Perang Sekutu Vs Jepang Di Indonesia 
https://www.erepublik.com/en/article/perang-sekutu-vs-jepang-di-indonesia-2157849/1/20
 Day 1,822, 18:11•Published in Indonesia  
https://www.erepublik.com/en/main/news/latest/all/Indonesia/1•by khancil
 
 
Yang agak dilupakan dalam pendidikan sejarah di sekolah kita dahulu adalah 
fakta bahwa Indonesia juga merupakan salah satu arena tempur antara Jepang 
melawan sekutu. Jadi bukan cuma tok pertempuran para pejuang kita. pertempuran 
ini terjadi thn 1942 (penyerbuan Jepang) dan 1945 (direbutnya propinsi Papua, 
Maluku Utara, dan Kalimantan Timur oleh Amerika dan Australia dari tangan 
Jepang).



Beberapa pertempuran PD II di perairan Indonesia:

1. Pertempuran Selat Makassar (09-02-1942)
Armada gabungan Belanda dan Amerika gagal menghentikan armada Jepang yg hendak 
menyerbu Balikpapan

2. Pertempuran Selat Badung (19/20-02-1942)
Armada gabungan Belanda, Inggris, dan Amerika berusaha mencegat armada Jepang 
yg hendak menyerbu Bali. Namun, Jepang menang dan menenggelamkan kapal perusak 
Belanda, HNLMS Piet Hein

3. Pertempuran Laut Jawa (27/28-02-1942)
Terjadi di lepas Pulau Bawean. Armada gabungan Belanda, AS, Australia, dan 
Inggris hendak mencegat armada Jepang yg akan mendarat di Jawa Tengah, tetapi 
malah dihancurkan armada Jepang tersebut. Kapal yg tenggelam: HMS Exeter 
(Inggris), HNLMS De Ruyter (Belanda), HNLMS Java (Belanda), HMS Electra 
(Inggris), HMS Encounter (Inggris), HNLMS Kortanaer (Belanda), HNLMS Witte de 
With (Belanda). Total korban tewas di pihak Sekutu 2.300 org, termasuk komandan 
armada Laksmana Karel Doorman (Belanda). Jepang hanya kehilangan 2 kapal angkut 
kecil.

4. Pertempuran Selat Sunda (01-03-1942)
Sisa-sisa armada sekutu yg selamat hendak kabur ke Ceylon (Sri Lanka) melalui 
Selat Sunda, tapi malah bertemu armada Jepang yg akan mendarat di Merak dan 
Teluk Banten. Akibatnya, USS Houston (AS) dan HMAS Perth (Australia) 
ditenggelamkan Jepang dgn korban tewas 1.000 di pihak Sekutu. 14 kapal angkut 
Jepang tenggelam. Komandan USS Houston yg ikut tenggelam bersama kapalnya, 
Kapten Albert H Rooks, mendapat Medal of Honor setelah PD II usai


Beberapa pertempuran PD II di daratan Indonesia:

1. Pertempuran Tarakan (10/12-01-1942)
6.600 tentara Jepang dibawah Detasemen Sakaguchi (pimpinan: Mayjen Shizuo 
Sakaguchi) menyerbu Pulau Tarakan di Kalimantan Timur yg merupakan daerah 
penambangan minyak bumi. Tarakan dijaga satuan KNIL (Koninklijke 
Nederlansch-Indie Leger) sebanyak 1.300 org dibawah Letkol S de Waal dan 
beberapa kapal AL Belanda (Zeemacht Nederlands-Indie) dibawah Komandan HC 
Nieuwenhuisen. Belanda kalah telak, 500 tentara Belanda tewas (termasuk 300 yg 
dibantai Jepang sesudah menyerah). 250 tentara Jepang tewas.

2. Pertempuran Menado (Januari-Februari 1942)
3.000 tentara Jepang dibawah Satuan Pendaratan Sasebo (Kapten Kunizo Mori) dan 
Satuan Linud I Yokosuka (Komandan Toyoaki Horauchi) melakukan pendaratan di 
Teluk Manado dan Teluk Kema, serta melakukan terjun payung ke Langoan di tepi 
Danau Tondano. Sulawesi Utara dijaga Troepencommando Menado (1.500 org) dibawah 
Mayor BFA Schillmoller. Tentara Belanda berhasil melakukan perlawanan gerilya 
dibantu penduduk Minahasa yg pro-Belanda selama satu bulan. Jepang 
menghancurkan satuan gerilya Belanda terakhir dibawah Kapten WC van den Berg 
tgl 20-02-1042.

