Saya kira mereka yg kurang gizi jauh lebih banyak, angka 3 juta itu yg terdata, 
yg seperti puncak gunung es yg kelihatan dipermukaan kecil tetapi dibawah 
besar. 
Jaman sekarang berbeda dengan jaman dulu, jaman dulu bila tidak punya duit 
masih bisa tinggal ambil makanan dikebun, dihutan, disungai, dilaut. Tetapi 
sekarang hutan sudah malih rupa jadi perkebunan kelapa sawit yg dipenuhi 
pestisida tidak ada yang bisa dimakan, sungai2 serba hitam penuh limbah bahkan 
eceng gondok-pun tidak mau hidup, ikan2 di-lautan-pun tinggal sedikit juga 
banyak yang tercemar mercury, kebun juga malih rupa jadi jadi cem-macem.

---In [email protected], <ilmesengero@...> wrote :








Apakah hanya 3 juta anak menderita gizi buruk? Kalau untuk membuat murid 
sekolah menjadi pintar, Jokowi bagi-bagi KIP (Kartu Indonesia Pintar), lantas 
bagaimana dengan mereka yang menderita kekurangan gizi? Apakah tidak perlu 
dibuat kartu anti kekurangan gizi supaya Jokowi bisa jalan sana sini 
membagi-bagikannya”KAKG” (Kartu anti kekurangan gizi).







https://www.supportunicefindonesia.org/donate/krisis-gizi-3-juta-anak-indonesia-menderita-gizi-buruk?utm_source=Native&utm_medium=Dabble&utm_campaign=Nutrition







Krisis Gizi: 3 juta Anak Indonesia menderita Gizi Buruk

Ada masalah kesehatan yang sangat serius dihadapi oleh anak-anak.

Anda dapat menolong Julriska dan anak-anak lain untuk merayakan ulang tahun 
pertamanya.

Beberapa minggu sebelum ulang tahun pertamanya, Julriska terserang demam dan 
gatal-gatal. Dia sangat kurus. Nafsu makannya hilang, berat badan Julriska 
hanya 7 Kilogram, tidak sampai berat ideal seorang anak usia 1 tahun.

UNICEF Indonesia mengupayakan sebuah program Penanganan Gizi Buruk Berbasis 
Masyarakat. Di mana setiap anak yang terdeteksi sangat kurus bisa tetap 
mendapatkan perawatan di rumah, seperti Julriska yang setiap harinya 
mendapatkan Obat Gizi sesuai dosis yang diperlukan untuk memulihkan kondisi 
tubuhnya.

Mau kah Anda ikut membantu Anak-anak Indonesia mencapai hari ulang tahun 
pertamanya?

Petugas kesehatan membawa Julriska ke Puskesmas untuk diberikan perawatan 
khusus penderita gizi buruk, di mana setiap bayi seperti Julriska mendapat 
asupan nutrisi khusus berbentuk pasta kacang atau RUTF (Ready-to-use 
Therapeutic Food). Julriska terus mendapatkan perawatan dari rumah oleh sang 
ibu dan didampingi oleh petugas kesehatan, hingga ia sembuh.

Sulit dipercaya, kini Julriska dapat merayakan hari ulang tahun pertamanya 
dengan riang gembira setelah melewati masa-masa krisis gizi buruk selama 
beberapa minggu.

Bersediakah Anda bersama UNICEF menolong anak-anak untuk merayakan ulang tahun 
pertamanya dengan sehat dan penuh kebahagiaan?




Kirim email ke