Perluasan Keterbukaan Perlu Menjadi Kesepahaman Tiongkok dan AS
2018-05-17 10:55:51 CRI
Dialog antara pemimpin kalangan industri dan perdagangan dengan mantan
pejabat senior Tiongkok dan AS putaran ke-10 kemarin (16/5) ditutup di Beijing.
Para wakil peserta dialog berpendapat, keterbukaan lebih lanjut antara kedua
pihak bermanfaat bagi perkembangan hubungan ekonomi dan perdagangan kedua
negara sekarang ini. Wakil pihak Amerika dengan tulus menyatakan, perbuatan
pemungutan tinggi bea masuk adalah salah yang akan merugikan kepentingan
Amerika sendiri.
Dialog antara pemimpin kalangan industri dan perdagangan dengan mantan
pejabat senior Tiongkok dan AS putaran ke-10 yang diselenggarakan bersama oleh
Pusat Pertukaran Ekonomi Internasional Tiongkok dan Kamar Dagangan Nasional AS
digelar di Beijing pada tanggal 15 dan 16 Mei. Selama dialog, 23 pemimpin
kalangan industri dan perdagangan, mantan pejabat tinggi pemerintah serta para
ahli dan sarjana tampak menghadiri dialog, mereka bertukar pendapat mengenai
masalah-masalah terkait hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara, isinya
melibatkan topik-topik perdagangan kedua negara serta arah perkembangan
kebijakan di masa depan, proposal "satu sabuk satu jalan", ekonomi digital,
energi, pertanian dan industri.
Dalam keterangan pers yang diadakan kemarin, Direktur Pusat Tiongkok
Kamar Dagang Nasional AS, Jeremie Waterman sekali lagi menegaskan, perbuahan
pemungutan tinggi bea masuk AS adalah salah yang akan merugikan kepentingan
Amerika sendiri. Cara penyelesaian masalah ialah membuka lebih lanjut pasar,
tetapi bukan menutupinya.
Waterman mengatakan, "pada umumnya kami bukanlah mendukung bea masuk yang
tinggi, kami kira bea masuk yang tinggi adalah cara yang salah. Pada pekan
lalu, kami telah menyerahkan sebuah pernyataan kepada pemerintah Amerika,
memaparkan bahwa bea masuk yang tinggi akan merugikan perusahaan kami serta
merugikan konsumen Amerika, sementara mendampak tuan kebun dan petani. Kami
tidak merasa bahwa menaikkan bea masuk adalah perbuatan yang baik, kami sudah
menjelaskannya. Kami berpendapat cara kemajuan bukanlah menutupi pasar, tetapi
membuka pasar, sekaligus menyelesaikan sejumlah masalah sistematis yang berada
dalam jangka panjang."
Selama tahun-tahun terakhir ini, Tiongkok berturut-turut meluncurkan
berbagai langkah konkret untuk memperluas lebih lanjut bidang moneter.
Belakangan ini, permohonan perusahaan kendaraan tenaga listrik dan energi yang
terkenal di AS Tesla untuk membuka cabang di Shanghai sudah mendapat izin. Para
peserta dialog mencatat bahwa pintu keterbukaan Tiongkok semakin lebar, AS akan
menjadi penerima manfaat.
Selama dialog, Mantan Duta Besar Tiongkok untuk AS, Zhou Wenzhong juga
menegaskan, perluasan keterbukaan tidak saja merupakan permintaan Tiongkok,
lebih-lebih adalah pilihan dua arah antara Tiongkok dengan negara-negara
lainnya.