3. Pertempuran Palembang (14/16-02-1942)
300 tentara Jepang dr Resimen Parasut II (Kolonel Seiichi Kume) terjun payung 
ke Plaju dan Bandara Talangbetutu, disusul pendaratan 5000 tentara Jepang di 
tepi Sungai Musi. Palembang dijaga 2000 tentara KNIL dibawah Letkol LNW 
Vogeslang dan beberapa tentara Inggris pelarian dr Singapura. Setelah 
pertempuran dahsyat dimana 80% parasutis Jepang tewas atau luka2, pasukan 
Sekutu mundur dr seluruh Sumsel dan lari ke Jawa.

4. Pembersihan Sumatera (Februari-Maret 1942)
Sekitar 9000 tentara Belanda dibawah Mayjen RT Overakker di Sumatera Bagian 
Utara terpotong dr jalur pelarian ke Jawa oleh pendaratan Jepang di Palembang. 
Tentara Jepang menyerbu ke utara dr Palembang, pecah pertempuran sengit di 
Muaratebo di Jambi dimana Belanda berhasil menghambat Jepang.
Jepang lalu mendaratkan 22.000 pasukan Garda Imperial (penuh pengalaman tempur 
di China dan Malaya) di Sabang, Koetaradja (Banda Aceh), dan Idi Rayeuk. 
Pasukan Belanda mundur dari Medan dan pantai timur Sumatera ke pedalaman, 
berpusat di Danau Toba dan Pegunungan Wilhelmina (Pegunungan Leuser). Terjadi 
pertempuran sengit di Simpangraja, Balige, dan Porsea, sementara tentara Jepang 
dr Palembang berhasil menerobos garis Belanda di Muaratebo. Di Aceh, pecah 
pemberontakan dipimpin PUS (Persatuan Ulama Seluruh Aceh) dibawah Daud 
Beureueh. Banyak tentara Indonesia desersi dr Belanda dan balik membantu 
Jepang. Akhirnya, satuan Belanda terakhir dibawah Mayjen Overakker menyerah di 
Blangkejeren, Aceh Tenggara, tgl 28-03-1942

5. Pertempuran Ambon (Januari 1942)
500 tentara Jepang dibawah Resimen Infantri 228 dan 820 dibawah Satuan 
Pendaratan Khusus Imperial (dibawah Laksdya Kouichiro Hatakeyama) mendarat di 
Hitu-Lama (Teluk Ambon) dan pantai selatan Jazirah Laitimor tgl 30-01-1942. 
Ambon dijaga 2.800 tentara KNIL dibawah Letkol JRL Kapitz dan 1.170 tentara 
Australia (Gull Force) dibawah Kolonel LN Roach. Pendaratan Jepang tak menemui 
perlawanan berarti, krn Letkol Kapitz memutuskan utk mebuat pertahanan di 
perbukitan Paso, sebelah timur kota Ambon. Namun garis pertahanan Paso berhasil 
dipatahkan Jepang di daerah Kudamati, hingga Letkol Kapitz memutuskan utk 
meyerah tgl 01-02-1942. Tentara Australia tak mau menyerah dan terus bertempur 
mempertahankan Bandara Laha hingga dihancurkan Jepang tgl 02-02-1942. Akibat 
kekeraskepalaan mereka, 309 tentara Australia dipenggal Jepang di Laha sesudah 
menyerah.

6. Pertempuran Kupang (Februari 1942)
23.000 tentara Jepang dibawah Resimen Infanteri 228 dan Satuan Pendaratan 
Khusus Yokosuka III dibawah Komandan Koichi Fukumi mendarat di mulut sungai 
Paha dan juga melakukan terjun payung ke Usau utk memotong jalur pelarian 
musuh. Kupang dijaga 600 tentara KNIL dibawah Kolonel NLW van Straten dan 1400 
tentara Australia (Sparrow Force) dibawah Letkol WW Leggett, lalu diganti 
Brigadir William Veale. Tentara Sekutu mundur dr Kupang ke Champlong, dimana 
mereka bertemu parasutis Jepang yg mendarat di Usau. Terjadi pertempuran sengit 
dimana 400 dari 500 parasutis Jepang tewas, namun berhasil menghentikan 
pelarian tentara Sekutu. Letkol Leggett dan Kol van Straten menyerah.
Brigadir Veale lari ke Timor Portugis (Timor Leste) dimana Jepang telah 
mendarat di Dili. Ia memimpin perlawanan gerilya tentara Australia di pedalaman 
Timor Leste hingga dievakuasi ke Australia thn 1943. Sekitar 84 tentara 
Australia tewas di pertempuran Kupang. Perlawanan gerilya anti-Jepang di Timor 
Portugis dr 1942-43 mengakibatkan tewasnya 60.000 penduduk Timtim krn 
pembantaian Jepang.


