Mochtar Riady: Era Digital Ini Adalah Era Ekonomi Kebersamaan
Rabu, 16 Mei 2018 | 7:23

http://sp.beritasatu.com/home/mochtar-riady-era-digital-ini-adalah-era-ekonomi-kebersamaan/124145

Chairman Lippo Group, Dr Mochtar Riady saat berbicara dalam seminar bertema 
"Strategi Khusus Dalam Menghadapi Era Ekonomi Digital 2018" di Rumah Sakit 
Siloam Yogyakarta, Selasa (15/5). [Fuska Sani Evani] 

Berita Terkait

  a.. Rayakan Ultah ke-89, Mochtar Riady Sangat Sehat 
  b.. Kembangkan Ekonomi Digital, Mochtar Riady: RI Perlu Belajar dari Tiongkok 
  c.. Tanpa Jaringan TIK Andal, Ekonomi Digital Mustahil Tumbuh


[YOGYAKARTA] Chairman Lippo Group, Dr Mochtar Riady mengatakan, ia diminta 
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, untuk menciptakan model-model 
e-commerce atau perdagangan digital, guna menyiasati pasar, sekaligus membantu 
program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan.

Dalam seminar bertema "Strategi Khusus Dalam Menghadapi Era Ekonomi Digital 
2018" di Rumah Sakit Siloam Yogyakarta, Selasa (15/5), Mochtar Riady 
memaparkan, jika dalam sebuah kesempatan, Menteri Perindustrian Airlangga 
Hartarto mengundangnya untuk berdiskusi tentang program pengentasan kemiskinan. 
Namun sebelum masuk kepada program pengentasan kemiskin secara riil, ujar 
Mochtar Riady, perlu dipahami bahwa saat ini, pasar sudah masuk ke era digital. 
Karena itu, mau tidak mau, cara yang paling efektif dalam menghadapi 
transformasi perdagangan, adalah juga ikut menciptakan toko bahkan pasar 
digital seperti halnya Amazon dan Alibaba.

Sedang penetrasi pengentasan kemiskinan, terletak pada siapa yang siap menjadi 
bemper untuk kalangan petani, nelayan ataupun masyarakat pelaku ekonomi kecil, 
menuju transaksi digital tersebut.

“Cara mengantaskan kemiskinan, contohnya petani yang menjual barang murah, 
tetapi harus membeli kebutuhan lain dengan harga mahal. Kepada Menteri 
Perindustrian, saya katakan bahwa melarang toko ritel masuk ke pedesaan, bukan 
solusi. Tetapi bagaimana membela petani secara luas bukan hanya sekelompok 
kecil pengusaha,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mochtar Riady mengungkapkan, dalam sistem perdagangan 
digital, perlu ada ‘penjamin’, sebab antara buyer dan seller akan terjadi 
tarik-ulur kepercayaan.

“Bagaimana caranya membangun pasar digital ini. Pertama adalah adanya 
infrastuktur. Perlu ada satu penjamin, seperti yang dilakukan Jack Ma dengan 
Alibaba. Kemudian sistem distribusi. Tanpa ini, pasar digital tidak akan 
terwujud. Maka saya ditantang menjadi Jack Ma-nya Indonesia. Saya diperintah 
untuk mewujudkan pasar digital masuk desa,” papar Mochtar Riady.

Perlu dipahami, lanjutnya, pasar digital bukan hanya milik orang kaya dan 
pintar. Tetapi harus bisa berkontribusi bagi pengentasan kemiskinan, dan 
mengajak bersama-sama masuk desa. “Era digital ini adalah era ekonomi 
kebersamaan,” tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, ekonomi digital telah menjadi isu penting yang patut 
disambut guna memajukan ekonomi umat. Digitalisasi sebagai salah satu faktor 
kemajuan ekonomi yang melengkapi sumber daya manusia sebagai faktor penting 
lainnya dalam memajukan ekonomi bangsa

Teknologi informasi merupakan revolusi produktivitas ekonomi terbesar sepanjang 
sejarah umat manusia dalam kurun waktu 5.000 tahun. Teknologi informasi telah 
mengubah total pola pikir dan pola hidup manusia.

"Salah satu hal yang patut kita ketahui dalam menghadapi era ekonomi digital 
adalah perkembangan teknologi itu dan daya tahan teknologi tersebut dalam 
merangkul ekonomi yang dominan dapat bermanfaat bagi semua masyarakat. 
Contohnya, usaha perangkat lunak dan perangkat keras memiliki masa bertahan 
sangat pendek dalam ekonomi, karena teknologi selalu menunjukkan perkembangan", 
sebut Mochtar Riady.

Mochtar Riady mengingatkan, masyarakat tidak boleh lalai dalam menghadapi 
langkah kemajuan ekonomi dunia, khususnya pada ekonomi digitalisasi. [152]

Kirim email ke