*Mungkin hanya telur gajah saja yang murah. Orang mau merayakan hari raya,
koq harga dilonjakan ke angkasa biru?! Mana itu hasil ekonomi
jilit-jilitan? *


http://www.harianterbit.com/hanterdaerah/read/2018/05/07/97247/81/20/Sadis-Warga-Teriak-Harga-Telur-Melonjak


*: *Senin, 07 Mei 2018 09:19 WIB
Sadis, Warga Teriak Harga Telur Melonjak



*Ilustrasi*
<http://www.harianterbit.com/hanterdaerah/read/2018/05/07/97247/81/20/Sadis-Warga-Teriak-Harga-Telur-Melonjak#>
*Piru, HanTer *- Harga telur yang melonjak menjelang bulan suci Ramadhan
1439 Hijriah mencapai Rp2.500/butir meresahkan para warga, terutama ibu
rumah tangga di Piru, ibu kota Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).



"Heran kok harga telur melonjak hingga Rp2.500/butir dari sebelumnya
Rp2.000/butir," ujar warga Piru, Rosiana, Ahad (6/5/2018).



Dia mengemukakan, harga telur yang dijual di toko hanya Rp2.000/butir,
tetapi di pasar maupun kios - kios Rp2.500/butir. Padahal, pedagang di
pasar membeli di toko Rp55.000/rak (30 butir).



"Saya yang beragama Kristen Protestan saja meresahkan lonjakan harga telur.
Apalagi, basudara (saudara) Islam yang sedang mempersiapkan diri untuk
menunaikan Bulan Suci Ramadhan 1439 Hijriah," kata Roasina.



Dia mempertanyakan kerja dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan
(Disperindag) SBB yang sebenarnya harus mengintensifkan pengawasan setiap
pekan di pasar.



"Apa yang dikerjakan tim pengawasan saat melakukan pemantauan, baik stok
maupun harga bahan pokok masyarakat di pasar, terutama menjelang Bulan Suci
Ramadhan 1439 Hijriah,"katanya.



Dia mengharapkan Bupati SBB, Muhamad Yasin Payapo dan Wakil Bupati,
Timotius Akerina tidak hanya menerima laporan dari pimpinan Organisasi
Perangkat Daerah (OPD) teknis, tanpa melakukan pemantauan di pasar
menjelang Ramadhan 1439 Hijriah.



"Kami biasanya mengikuti kegiatan Bupati maupun Wakil Bupati SBB sebelumnya
melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di pasar menjelang perayaan hari - hari
besar keagaman dalam rangka mengecek stok maupun harga bahan pokok
masyarakat," tandas Rosiana.



Dia memandang perlu para pimpinan OPD teknis dievaluasi kinerjanya agar
yang kurang peduli terhadap kebutuhan masyarakat menjelang ibadah Puasa
perlu diberi teguran keras.



"Bupati harus tegas terhadap pimpinan OPS teknis agar menjelang ibadah
Puasa tidak menimbulkan keresahan terhadap masyarakat karena harga bahan
pokok melonjak," tandas Rosiana

Kirim email ke