Nah senang kan rakyat mendapat kesejatan gratis, biaya berobat itu tak semudah 
…..

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, May 24, 2018 2:29 AM
To: [email protected]; [email protected]; Persaudaraan 
<[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>; [email protected]
Subject: [**EXTERNAL**] [GELORA45] Jokowi Tegur Anies Soal Biaya Mahal 
Pengobatan, di Jakarta





https://nasional.tempo.co/read/1091869/jokowi-tegur-anies-soal-biaya-mahal-pengobatan-di-jakarta

Jokowi Tegur Anies Soal Biaya Mahal Pengobatan
di Jakarta
Reporter:
Friski Riana
Editor:
Arkhelaus Wisnu Triyogo
Rabu, 23 Mei 2018 17:26 WIB
[Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang perwakilan            Kepala Desa 
saat Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pembinaan            Penyelenggaraan 
Pemerintahan Desa, Pusat dan Daerah Tahun 2018            di Jakarta, 14 Mei 
2018. Jokowi juga berharap dana desa yang            telah dikucurkan dari 
2015-2018 dengan total Rp187 triliun            dapat mendorong kesejahteraan 
masyarakat desa. ANTARA            FOTO/Puspa 
Perwitasari]<https://statik.tempo.co/data/2018/05/14/id_705372/705372_720.jpg>

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang perwakilan Kepala Desa saat Pembukaan 
Rapat Koordinasi Nasional Pembinaan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Pusat 
dan Daerah Tahun 2018 di Jakarta, 14 Mei 2018. Jokowi juga berharap dana desa 
yang telah dikucurkan dari 2015-2018 dengan total Rp187 triliun dapat mendorong 
kesejahteraan masyarakat desa. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi 
<https://www.tempo.co/tag/jokowi> menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 
atas tingginya biaya pengobatan di rumah sakit di Jakarta. Sambil menegur 
Anies, Jokowi menyebut biaya pengobatan di rumah sakit di Jakarta cukup mahal.

"Jakarta mahal-mahal kalau sakit, Pak Gub. Memang Jakarta mahal," kata Jokowi 
saat bersilaturahmi dengan peserta penerima manfaat program Jaminan Kesehatan 
Nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 
Mei 2018.

Baca: Teken Aturan, Jokowi Pastikan Pensiunan Dapat THR Tahun 
Ini<https://bisnis.tempo.co/read/1091755/teken-aturan-jokowi-pastikan-pensiunan-dapat-thr-tahun-ini>

Anies menghadiri acara itu untuk menerima penghargaan kepada kepala daerah yang 
berhasil mencapai Universal Health Coverage (UHC) di wilayah kerjanya. Tercatat 
4 provinsi, 28 kota, dan 92 kabupaten yang berhasil mencapai UHC tahun ini.

Teguran itu terjadi ketika Jokowi sedang menyebutkan total biaya pengobatan 
setiap daerah yang dibiayai pemerintah. Menurut dia, program kesehatan dari 
pemerintah selama ini sudah cukup membantu biaya pelayanan kesehatan para 
peserta.

Ia menyebutkan salah satu contohnya adalah peserta dari Tanjung Pinang yang 
biaya kesehatannya ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial sebesar 
Rp 624 juta. Ada juga peserta di Jakarta Pusat yang dibiayai Rp 435 juta.

Baca: Jokowi Segera Teken THR PNS, Siap Dibagikan Sebelum 
Lebaran<https://bisnis.tempo.co/read/1091546/jokowi-segera-teken-thr-pns-siap-dibagikan-sebelum-lebaran>

Bahkan, Jokowi menuturkan bahwa ada pasien di Karanganyar yang dibiayai hingga 
Rp 1 miliar untuk pengobatan penyakit hemofilia. "Ini tugas pemerintah yang 
harus dikerjakan untuk menyelesaikan masalah-masalah berkaitan dengan 
kesehatan. Tapi kita berharap rakyat kita semua sehat," ucapnya.

Jokowi menegaskan kepada jajaran pemerintahan untuk tidak menghambat dan 
mempersulit rakyat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan. "Jangan sampai 
saya cek ke rumah sakit ada yang ngeluh ke saya karena dipersulit. Pasti akan 
saya kejar, saya cari," katanya.

Baca: Survei: 58,2 Persen Publik Tak Tahu Nawacita 
Jokowi-JK<https://nasional.tempo.co/read/1091548/survei-582-persen-publik-tak-tahu-nawacita-jokowi-jk>

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga berdialog dengan masyarakat yang sudah 
merasakan manfaat Kartu Indonesia Sehat. Nurliya, 38 tahun, didiagnosa penyakit 
tumor ganas sejak 2016. Ia telah menjalani serangkaian kemoterapi dan operasi.

Sempat ingin bunuh diri, Nurliya kembali optimistis dirinya bisa sembuh karena 
menggunakan KIS, sehingga tak perlu memikirkan biaya pengobatannya yang mahal. 
"Alhamdulillah ada perubahan. Bahkan kemarin-kemarin badanku yang kurus jadi 
gemuk sekarang. Terima kasih untuk JKN. Terima kasih Bapak Presiden yang 
terhormat," kata Nurliya saat bertemu Jokowi<https://www.tempo.co/tag/jokowi>.

________________________________






Kirim email ke