https://bisnis.tempo.co/read/1091219/jawaban-susi-pudjiastuti-ketika-diejek-soal-pendidikannya?
PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_5
Jawaban Susi Pudjiastuti Ketika Diejek Soal
Pendidikannya
Reporter:
Chitra Paramaesti
Editor:
Kodrat Setiawan
Selasa, 22 Mei 2018 06:25 WIB
#
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membacakan puisi
<https://statik.tempo.co/data/2018/05/09/id_704014/704014_720.jpg>
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membacakan puisi "20
Tahun Reformasi kembali ke Rumah Rakyat" di Kompleks Parlemen Senayan,
Jakarta, 8 Mei 2018. Malam Puisi dan Musik ini untuk memperingati 20
tahun Reformasi. TEMPO/Fakhri Hermansyah
*TEMPO.CO, Jakarta* - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
<https://www.tempo.co/tag/susi-pudjiastuti> kerap dicemooh banyak ahli
perikanan sebagai menteri yang bodoh karena hanya lulus sekolah menengah
pertama. Hinaan tersebut terkait dengan kebijakan-kebijakan perikanan
yang dia buat.
Susi tidak mengambil pusing soal ejekan orang lain terhadapnya. "Mereka
lupa, meski saya tidak sekolah, saya punya sarjana banyak di KKP,"
ucapnya dalam sambutannya di Diskusi RUU Perikanan, Senin, 21 Mei 2018.
Meski hanya lulus SMP, Susi menerima gelar doktor /honoris causa /dari
Universitas Diponegoro (Undip) pada 3 Desember 2016 atas prestasinya di
bidang kelautan.
*Baca juga: Susi Pudjiastuti: Setelah Minyak Habis, Laut Sumber Daya
Terakhir
<https://bisnis.tempo.co/read/1091133/susi-pudjiastuti-setelah-minyak-habis-laut-sumber-daya-terakhir>*
Menurut Susi, keberaniannya mengambil keputusan berkat pengalaman dan
masukan dari orang-orang di sekitarnya. Dia berujar, kebijakan yang dia
buat agar Indonesia berdaulat menjadi poros maritim dunia.
Kata tenggelamkan yang kerap dia ucapkan, tutur Susi, harus dimasukkan
ke dalam RUU Perikanan. Sebab, dalam undang-undang sebelumnya, peraturan
itu belum ada. Itu yang membuat banyaknya kapal asing pencuri ikan
berseliweran di perairan Indonesia.
Setelah peraturan menenggelamkan kapal asing dieksekusi, tutur Susi,
7.000 kapal asing tidak berani melaut di perairan Indonesia. Dia yakin
para pemilik kapal akan mencari celah untuk melakukan penangkapan ikan
secara ilegal lagi.
Susi menjelaskan, dengan ditenggelamkannya ratusan kapal asing pencuri
ikan, saat ini banyak nelayan kecil mendapatkan ikan di laut. Industri
perikanan juga semakin naik. "Atas keseriusan ini, kami ingin merevisi
UU Perikanan," ucapnya.
Dalam UU Perikanan sebelumnya, kata Susi Pudjiastuti
<https://www.tempo.co/tag/susi-pudjiastuti>, kapal asing diperbolehkan
melintas di perairan Indonesia sambil menebar jaring. "/Free navigating/
boleh, tapi kamu /nyebar/ jaring, itu sama saja /nyolong/."
------------------------------------------------------------------------
# Susi Pudjiastuti <https://www.tempo.co/tag/susi-pudjiastuti>