https://dunia.tempo.co/read/1091397/amerika-serikat-ajukan-12-tuntutan-rouhani-anda-ini-siapa
Amerika Serikat Ajukan 12 Tuntutan, Rouhani:
Anda Ini Siapa?
Reporter:
Tempo.co
Editor:
Suci Sekarwati
Selasa, 22 Mei 2018 16:58 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani. [Daily Post]
<https://statik.tempo.co/data/2018/02/12/id_683735/683735_720.jpg>
Presiden Iran Hassan Rouhani. [Daily Post]
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Presiden Iran <https://www.tempo.co/tag/iran>,
Hassan Rouhani, menanggapi dingin 12 tuntutan Amerika Serikat terhadap
Iran. Dia mengatakan dunia tidak bisa menerima unilateralisme Amerika
Serikat dan era Amerika Serikat membuat keputusan bagi dunia sudah
berakhir.
"Negara-negara di dunia sudah merdeka. Kami akan melanjutkan jalan kami
mendukung negara kami. Anda ini siapa, mengambil keputusan bagi Iran dan
dunia," kata Rouhani, tak lama setelah Washington menjatuhkan 12
tuntutan pada Iran, Senin, 22 Mei 2018.
Pernyataan Rouhani itu untuk menjawab pernyataan Menteri Luar Negeri
Amerika Serikat, Mike Pompeo, yang memperingatkan akan menjatuhkan
sanksi keuangan yang lebih besar kepada Iran jika negara itu tidak mau
menjalankan 12 tuntutan yang harus dipenuhi sebelum sebuah kesepakatan
baru diambil.
Baca: Dukungan Uni Eropa untuk Kesepakatan Nuklir Iran Tak Cukup
<https://dunia.tempo.co/read/1091090/dukungan-uni-eropa-untuk-kesepakatan-nuklir-iran-tak-cukup>
Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif. REUTERS/ Saad Shalash
Baca:3 Perseteruan Iran melawan Amerika Serikat
<https://dunia.tempo.co/read/1049304/3-perseteruan-iran-melawan-amerika-serikat>
Sebelumnya pada awal Mei 2018, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,
mengumumkan menarik diri dari kesepakatan internasional nuklir Iran yang
ditanda-tangani Amerika Serikat, Iran dan sekutu-sekutu Amerika Serikat
di Eropa. Dengan keputusan itu, maka Amerika Serikat akan memperketat
sanksi kepada Iran.
Inti dari total 12 tuntutan Amerika Serikat kepada Iran adalah agar Iran
membuat perubahan bidang militer dan merubah kebijakan-kebijakan
kawasan, termasuk menarik pasukannya dari Suriah dan Iran tidak lagi
mengancam negara-neara tetangganya.
Selain Presiden Rouhani, Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, menyebut
tuntutan yang diajukan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat itu
memalukan. Amerika Serikat disebut Zarif telah mengalami kemunduran pada
perilakunya yang lama.
Dikutip dari situs /aljazeera.com/ pada Selasa, 22 Mei 2018, Zarif
mengatakan Amerika Serikat telah mengulangi pilihan yang salah dan akan
menuai penderitaan sebagai 'hadiah' dari pilihannya ini. Iran
<https://www.tempo.co/tag/iran> akan bekerja sama dengan mitra-mitranya
untuk mencari solusi.
------------------------------------------------------------------------
=============
https://dunia.tempo.co/read/1091428/rouhani-ke-as-siapa-anda-sehingga-mengatur-segala-hal-di-iran?
BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_5
Rouhani ke AS: Siapa Anda Sehingga mengatur
Segala Hal di Iran?
