*Apakah setiap hari dari pagi sampai petang harus menjual martabak, atau "menjual martabak" hanya untuk dipotret?*
On Sun, May 6, 2018 at 9:57 AM, Tatiana Lukman [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote: > > > Ha...ha.. anak jualan martabak jadi ukuran untuk membela Pemerintah dengan > politiknya yang jelas-jelas menyengsarakan rakyat???? Aduh!!! Memang susah > diharapkan mentalitas orang-orang yang sudah mapan untuk bersimpati kepada > rakyat jelata!!! Terus gimana jualannya itu?? Rugi nggak dia, seperti kaum > tani yang berasnya, gulanya harus dijual murah karena tidak sanggup > berkompetisi dengan harga beras dan gula import??? > > > On Sunday, May 6, 2018 8:16 AM, "'Karma, I Nengah [PT. BI-POS]' > [email protected] [GELORA45]" <[email protected]> wrote: > > > > Anaknya Jokowi juga jualan martabak. > Walaupun mereka sempat ada yang nawari catering diperusahaan ditengah > laut, mereka masih menjaga nama bapaknya dengan cara melolaknya. > Jika anak-anak Jokowi mau kaya, saat ada kesempatan seperti ini pasti dia > manfaatkan, karena dia mengerti ini adalah jebakan dan merusak nama > bapaknya. > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] > *Sent:* Sunday, May 06, 2018 1:56 PM > *To:* Yahoo! Inc. <[email protected]>; Jaringan > Kerja Indonesia <[email protected]>; Gelora 45 < > [email protected]>; Sastra Pembebasan <sastra-pembebasan@ > yahoogroups.com>; Yahoo! Inc. <[email protected]>; Yahoo! > Inc. <[email protected]>; DISKUSI FORUM HLD < > [email protected]> > *Subject:* [**EXTERNAL**] [GELORA45] jujur > > > Ada orang yang merasa sebagai penjegal Jokowi. Ya, biarkan saja, orang itu > akan menampilan dirinya. Nggak perlu dilarang. Bau durian akan tercium, > bagaimana pun cara menutupinya. > Jokowi tidak punya perusahaan. Anaknya saja dibiarkan jualan sate. Tidak > seperti Presiden2 lain yang memperkaya anaknya. Ini perlu dilihat dengan > jernih, jangan serampangan. Kita hidup dijaman modern, ya kita ikutilah > jaman itu. Kalau tidak, kita akan ketinggalan jauh dibelakang. > > > >
