Indonesia maksimalkan konferensi sarang burung di Xiamen
 Kamis, 10 Mei 2018 05:45 WIB
 
Dubes Republik Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun (ANTARA)

Beijing (ANTARA News) - Indonesia akan memaksimalkan ajang konferensi nasional 
sarang burung walet di Xiamen, China, pada 18-19 Mei 2018.

"Kebetulan kita diundang dalam konferensi tersebut," kata Duta Besar RI untuk 
China, Djauhari Oratmangun, kepada Antara Beijing, Kamis.

Ia akan memanfaatkan kegiatan yang digelar di kota terbesar di Provinsi Fujian 
tersebut untuk mempromosikan sarang burung walet dari Indonesia secara maksimal.

Pemerintah China belum lama ini memberikan kesempatan yang luas kepada 
Indonesia untuk mengekspor sarang burung walet.

Indonesia mencukupi hampir 80 persen dari seluruh kebutuhan sarang burung walet 
masyarakat di daratan Tiongkok itu sepanjang 2017 yang mencapai 800 ton.

Pasar sarang burung walet di China terus berkembang sehingga kesempatan 
pengusaha dari Indonesia untuk memasuki pasar China masih sangat terbuka.

Indonesia baru bisa mengekspor langsung sarang burung walet itu mulai September 
2014.

Indonesia dan Malaysia bersaing ketat memasok komoditas yang disebut juga 
dengan "emas putih" tersebut ke China.

Pada 2015 baru tercatat tiga perusahaan Indonesia yang mengantongi izin ekspor 
langsung ke China, sedangkan Malaysia sembilan perusahaan.

Lalu pada 2016, enam perusahaan dari Indonesia mendapatkan izin ekspor 
langsung, sedangkan Malaysia sudah 16 perusahaan.

Meskipun demikian, satu perusahaan Indonesia skalanya besar. Bahkan, satu 
perusahaan sarang burung walet di Indonesia bisa mempekerjakan 300 orang.

Pada tahun 2017, Indonesia memimpin ekspor sarang burung walet setelah China 
mengeluarkan larangan ekspor selama enam bulan untuk Malaysia karena produknya 
terkontaminasi virus flu burung.

Selain sebagai bahan farmasi, sarang burung walet menjadi menu makanan dan 
minuman sehari-hari bagi warga China yang peduli akan kesehatan tubuh.

Sup sarang burung walet merupakan salah satu menu favorit warga setempat dan 
banyak ditemukan di restoran. 
Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: AA Ariwibowo

Kirim email ke