Heran juga, thd mereka yg jelas2 melakukan teror bom bunuh diri membunuh sekian 
banyak orang diam saja tdk ada komentarnya bahkan dialihkan ke imperialis 
segala macam. Tetapi thd kegiatan anak2 Sion Kids sudah langsung dikritik 
sedemikian kerasnya, benar2 luar biasa.
Kata Sion atau Zion diambil dari nama bukit Zion tempat kota Yerusalem, Zion 
secara biblikal artinya adalah Kerajaan Tuhan.
seperti ada tertulis: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu 
sentuhan dan sebuah batu sandungan, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak 
akan dipermalukan. (Roma 9:33)

Dengan jalan demikian seluruh Israel 1  akan diselamatkan, q  seperti ada 
tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala 
kefasikan dari pada Yakub. (Roma 11:26)


---In [email protected], <ajegilelu@...> wrote :

Buat masyarakat Indonesia samasekali tidak ada masalah 
dengan kumpulan Sion Kids ini. Karena menurut pengakuan, 
gerakan mereka sama seperti gerakan-gerakan sejenis lainnya 
yang ingin mengembalikan Alkitab ke akar Yahudi. Tentu, 
akar yang dimaksud adalah yang ajaran agama Yahudi, 
bukan yang tabiat bangsa Yahudi. 

Makanya wajar saja pemeluk Perjanjian Baru yang bloon, 
ulang: yang bloon, jadi panik karena tak punya nyali dan 
kemampuan untuk melawan selain mengembangkan keahliannya 
sebagai tukang ledek. Itu, pemeluk PB yang bloon. Kalau 
yang cerdas macam Paus Francis (dan 2 Paus sebelumnya) 
kan kalem saja. 

Tinggal, menjadi tugas setiap orang untuk mencerahkan 
sekelilingnya tentang perbedaan antara Yahudi dan Zionisme 
/ Israel. 



--- jetaimemucho1@... wrote:
Kasihan sekali orang-orang "buta huruf"  tak kenal sejarah ini. Tidak tahu 
membedakan hakekat kasus Timor Timur dengan kasus Papua menunjukkan poor 
knowledge tentang sejarah Indonesia. Apa bisa diharapkan mengetahui dengan 
betul sejarah perjuangan rakyat Palestina melawan perampasan tanah sejak 
zionisme Israel berkuasa?? Lebih tak terjangkau lagi masalah 
Imperialisme.....Sudah mengutip penjelasan wikipedia yang singkat tapi 
menyinggung faktor terpenting, ekonomi, politik dan sosial, tapi otaknya hanya 
mampu membuat kesimpulan "bangsa yang berhasil jadi imperialis itu adalah 
bangsa yang sukses karena semua orang itu memang nalurinya jadi penguasa". 
Ha...ha..ha iya betul! Sukses dalam membunuh, menyiksa, mengadu domba, 
merampok, bikin perang, menyebar penyakit dan menciptakan kesengsaraan bagi 
rakyat di dunia. Jadi dengan membanggakan "suksesnya" negara-negara imperialis, 
ia membelejeti dirinya sendiri kepada siapa ia berpihak. Di AS, orang-orang 
Ku-klux-clan, orang-orang rasis, pendukung supremasi orang putih, pendukung 
kepemilikan pribadi atas senjata api, orang-orang neo-nazi, pendukung Zionisme, 
dan orang Amerika umumnya  buta huruf dalam sejarah negerinya sendiri, tingkat 
pengetahuannya begitu rendah sampai tidak tahu misalnya di mana letak 
Ukraina!!. Di AS ada gejala "kultus terhadap ignorance"!!! Di kalangan kita 
sudah tentu terdapat juga orang semacam itu!Jadi saya sama sekali tidak heran 
menemukan komentar yang menyindir dan mengejek Ajeg dan saya berkaitan dengan 
jabatan presiden....Karena tidak bisa mengajukan argumentasi atau fakta yang 
mendukung pendapatnya, untuk membantah pendapat dan fakta yang saya postingkan 
maka jalan satu-satunya adalah mengejek, dan mencemooh!!! Sungguh kasihan 
orang-orang picik seperti ini!!!
On Friday, May 18, 2018 6:46 AM, marthajan04@... wrote: 
Haha.... emang kalo ga bela Palestina berarti memberontak kepada Indonesia? 
aneh......  Senang saya Papua berani menunjukkan berbeda dengan yang lainnya.

Tradisi Sion Kids dan Konvoi Bendera Israel oleh Warga Papua
Ihsan Dalimunthe, CNN Indonesia | Jumat, 18/05/2018 09:22 WIB

Warga Papua punya tradisi bela negara Israel. (REUTERS/Amir Cohen)

Kirim email ke