REFLEKSI : THR ada hubungan yang erat dengan agama Islam, jadi menggunakan THR 
sebagai kebijakan populis dalam konteks 


 
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180525211547-32-301435/bagi-bagi-thr-investasi-elektoral-jokowi-menuju-pilpres-2019>
 Investasi Elektoral Jokowi Menuju Pilpres 2019 (kartu As Jokowi)), saya 
tanggapi sebagi suatu ketidak sopanan politik. Jika ini yang terjadi itu 
berarti bahwa agama Islam telah digunakan sebagai sarana untuk melakukan 
mekanisme politik dalam Pilpres 2019, yang secara terselubung untuk memaksa 
PNS, TNI, Polri untuk memilih Jokowi.


Roeslan.


 

 

Von: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Gesendet: Samstag, 26. Mai 2018 04:58
An: [email protected]
Betreff: [GELORA45] Bagi-bagi THR, Investasi Elektoral Jokowi Menuju Pilpres 
2019

 

  

 


ANALISIS


Bagi-bagi THR, Investasi Elektoral Jokowi Menuju Pilpres 2019 
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180525211547-32-301435/bagi-bagi-thr-investasi-elektoral-jokowi-menuju-pilpres-2019>
 


DHF, CNN Indonesia | Sabtu, 26/05/2018 09:00 WIB

Bagikan :     

 Bagi-bagi THR, Investasi Elektoral Jokowi Menuju Pilpres 2019 
<https://awsimages.detik.net.id/visual/2018/05/02/2d5faed5-7623-48a7-b4ff-c34564aaf0d4_169.jpeg?w=650>
 Pemerintah RI memutuskan kenaikan THR PNS, prajurit TNI, aparat kepolisian, 
pensiunan, dan penerima tunjangan. Kebijakan yang direalisasi lewat PP Nomor 19 
Tahun 2018. (REUTERS/Willy Kurniawan)

Jakarta, CNN Indonesia --  <https://www.cnnindonesia.com/tag/jokowi> Presiden 
Joko Widodo (Jokowi) telah memberi kepastian kenaikan  
<https://www.cnnindonesia.com/tag/thr> tunjangan hari raya (THR) bagi Pegawai 
Negeri Sipil (PNS), prajurit TNI, aparat kepolisian, pensiunan, dan penerima 
tunjangan.

Kebijakan yang direalisasi lewat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2018 
tentang Pemberian THR dalam Tahun Anggaran 2018 kepada PNS, Prajurit TNI, 
Anggota Polri, Pejabat Negara, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan ini 
dinilai terlalu politis.

Pasalnya kebijakan ini memicu pembengkakan anggaran THR mencapai Rp17,88 
triliun setahun sebelum Pilpres 2019.




 



Lihat juga:


  
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180525210340-532-301424/daftar-tenaga-honorer-penerima-thr/>
 Daftar Tenaga Honorer Penerima THR


Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Adi 
Prayitno menilai kebijakan ini sebagai manuver Jokowi mengamankan suara sebagai 
petahana.

Kebijakan ini, katanya, dikeluarkan di waktu yang tepat di saat ekonomi sedang 
tak begitu baik. Hal ini akan sedikit-banyak menambah simpati masyarakat kepada 
Jokowi.

"Ini investasi elektoral, semacam menanam kebaikan di tahun politik sebagai 
upaya menarik simpati PNS, TNI, Polri karena kebijakan ini populis," kata Adi 
saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (25/5).

Di satu sisi kebijakan ekonomi memberi insentif finansial kepada aparatur sipil 
negara (ASN) sebelumnya dikenal sebagai bukan kebijakan yang lekat dengan 
Pemerintahan Jokowi. Jokowi baru satu kali menaikkan gaji ASN dalam masa 
pemerintahannya yang hampir empat tahun. Dia menambah gaji ASN beberapa bulan 
setelah dilantik lewat PP Nomor 30 Tahun 2015.

Hal ini justru berbeda dengan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang 
menjadikan kenaikan gaji ASN sebagai rutinitas tahunan. Pada masa 
pemerintahannya yang berlangsung dua periode, sejak 2008, SBY diketahui tak 
pernah alfa dalam menaikkan gaji ASN. Kenaikan berkisar enam hingga dua puluh 
persen.



Lihat juga:


  
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180524153724-532-301005/tak-seperti-pns-thr-untuk-karyawan-swasta-dipotong-pajak/>
 Tak Seperti PNS, THR untuk Karyawan Swasta Dipotong Pajak


Adi mengakui memang terlalu dini untuk mengatakan kebijakan THR ini menjadi 
'Kartu As' Jokowi dalam memenangkan Pilpres 2019.


