Indonesia Sangat Layak untuk Tujuan Investasi Tiongkok 
        2018-05-18 11:59:35  Kantor Berita Xinhua 


      Beijing, 17 Mei 2018 – Sebagai sahabat Indonesia, Investor Tiongkok 
diundang untuk berinvestasi di Indonesia. Demikian ajakan Dubes Djauhari 
Oratmangun saat berpromosi investasi Indonesia di hadapan sekitar 200an grup 
perusahaan Tiongkok dalam forum yang diselenggarakan oleh Standard Chartered 
Bank di Beijing. Dubes Djauhari diundang dan didukung sepenuhnya oleh CEO 
Standard Chartered Indonesia, Rino Donosepoetro untuk menyampaikan Sambutan 
Utama pada forum tersebut.



      Tampil sebagai salah satu pembicara dari tiga pembicara utama, Dubes 
Djauhari memaparkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap stabil dan kuat 
sejak tahun 2014, dan pada tahun 2017 bertumbuh sebesar 5,07 persen dengan GDP 
yang sudah melampaui USD 1 triliun yang utamanya didorong oleh faktor konsumsi 
dan investasi. Sebagai salah satu pilar utama ekonomi, investasi swasta 
diharapkan dapat mencapai USD 260,6 miliar dengan 53,3% bersumber dari sektor 
manufaktur.

      Tiongkok sebagai mitra strategis dan sahabat Indonesia merupakan salah 
satu sumber FDI terbesar di Indonesia terhitung pada periode 2015 - 2017 
mencapai USD 6,65 miliar. Pada tahun 2017, investasi Tiongkok ke Indonesia 
mencapai USD 3,3 miliar, naik lima kali lipat dibandingkan pada tahun 2015. 
Posisi Tiongkok telah menanjak naik dari peringkat sembilan menjadi peringkat 
ketiga sebagai investor terbesar di Indonesia. Apabila digabungkan, Tiongkok 
Daratan dan Hongkong, maka akan menjadi investor asing terbesar kedua di 
Indonesia. Sebagai sahabat dan dengan iklim investasi yang semakin bersahabat 
di Indonesia saat ini, Tiongkok layak menjadi investor utama di Indonesia.

      Dubes Djauhari juga sampaikan bahwa dalam kunjungan Perdana Menteri Li 
Keqiang ke Indonesia tgl 6 s.d. 8 Mei lalu telah diterima oleh Presiden Joko 
Widodo juga Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pemimpin kedua negara sepakat untuk 
meningkatkan investasi dan perdagangan seperti penambahan ekspor minyak kelapa 
sawit Indonesia ke Tiongkok (minimal 500.000 ton) per tahun. Selain Tiongkok 
membuka pasar untuk ekspor sarang burung walet dan buah-buahan tropis dari 
Indonesia. Tiongkok juga berkomitmen untuk berinvestasi di sektor produk-produk 
halal dan pakaian muslim di Indonesia untuk diekspor ke Tiongkok dan 
negara-negara lainnya.

      Investasi dalam kerangka kerja sama Inisiatif Belt and Road, sepakat 
untuk membangun empat koridor ekonomi pada empat provinsi di Indonesia, yakni 
Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Bali. Investasi meliputi 
berbagai proyek seperti pengembangan industri, infrastruktur, bandara, kereta, 
pelabuhan, tol, energi dan wisata yang tentunya bersinergi dengan Poros Maritim 
Indonesia.

      Karena itu sekali lagi, Tiongkok yang bersahabat dengan Indonesia, 
silahkan datang dan berinvestasi di Indonesia dan bertumbuh bersama-sama di 
kawasan yang kita jaga bersama agar tetap aman dan damai.


     

Kirim email ke