokowi-heran-banyak-pejabat-ditangkap-tetapi-korupsi-terus-ada
 
 
 Jokowi Heran Banyak Pejabat Ditangkap, tetapi Korupsi Terus Ada 
 Ihsanuddin Kompas.com - 11/12/2017, 12:29 WIB 
 

 
 Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Ketua KPK Agus Rahardjo (ketiga 
kanan), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan 
Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro (kanan), dan Mensesneg Pratikno 
(keempat kanan) menghadiri Pembukaan Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi 
ke-12, sekaligus Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2017 serta 
Peluncuran Aplikasi e-LHKPN, di Jakarta, Senin (11/12). Dalam kesempatan 
tersebut presiden memerintahkan pembenahan sistem pemerintahan, pelayanan dan 
administrasi serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk ikut mencegah dan 
memberantas korupsi. Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Ketua KPK 
Agus Rahardjo (ketiga kanan), Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan 
Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro (kanan), 
dan Mensesneg Pratikno (keempat kanan) menghadiri Pembukaan Konferensi Nasional 
Pemberantasan Korupsi ke-12, sekaligus Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 
Tahun 2017 serta Peluncuran Aplikasi e-LHKPN, di Jakarta, Senin (11/12). Dalam 
kesempatan tersebut presiden memerintahkan pembenahan sistem pemerintahan, 
pelayanan dan administrasi serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk ikut 
mencegah dan memberantas korupsi.(ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI) JAKARTA, 
KOMPAS.com — 
 
 
 Presiden Joko Widodo mengatakan, Indonesia adalah salah satu negara yang 
paling aktif dalam kasus korupsi. Sejak 2004 sampai tahun ini, kata Jokowi, 
setidaknya ada 12 gubernur dan 64 bupati/wali kota yang terjerat kasus korupsi. 
Angka tersebut belum termasuk yang ada di DPR, DPRD, ataupun kementerian dan 
lembaga. Mayoritas kasus yang menjerat para pejabat itu adalah kasus penyuapan. 
"Tetapi, yang mengherankan, dari waktu ke waktu, pejabat yang ditangkap dan 
dipenjarakan karena kasus korupsi masih terus ada," kata Jokowi saat membuka 
acara Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia Tahun 2017, Senin (11/12/2017). 
Berdasarkan kondisi tersebut, lanjut Jokowi, tidak bisa disangkal lagi bahwa 
upaya pencegahan korupsi harus dilakukan lebih serius. Sistem pemerintahan dan 
pelayanan harus dibenahi, termasuk pengetahuan dan kesadaran masyarakat harus 
terus ditingkatkan. Salah satu strategi pencegahan korupsi yang ditekankan 
pemerintah, lanjut Jokowi, adalah melakukan deregulasi terhadap aturan-aturan 
di dunia usaha. Jokowi mengatakan, setiap regulasi layaknya pisau bermata dua. 
Setiap aturan, setiap izin, dan setiap persyaratan punya potensi menjadi obyek 
transaksi, obyek korupsi "Perizinan sekarang potensial jadi alat pemerasan alat 
untuk transaksi, saya kira cara-cara seperti ini tidak boleh kita teruskan," 
ujar Kepala Negara. Selain deregulasi, Jokowi juga mengaku saat ini tengah 
menyiapkan peraturan presiden terkait penerapan e-budgeting, e-planning, dan 
e-procurement yang terintegrasi. Jokowi menyakini perpres ini memperkecil ruang 
korupsi bagi pejabat negara

Artikel ini telah tayang di Kompas.com http://kompas.com/ dengan judul "Jokowi 
Heran Banyak Pejabat Ditangkap, tetapi Korupsi Terus Ada", 
https://nasional.kompas.com/read/2017/12/11/12291031/jokowi-heran-banyak-pejabat-ditangkap-tetapi-korupsi-terus-ada
 
https://nasional.kompas.com/read/2017/12/11/12291031/jokowi-heran-banyak-pejabat-ditangkap-tetapi-korupsi-terus-ada.
 
Penulis : Ihsanuddin
 



Kirim email ke