Reporter:
Terjemahan
Editor:
Maria Rita Hasugian
Selasa, 22 Mei 2018 15:53 WIB
Presiden Iran Hassan Rouhani. [Daily Post]
<https://statik.tempo.co/data/2018/02/12/id_683735/683735_720.jpg>
Presiden Iran Hassan Rouhani. [Daily Post]
Jakarta- Presiden *Iran
<https://www.tempo.co/tag/iranhttps://www.tempo.co/tag/iran>*, Hassan
Rouhani membalas balik ancaman Amerika Serikat soal tuntutan kepada
negaranya untuk memenuhi 12 tuntutan perjanjian senjata nuklir. Rouhani
mengatakan bahwa dunia kini tidak lagi mau menerima perjanjian sepihak
yang dibuat Amerika Serikat.
“Siapa anda sehingga merasa diri berhak mengatur segala hal kepada Iran
dan dunia?,” kata Rouhani kepada Pemerintah Amerika Serikat.
Baca: 12 Tuntutan Amerika Serikat untuk Iran
<https://dunia.tempo.co/read/1091317/12-tuntutan-amerika-serikat-untuk-iran>
Presiden Rouhani menambahkan, Amerika Serikat tidak berhak mencampuri
urusan Iran dan dunia karena semua negara-negara telah bebas merdeka.
Respons keras Iran tersebut dipicu oleh pernyataan Sekretaris Negara
Amerika Serikat, Mike Pompeo, soal 12 tuntutan perjanjian nuklir yang
harus dipenuhi Iran pada Senin, 21 Mei 2018.
Beberapa poin utama tuntutan tersebut antara lain tentang keharusan Iran
menunda program pengayaan uranium, menghentikan program senjata rudal
balistik milik mereka yang dianggap mengancam negara lain, membuka akses
bagi anggota pengawas badan nuklir dunia untuk masuk ke Iran dengan
leluasa, menghentikan dukungan kepada kelompok teroris di Timur Tengah,
menarik mundur pasukannya dari Suriah, dan menghentikan dukungan
terhadap pemberontak Houti di Yaman.
Baca: 3 Perseteruan Iran melawan Amerika Serikat
<https://dunia.tempo.co/read/1049304/3-perseteruan-iran-melawan-amerika-serikat>
Mike Pompeo bahkan mengancam bila Iran tidak melaksanakan 12 tuntutan
soal perjanjian nuklir ini maka Amerika akan memberikan tekanan ekonomi
dan militer serta sanksi paling berat dalam sejarah Iran.
Presiden Rouhani menyebut sikap Amerika Serikat di bawah pemerintahan
Presiden Donald Trump ini seperti langkah mundur 15 tahun yang lalu di
era Presiden George Bush Junior. Pernyataan Pompeo menurut Rouhani sama
persis dengan pernyataan presiden Amerika pada 2003.
“Era pernyataan tersebut semakin berlalu dari waktu ke waktu. Rakyat
Iran sudah bosan mendengar ratusan kali pernyataan yang sama sehingga
mereka tidak lagi menaruh perhatian terhadap soal ini,” jelas Rouhani.
Negara-negara di dunia menyikapi isu tekanan perjanjian nuklir kepada
Iran ini dengan beragam sikap.
Baca: Prancis Kutuk Keputusan Trump Soal Pembatalan Nuklir dengan Iran
<https://dunia.tempo.co/read/1087376/prancis-kutuk-keputusan-trump-soal-pembatalan-nuklir-dengan-iran>
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan, Amerika Serikat
mengeluarkan 12 tuntutan untuk Iran untuk sebagai jaminan keamanan di
kawasan Timur Tengah.
Sebaliknya Uni Eropa, Rusia dan Cina mengkritik sikap Amerika Serikat
yang keras terhadap Iran <https://www.tempo.co/tag/iran>. Mereka
menganggap bahwa pernyataan Pompeo mengenai tuntutan kepada Iran tidak
banyak membantu stabilitas keamanan regional serta membantu mempengaruhi
Iran dalam membuat program kebijakan nuklirnya.
*ALJAZEERA|TIME|TEHRANTIMES|THESTRAITSTIMES|ZIKRIL HAKIM BADRI*
------------------------------------------------------------------------