https://www.antaranews.com/berita/708967/guntur-soekarnoputra-
tantang-provokator-pemersatu-islam-nasionalis
Guntur Soekarnoputra tantang
provokator pemersatu Islam-
Nasionalis
Jumat, 11 Mei 2018 22:34 WIB
Putra Presiden RI pertama, Guntur Soekarnoputra (tengah) didampingi
istri Henny Emilia Hendayani (kiri) dan putrinya Puti Guntur Soekarno
yang juga calon wakil Gubernur Jawa Timur (kanan) dalam Temu Kangen
Barisan Soekarnois Jawa Timur di Surabaya, Jumat (11/5/2018). Dalam
kesempatan tersebut hadir sekitar 2000 orang yang merupakan 34 simpul
organisasi Soekarnois yang menegaskan dukungan terhadap calon Wakil
Gubernur Jawa Timur Puti Guntur Soekarno yang berpasangan dengan calon
Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf pada pemilihan Gubernur (Pilgub)
Jawa Timur 27 Juni mendatang. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Surabaya (ANTARA News) - Putra sulung Presiden RI pertama Bung Karno,
Guntur Soekarnoputra, menegaskan siap menantang siapa saja yang menjadi
provokator pemersatu antara kalangan Islam dan Nasionalis, khususnya di
Jawa Timur.
"Saya tidak peduli individu, golongan, partai atau siapapun yang menjadi
provokator dan memecah belah Islam-Nasionalis maka saya sebagai putra
sulung Bung Karno siap menantang," ujarnya di sela Temu Kangen Barisan
Soekarnois Jatim di Surabaya, Jumat.
Guntur mengaku tidak ingin ada pihak yang sengaja menghancurkan antara
Islam dan Nasionalis dan menyakini bahwa kekuatan-kekuatan nasionalis
dan Islam secara sejarah telah membuktikan sebagai pengawal NKRI yang
berdasarkan Pancasila.
"Apalagi dengan adanya Pilkada serentak 2018, terutama di Jatim. Semua
harus waspada dan jangan sampai lengah sebab ada pihak yang tidak
menghendaki Pilkada di Jatim berjalan damai dan sukses. Sekali lagi,
semua harus waspada termasuk menghadapi provokator," ucapnya.
Pada kesempatan sama, tokoh marhaenis yang kembali setelah lebih dari 30
tahun muncul di hadapan publik tersebut meminta kepada Soekarnois dan
kaum Marhaen untuk mengawal pasangan nomor urut 2 Saifullah Yusuf (Gus
Ipul)-Puti Guntur Soekarno di Pilkada Jatim.
Menurut dia, untuk bisa memenangkan pasangan Gus Ipul-Puti maka kader
Marhaenis harus memiliki keyakinan tinggi untuk menang dan melakukan
tugasnya mencoblos nomor urut 2.
"Puti adalah anak semata wayang saya dan ikut Pilkada Jatim. Kami mohon
dengan hormat dan kerendahan hati, tanpa harus melihat kedaerahan, mari
memenangkannya," kata putra sulung pasangan Soekarno-Fatmawati tersebut.
Ia juga mengaku tak menginginkan adanya Soekarnois yang tidak memiliki
pendirian kuat dan lemah hanya karena iming-iming rupiah.
"Kalau tidak bisa maka saya menyebutnya `kambing loncat`. Karena mereka
adalah tidak punya pendirian itu biasanya lemah menghadapi apa yang
dinamakan duit. Mari Haqulyaqin 27 Juni datang ke TPS dan pilih nomor
2," katanya.
Sementara itu, kegiatan tersebut diikuti lebih dari 1.500 orang dan 40
eksponen barisan Soekarnois seluruh Jatim.
Turut hadir tokoh nasional Eros Djarot, pengusaha Murdaya Poo, Ketua DPD
PDI Perjuangan Jatim Kusnadi, Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya Wisnu
Sakti Buana, Plt Bupati Trenggalek M. Nur Arifin serta sejumlah tokoh
Marhaenis dan Soekaenois lainnya.
Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018