 Bagi-bagi THR, Investasi Elektoral Jokowi Menuju Pilpres 2019 
<https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2018/05/04/6e03dd53-d822-43a2-8cf3-2bcf7f2fca3f_11.jpeg?w=350>
 Joko Widodo. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)

Namun setidaknya Jokowi telah menanamkan simpati di masyarakat. Adi mengatakan 
berkaca dari era pertama SBY yang menelurkan kebijakan populis seperti bantuan 
langsung tunai (BLT) sesaat sebelum Pilpres 2009, kebijakan Jokowi ini 
cenderung akan mendongkrak elektabilitas.

"Secara linier investasi ini sering kali cenderung berbanding lurus dengan 
keterpilihan ekektoral kandidat apalagi petahana di kontestasi elektoral. 
Jokowi akan diingat sebagai Presiden yang memberi trobosan dalam hal 
kesejahteraan ASN," imbuhnya.

Dihubungi terpisah, CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali menganggap 
kebijakan ini adalah keuntungan Jokowi sebagai petahana.

Jokowi yang mengendalikan sumber daya finansial negara tidak bisa dipungkiri 
dapat bermanuver dalam mengamankan suara di Pemilu 2019.

Meski tak berdampak langsung, setidaknya Jokowi bisa menarik simpati dari para 
ASN dan keluarga dekatnya.

"Harapan (Jokowi) selain menarik simpati ASN, juga kepada publik secara luas. 
Ini menunjukan keberpihakan Jokowi kebijakan populis," kata Hasan saat 
dihubungi, Jumat (25/5).



Lihat juga:


  
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180523133229-532-300600/anggaran-thr-dan-gaji-13-pns-tahun-ini-naik-69-persen/>
 Anggaran THR dan Gaji 13 PNS Tahun Ini Naik 69 Persen


Berdasarkan data yang dihimpun CNNIndonesia.com, saat ini ada sekitar empat 
juta PNS, empat ratus ribu prajurit TNI, dan empat ratus ribu aparat 
kepolisian. Belum ditambah jumlah pensiunan yang tahun ini secara istimewa juga 
menerima THR.

Hasan menyampaikan jika satu ASN memiliki dua anggota keluarga lainnya, Jokowi 
telah menarik simpati dari sekitar hampir 15 juta orang. Belum menghitung orang 
yang timbul simpati meski tak terkait langsung dengan kebijakan THR.

Meski begitu, ucap Hasan, hal ini tak serta merta menempatkan Jokowi di atas 
angin. Seperti hasil survei Alvara di Februari 2018, Jokowi masih rentan saat 
diserang isu ekonomi.

Apalagi saat ini beberapa kebijakan ekonomi Jokowi jalan di tempat. Seperti 
pertumbuhan ekonomi yang mondar-mandir di angka 5 persen ataupun nilai tukar 
rupiah yang sudah tenggelam di angka 14.100.

"Saya kira jalan masih panjang. Jika oposisi bisa lebih cantik dan cerdas 
mengkritisi kebijakan ekonomi yang lebih baik bagi bangsa ini, saya kira bisa 
meng-counter," tambah Hasan.

Dan, pada Jumat (25/5) malam, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengonfirmasi bahwa 
honorer di lingkungan instansi pemerintah pun mendapatkan kucuran THR.



Lihat juga:


  
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180525203822-532-301418/sri-mulyani-beri-thr-rp440-miliar-untuk-satpam-hingga-sopir/>
 Sri Mulyani Beri THR Rp440 Miliar untuk Satpam Hingga Sopir


Dalam laman Facebook-nya, Sri Mulyani mengungkapkan tenaga honorer instansi 
pusat akan mendapatkan tambahan honor sebesar satu bulan sebagai THR. 

"Pegawai honor tersebut lebih tepat disebut sebagai pegawai kontrak," ujarnya, 
Jumat (25/5). 

Ia menjelaskan anggaran untuk THR pegawai kontrak tersebut sudah diperhitungkan 
pada DIPA masing-masing kantor sesuai PMK Nomor 49 Tahun 2017 tentang Standar 
Biaya Masukan dalam penyusunan anggaran 2018. 

"Alokasi dana bagi pegawai kontrak untuk kebutuhan pembayaran THR Juni 2018 
sebesar Rp440,38 miliar," terang Sri Mulyani. 

Sri Mulyani menyatakan pemberian THR bagi Honorer itu telah diterbitkan dalam 
surat Dirjen Perbendaharaan Nomor S-4452/PB/2018 tanggal 24 Mei 2018. (kid)

 



Kirim email ke