Jatuhnya Pulau Jawa (01-09/03/1942)

Ketika pulau Sumatera dan Bali jatuh ke tangan Jepang, di pulau Jawa terdapat 
krg lebih 25.000 tentara KNIL dibawah Panglima KNIL, Letjen Hein ter Poorten. 
Jumlah ini ditambah 40.000 warga kulit putih yg dikenai wajib militer, namun 
masih kurang terlatih. Terdapat pula 3000 tentara Australia (Blackforce) 
dibawah Brigadir Arthur Blackburn, 5500 tentara Inggris dan India dibawah 
Mayjen Sir Hervey Sitwell, dan 750 tentara Amerika dari Texas National Guard 
dibawah Mayjen JF Barnes.

Pasukan Sekutu di Jawa dikoordinasi dibawah ABDACOM 
(American-British-Dutch-Australian Command) dipimpin Letjen Sir Archibald P 
Wavell, bermarkas di Grand Hotel Lembang. Sisa-sisa AL Sekutu dipimpin Laksdya 
Conrad EL Helfrich, sisa-sisa AU dipimpin Marsma LH van Oyen. AD Sekutu dibagi 
empat wilayah komando militer:
1. Kodam Batavia : Divinf I KNIL(Mayjen Wijbrandus Schilling)
2. Kodam Jawa Tengah Utara : Divinf II KNIL (Mayjen Jacob J Pesman)
3. Kodam Jawa Selatan : Divinf III KNIL (Mayjen Pierre A Cox)
4. Kodam Jawa Timur: Divinf IV KNIL (Mayjen Gustav A Ilgen)

Tugas merebut pulau Jawa jatuh ke Angkatan Darat Ke-16 dibawah Letjen Hitoshi 
Imamura. Invasi Jepang dimulai tgl 1 Maret 1942.



Peperangan di Jawa Barat

Tgl 01-03-1942, tentara Jepang dibawah satuan Detasemen Nasu (Mayjen Yumio 
Nasu) dan Detasemen Fukushima (Kolonel Kyusaku Fukushima) mendarat di Merak, 
disusul Detasemen Sato (Kolonel Hanshichi Sato) yg mendarat di Teluk Banten. 
Tiada perlawanan berarti di darat, tetapi tiba2 di laut muncul HMAS Perth dan 
USS Houston yg hendak kabur melalui Selat Sunda. Pecah pertempuran laut sengit 
(Pertempuran Selat Sunda) dimana kapal angkut Ryujo Maru tenggelam dan 
penumpangnya yg adalah komandan tertinggi Jepang, Letjen Imamura terpaksa 
loncat ke laut dan berenang ke daratan utk menyelamatkan diri. Setelah satu jam 
tembak-menembak, HMAS Perth dan USS Houston berhasil ditenggelamkan.
Tujuh jam kemudian, tentara Jepang berhasil menduduki kota Serang yg dijadikan 
markas oleh Letjen Imamura, lalu berhasil mengusir tentara Belanda dari 
Rangkasbitung hingga menuju garis Sungai Ciujung. Imamura lalu membagi 
pasukannya mjd dua:
1. Detasemen Nasu diperintahkan menyeberangi Sungai Ciujung di Rangkasbitung 
dgn sasaran menyerang Buitenzorg (Bogor) dari barat dan memutus jalur pelarian 
musuh dr Batavia ke Bandung.
2. Detasemen Fukushima dan Sato diperintahkan menyerang melalui jalur Serang - 
Balaraja - Tangerang - Batavia (Jakarta)

Keesokan harinya, Detasemen Nasu sdh mencapai Jasinga dan Leuwiliang di barat 
Buitenzorg dan berhadapan dgn pasukan Australia (Blackforce) yg menjaga garis 
Sungai Cianten. Pecah pertempuran sengit di Leuwiliang selama dua hari sebelum 
tentara Australia dipaksa mundur ke Buitenzorg tgl 04-03-1942.

