Berubah jadi negara theocratic alias khilafah?
kutipan:•SATRIYA PINANDHITA SINISIHAN WAHYU. Tokoh pemimpin yang amat sangat 
Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandhita) 
dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan 
Wahyu). 

---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote :


https://www.suaramerdeka.com/kultur/baca/84031/siapa-pemenang-pilpres-2019-menurut-ramalan-ronggowarsito

Siapa Pemenang Pilpres 2019 Menurut Ramalan Ronggowarsito?

AddThis Sharing Buttons

Sl
   
   -    
Thu, 10 May 2018 - 19:25 WIB
   



 Foto: Delimun


Siapa yang tidak mengenal Ronggowarsito? Pujangga yang terlahir pada Senin 
Legi, 15 Maret 1802 ini telah melahirkan karya sastra seperti halnya Serat 
Kalatidha yang juga menyiratkan beberapa ramalan.

Bakatnya yang menyejarah ini nampaknya tertemurunkan dari Raden Tumenggung 
Sujanaputra, yang juga terkenal dengan sebutan Pangeran Karanggayam, pujangga 
Kraton Pajang, pengarang kitab Nitisruti. Selain itu juga karena kegemarannya 
membaca, yang ditanamkan oleh R.T. Sastranagara, kakeknya, yang juga pujangga 
kraton Surakarta.

Selama 47 tahun berkarya, sejak tahun 1826 hingga 1873, Ronggowarsito telah 
menghasilkan tidak kurang dari 60 judul buku dengan beragam bahasan. Tulisannya 
meliputi falsafah, kebatinan, lakon-lakon wayang, cerita Panji, dongeng, babad, 
sastra, bahasa, kesusilaan, adat istiadat, pendidikan, primbon, ramalan, dan 
sebagainya.

Menurut ramalan Ronggowarsito, ada tujuh satriya piningit yang akan muncul 
sebagai tokoh yang di kemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah 
seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit , yaitu : Satriya Kinunjara Murwa 
Kuncara, Satriya Mukti Wibawa Kesandhung Kesampar, Satriya Jinumput Sumela 
Atur, Satriya Lelana Tapa Ngrame, Satriya Piningit Hamong Tuwuh, Satriya Boyong 
Pambukaning Gapura, dan Satriya Pinandhita Sinisihan Wahyu.

Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ketujuh 
Satriya Piningit itu seperti berikut :

•SATRIYA KINUNJARA MURWA KUNCARA. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara 
(Kinunjara), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan 
akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad 
(Murwa Kuncara). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, 
Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar 
Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.

•SATRIYA MUKTI WIBAWA KESANDHUNG KESAMPAR.Tokoh pemimpin yang berharta dunia 
(Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibawa), namun akan mengalami suatu keadaan 
selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala 
keburukan / kesalahan (Kesandhung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini 
ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin 
Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.

•SATRIYA JINUMPUT SUMELA ATUR.Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) 
akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja 
(Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden 
Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.

•SATRIYA LELONO TAPA NGRAME.Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling 
dunia (Lelana) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan 
Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini 
ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. 
Berkuasa tahun 1999-2000.

•SATRIYA PININGIT HAMONG TUWUH.Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma 
keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan 
sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa 
tahun 2000-2004.

•SATRIYA BOYONG PAMBUKANING GAPURA.Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong 
/ dari menteri menjadi presiden) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka 
gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapura). Banyak pihak 
yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang 
Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan 
mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan 
seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan 
bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai 
terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu 
menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi 
bangsa dan anarkisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan 
kebijakan yang diambil.

•SATRIYA PINANDHITA SINISIHAN WAHYU. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius 
sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandhita) dan akan 
senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). 
Menurut pendapat beberapa spiritualis, sosok ini telah ada pada diri Presiden 
Joko Widodo. Jokowi disebut menjadi presiden tanpa mengandalkan partai politik 
namun dari pulung gaib wahyu keprabon dari berbagai jurusan termasuk Megawati 
Soekarnoputri. Meski demikian ada yang mengatakan, sosok Jokowi masih belum 
memenuhi sosok Satriya Pinandhita Sinisihan Wahyu karena saat ini Indonesia 
baru memasuki fase kelima, walau sudah berganti presiden hingga ketujuh.

Pada 2019 nanti, sosok Satriya Pinandhita Sinisihan Wahyu diperkirakan masih 
bisa menerima pulung gaib wahyu keprabon baik dari partai politik maupun wahyu 
dari rakyat sebagai manifestasi wahyu Ilahi. Namun ada yang menyebut, sosok 
presiden kedelapan bisa berasal dari keturunan baik langsung maupun tidak 
langsung dari ketujuh presiden RI yang telah memasuki masa purna bakti.





Kirim email ke