Kalau bukan untuk minta dukungan suara berarti aduan Rakyat ke presiden begini kan menunjukkan kerja Jokowi selama ini memang nggak beres. Tidak mengendalikan organisasi pemerintahannya dengan benar sehingga Rakyat harus mengadukan masalahnya langsung ke presiden. Kalau organisasi pemerintah betul dikontrol untuk bekerja membantu Rakyat, curhat ke istana begini tidak bakal terjadi. Selama ini keluh-kesah Rakyat ke istana tidak digubris. Menjelang 2019 baru seolah diperhatikan.
Bisa juga undangan ke istana ini sebenarnya sebagai pengganti kerja bagi-bagi sembakonya yang disemprit Bawaslu lantaran dinilai berbau kampanye (dikemas dengan tas berlogo "Bantuan Presiden" - artinya ya dari presiden, bukan dari pemerintah). Sampai sekarang tidak jelas dari mana anggaran untuk bagi-bagi sembako "bantuan presiden" tsb. Rakyat hanya ingat Dirjen Hubla pernah mengungkap adanya setoran uang ke paspampres dalam acara-acara kunjungan Jokowi. --- SADAR@... wrote : Tentu kalau saja Jokowi hanya menjadikan pertemuan-pertemuan macam begini untuk merenggut suara pilpres 2019, ... tentu saja tidak ada guna! Yang lebih PENTING dari pertemuan2 macam ini adalah mendengarkan baik-baik suara rakyat dan menemukan jalan keluar yang terbaik untuk memperbaiki kesejahteraan mereka dan dengan demikian makin mendorong laju ekonomi nasional! Setelah mengetahui masih TETAP berjalannya pungli-pungli yg dilakukan preman-preman terhadap supir truk, tentu pemerintah harus segera hentikan secara tuntas, jangan dibiarkan terus! Satu PENGHISAPAN yang keterlaluan dan sangat merugikan rakyat! Begitu juga dengan masalah nelayan cantrang itu, sekalipun saya masih BELUM bisa menangkap apa yang dimaksudkan cantrang itu, tapi cobalah ditemukan batasan yang lebih baik dan masih bisa diterima untuk kebaikan semua pihak, ... tidak secara radikal dilarang begitu saja. Salam, ChanCT From: ajeg Ayo, siapa lagi yang ingin merasakan keramahan istana, mumpung mau 2019. Undang Sopir Truk ke Istana Dengar Keluhan Nelayan Cantrang di Istana
