Mungkin sudah dikalahkan oleh Orkes Gambus. Hehehe
Am Fri, 11 May 2018 09:58:36 +0200 schrieb "Sunny ambon [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>: > https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180511124415-92-297385/konsumsi-lesu-omzet-emiten-ritel-melempem > ANALISIS Konsumsi Lesu, Omzet Emiten Ritel 'Melempem' > > *Dinda Audriene Muthmainah *, CNN Indonesia | Jumat, 11/05/2018 13:33 > WIB > > Bagikan : > > [image: Konsumsi Lesu, Omzet Emiten Ritel 'Melempem'] Pada kuartal I > 2018, Ramayana Lestari Sentosa sendiri membukukan penurunan > pendapatan sebesar 1,86 persen dari Rp1,07 triliun pada kuartal I > 2017 menjadi Rp1,05 triliun. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) > > Jakarta, CNN Indonesia -- > > Persoalan terkait* pelemahan daya beli > <https://www.cnnindonesia.com/tag/daya-beli>*masyarakat rupanya masih > saja hangat untuk dibicarakan. Apalagi, Badan Pusat Statistik (BPS) > menunjukan pertumbuhan *konsumsi rumah tangga* > <https://www.cnnindonesia.com/tag/konsumsi-rumah-tangga>kuartal I 2018 > hanya 4,95 persen atau stagnan dibandingkan kuartal I 2017 sebesar > 4,94 persen. > > Tak heran, pendapatan rata-rata lima emiten besar di Bursa Efek > Indonesia (BEI) hanya tumbuh tipis atau tak sampai dua digit. Bahkan, > salah satu dari lima emiten itu, yakni PT Ramayana Lestari Sentosa > Tbk (RALS) masih saja mencatatkan penurunan pendapatan. > > Sementara, empat lainnya yang berhasil menumbuhkan pendapatannya > antara lain PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), PT Sumber > Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), dan > PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). > > Direktur Investa Saran Mandiri Hans Kwee berpendapat kinerja emiten > ritel sesungguhnya bisa dilihat dari pertumbuhan pendapatan > masing-masing emiten. Dalam hal ini, ia menyebut pola konsumsi memang > masih melambat pada kuartal I 2018. > > "Karena kan begini, mereka habis belanja banyak pada momen Natal dan > tahun baru pada Desember 2018. Jadi ya Januari sampe Maret belanjanya > masih sedikit," ucap Hans Kwee kepada *CNNIndonesia.com*, Rabu (9/5). > > Kondisi itu terjadi pada emiten berbasis ritel yang berjualan pakaian, > serta makanan dan minuman (mamin). Maka itu, tingkat konsumsi > masyarakat pada kuartal I setiap tahunnya terbilang selalu rendah. > > Berdasarkan catatan *CNNIndonesia.com*, Matahari Department Store > menjadi emiten yang terendah dari segi pertumbuhan pendapatannya, > yakni hanya 5,94 persen menjadi Rp1,96 triliun dari Rp1,85 triliun. > Alhasil, laba bersih perusahaan hanya naik tipis 1,04 persen dari > Rp244,17 miliar menjadi Rp246,73 miliar. > > Kemudian, pendapatan Sumber Alfaria Trijaya juga hanya tumbuh satu > digit, yaitu 6,61 persen dari Rp13,76 triliun menjadi Rp14,67 > triliun. Beruntung, perusahaan mampu menaikkan laba bersih hingga > 64,66 persen menjadi Rp120,7 miliar dari sebelumnya yang hanya Rp73,3 > miliar. > > Realisasi kinerja kedua emiten ini menjadi bukti jika pendapatan > ritel di bisnis pakaian, serta makanan dan minuman memang belum bisa > mendaki lebih tinggi pada awal tahun. > > Hanya saja, opini itu mungkin tak berlaku bagi Mitra Adiperkasa karena > pendapatan perusahaan melambung 19,39 persen dari Rp3,61 triliun > menjadi Rp4,31 triliun. Sementara, laba bersih perusahaan pemegang > lisensi produk makanan dan minuman serta pakaian dari luar negeri ini > melonjak hingga 499,13 persen. > > Di sisi lain, emiten ritel yang menjual alat rumah tangga, Ace > Hardware Indonesia juga terlihat masih mampu menaikkan pendapatannya > dua digit atau tepatnya 21,7 persen. Sehingga, perusahaan meraup laba > bersih Rp208,89 miliar atau naik 35,54 persen. > > Data Kinerja Emiten Ritel Kuartal I 2018. (CNN Indonesia/Timothy Loen) > > Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Christine Natasya menjelaskan > Ace Hardware memang beruntung karena tidak memiliki banyak > kompetitor, terutama bila disandingkan dengan emiten ritel lainnya di > BEI yang bergerak dalam sektor mamin dan pakaian. > > "Jadi kompetisi Ace Hardware tidak ketat, diuntungkan karena itu," > ucap Christine. > > Menurutnya, emiten ritel yang juga menjual kebutuhan rumah tangga > dilakukan oleh PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) karena membawahi > gerai Mitra10. Namun, Christine menyebut Ace Hardware dengan Catur > Sentosa Adiprana bukanlah kompetitor. > > "Kalau dengan Mitra10 juga tidak apple to apple. Jadi memang > saingannya dikit sekali," tegas Christine. > > Adapun, untuk Ramayana Lestari Sentosa sendiri membukukan penurunan > pendapatan sebesar 1,86 persen dari Rp1,07 triliun menjadi Rp1,05 > triliun. Anehnya, laba bersih perusahaan justru melambung hingga > 410,86 persen menjadi Rp14,67 miliar dari Rp2,87 miliar. > > "Itu juga mungkin karena ada penutupan gerainya, jadi kan beban biaya > menurun sehingga ada pengaruh ke laba bersih," tutur Christine. > Lihat juga: > > Potensi Rebound, Saham Telkom dan Astra Bisa Dikoleksi > <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180402080947-92-287474/potensi-rebound-saham-telkom-dan-astra-bisa-dikoleksi/> > > > Sepanjang tahun lalu, Ramayana Lestari Sentosa memang telah menutup 16 > gerai supermarket yang dinilai merugi demi menekan beban biaya > penjualan. Manajemen kembali melakukan kajian ke beberapa gerai > supermarketnya yang tidak menghasilkan penjualan sesuai target. > > Secara keseluruhan, Christine mengakui pelemahan daya beli belum bisa > dikatakan sembuh pada awal tahun ini karena masyarakat belum percaya > sepenuhnya dengan perekonomian dalam negeri, sehingga mereka lebih > memilih untuk menabung. > > "Ditambah nilai tukar rupiah sekarang turun saat daya beli juga belum > kuat, jadi orang menjaga dengan simpan uang," tutur Christine. > > Nilai tukar rupiah pada perdagangan siang ini, Jumat (11/5) rupiah > terpantau menguat 59 poin ke level Rp14.025 per dolar AS, setelah > sempat menguat di sepanjang minggu ini. > Lihat juga: > > Saham Ritel dan Konstruksi Bisa Jadi Pelipur Lara > <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180430092240-92-294590/saham-ritel-dan-konstruksi-bisa-jadi-pelipur-lara/> > > *Pendapatan Naik di Kuartal II* > > Kendati kinerja emiten ritel belum memuaskan, sejumlah analis kompak > menyebut pendapatan emiten ritel akan melesat pada kuartal II > ditopang oleh penjualan selama Ramadan dan Lebaran. > > Hans Kwee menyebut penjualan dari momentum Ramadan dan Lebaran setara > dengan 30 persen-40 persen dari total penjualan selama satu tahun. > Hal ini khususnya terjadi pada Matahari Department Store, Sumber > Alfaria Trijaya, dan Ramayana Lestari Sentosa. > > "Konsumsi masyarakat sebenarnya mulai banyak lagi Maret, tapi lebih > tinggi lagi saat Lebaran," ujar Hans Kwee. > > Umumnya, pendapatan emiten ritel memang lebih banyak berasal dari tiga > momen, yaitu Lebaran, tahun ajaran baru anak sekolah, dan tahun baru. > Menurut Hans Kwee, untuk pendapatan Mitra Adiperkasa biasanya lebih > banyak berasal dari momen tahun baru yang bersamaan dengan Natal. > Lihat juga: > > Gejolak Pasar, Investor Minta Yield Surat Utang Negara Tinggi > <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180511115602-532-297371/gejolak-pasar-investor-minta-yield-surat-utang-negara-tinggi/> > > > "Memang beda-beda, tapi secara umum kondisi ini tidak bermasalah," > jelas Hans Kwee. > > > Namun, Christine mengungkapkan momen Lebaran tak sepenuhnya mampu > mengangkat penjualan Ace Hardware Indonesia karena barang yang dijual > bukanlah pakaian dan makanan serta minuman yang biasanya memang > menjadi kebutuhan masyarakat saat Ramadan dan Lebaran. > > "Kalau Ace Hardware Indonesia biasanya kalau ada sale baru efek ke > penjualan, karena barangnya kan untuk kebutuhan rumah tangga," kata > Christine. > > Ia meramalkan penjualan Ace Hardware Indonesia bisa saja meroket jika > industri properti telah bangkit* (rebound)*. Kendati begitu, > perusahaan tetap beruntug karena tidak memiliki banyak saingan. > > *(agi)*
