https://www.antaranews.com/berita/709357/syafii-maarif-seharusnya-yang-
sakit-hati-polisi
Syafii Maarif : Seharusnya yang
sakit hati polisi
Minggu, 13 Mei 2018 18:16 WIB
Prof DR KH Syafii Maarif (Buya Maarif). (ANTARA)
Yogyakarta (ANTARA News) - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii
Maarif mengatakan jika pada akhirnya kasus terorisme di tiga gereja di
Surabaya merupakan balasan aksi rusuh di Mako Brimob seharusnya yang
sakit hati adalah pihak kepolisian bukan para teroris.
"Harusnya `kan` yang sakit hati polisi, yang meninggal polisi lima kok.
Mereka (napi teroris) kan hanya satu. Polisi masih muda-muda dicincang
begitu rupa, ini perbuatan apa, setan enggak kalau begitu," kata Buya di
kediamannya di Yogyakarta, Minggu.
Meski belum mengetahui, apakah aksi terorisme di tiga gereja di Surabaya
itu merupakan kelanjutan dari kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua,
Depok atau berkaitan dengan jaringan teroris lainnya, Syafii mengaku
mendapatkan informasi bahwa pelaku adalah pemain tunggal.
"Saya dapat informasi dari seorang tokoh polisi yang mengatakan ini
pemain tunggal atau `lone wolf` seperti yang terjadi di Gereja Lidwina
(Yogyakarta)," kata dia.
Syafii tidak habis pikir mengenai persebaran para terorisme yang selalu
muncul kembali meski telah berkali-kali diberantas oleh kepolisian.
Terkait hal itu, pemerintah serta aparat kepolian, menurut dia, perlu
mencari akar pokok yang menyebabkan aksi-aksi tersebut terus bermunculan
hingga kini.
"Ini kan sudah berulang-ulang ini dari bom Bali dan seterusnya dan kita
berharap dengan dieksekusi makin reda, ternyata mati satu tumbuh
seribu," kata dia.
Menurut dia, akar masalah terus tumbuhnya terorisme perlu segera dicari
agar Indonesia tidak menjadi seperti Suriah atau sejumlah negara Arab
lainnya seperti Libia, Afganistan, serta Irak.
"Kalau Indonesia sudah rusak seperti di Suriah, saya rasa dunia Islam
sudah runtuh seluruhnya. Orang-orang melihat Indonesia sekarang masih
agak waraslah walaupun tetap terjadi (aksi teror). Kalau Arab sudah
berantakan seluruhnya," kata dia.
Ia juga mengaku sangat prihatin bahwa para teroris melancarkan aksinya
dengan dalih atas nama Tuhan. Klaim seperti itu, menurut Syafii adalah
buah dari penafsiran agama yang keliru dan ditundukkan oleh syahwat
kekuasaan semata.
"Kita sangat prihatin itu (dilakukan), atas nama Tuhan. Kalau begitu
Tuhan kejam dong, tidaklah, Tuhan menurut konsep semua agama enggak
kejam," kata dia.
*Baca juga: Masyarakat diimbau tidak sebar foto-video korban bom
<https://www.antaranews.com/berita/709354/masyarakat-diimbau-tidak-sebar-foto-video-korban-bom>
Baca juga: Presiden Jokowi imbau rakyat tetap tenang
<https://www.antaranews.com/berita/709351/presiden-jokowi-imbau-rakyat-tetap-tenang>
Baca juga: PB NU kutuk bom gereja Surabaya
<https://www.antaranews.com/berita/709348/pb-nu-kutuk-bom-gereja-surabaya>*
Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018