Detasemen Fukushima dan Sato berhasil mematahkan garis Ciujung dan memukul 
tentara Belanda hingga Balaraja, dimana Belanda telah meledakkan jembatan 
menyeberangi Sungai Cidurian. Pangdam Batavia, Mayjen Schilling, lalu 
memerintahkan semua pasukan Sekutu utk mundur dr Batavia ke Bandung melalui 
Buitenzorg.

Batavia jatuh ke tangan detasemen Sato, yg terus mengejar tentara Sekutu ke 
arah Buitenzorg. Sementara, detasemen Nasu berhasil menyeberangi garis Sungai 
Cisadane di Ciampea, barat Buitenzorg. Pecah satu jam pertempuran sengit di 
dalam kota Buitenzorg antara tentara Jepang dan 3000 garnisun KNIL Buitenzorg 
dibawah Letkol FF Milius, hingga akhirnya kota ini bisa diduduki Jepang tgl 
06-03-1942. Sebagian detasemen Nasu terus mengejar tentara Sekutu yg kabur ke 
Bandung melalui Puncak Pass, dan sisanya melalui jalur rel KA Sukabumi-Bandung.

Tgl 08-03-1942, detasemen Nasu berhasil mencapai kota Cimahi, ketika komando 
Belanda memutuskan utk menyerah.

Selain pendaratan di Merak dan Banten, pasukan Jepang dibawah Detasemen Shoji 
(Kolonel Toshishige Shoji) juga mendarat di Eretan Wetan, Kab. Indramayu tgl 
01-03-1942. 10 jam kemudian, mereka sudah menduduki Cikampek dan memutus jalur 
pelarian Batavia-Bekasi-Cikampek-Bandung. Dua jam kemudian, mereka berhasil 
menerobos garis Belanda di Pamanukan dan merebut kota Subang dan mengancam 
Pangkalan Udara Kalijati (skrg Pangkalan AU Suryadharma).

Kalijati dijaga 350 tentara Inggris dibawah Kapten RAF (Royal Air Force) 
Whitsondale. Pecah pertempuran sengit dimana 33% dari tentara Inggris tewas, 
hingga akhirnya Kalijati jatuh ke tangan Jepang pd malam 01-03-1942. Sementara, 
sebagian Detasemen Shoji bergerak ke barat dr Cikampek menuju Batavia mencapai 
Karawang tetapi terhalang hancurnya jembatan Gedonggede yg menyeberangi Sungai 
Citarum dan serangan udara dr sisa AU Sekutu yg bermarkas di Lapangan Cililitan 
(kini Bandara Halim Perdanakusuma).

Tgl 02-03-1942, pecah pertempuran sengit di Subang ketika 250 tentara dan 20 
tank Belanda dr satuan Mobile Eenhied (Kapten GJ Wulfhorst) dan Batalyon 
Infanteri 5 KNIL (Mayor CGJ Teerink) menyerang balik Jepang. Namun, serangan 
ini bisa dipatahkan Jepang, dimana 13 tank Belanda berhasil dihancurkan. Tgl 
03-03-1942, kota Purwakarta dan Kandanghaur jatuh ke tgn detasemen Shoji, dan 
tgl 05-03-1942 telah mecapai garis pertahanan Belanda di Ciater, utara Bandung.
Pecah pertempuran sengit di Ciater antara detasemen Shoji dan Batalyon 
Infanteri KNIL I (Mayor M Koositra) dan Batinf KNIL V (Mayor CGJ Teerink) 
selama dua hari. Garis Ciater berhasil dipatahkan Jepang dan tgl 07-03-1942 
Jepang telah mencapai Lembang. Pasukan Jepang dr Buitenzorg telah mencapai 
Cimahi di barat Bandung. Keesokan harinya, Pangdam Bandung Mayjen Pesman 
meminta gencatan senjata. Setelah perundingan alot antara Pesman dan Kolonel 
Shoji di Hotel Isola Lembang (kini di kampus UPI), Pesman menyerahkan kota 
Bandung ke tangan Jepang tgl 08-03-1942.
Selain pendaratan2 di Jawa Barat, pd tgl 01-03-1942 terjadi jg pendaratan 
Jepang di Jawa Tengah, tepatnya di Kragan, Kab. Rembang. Tujuan pendaratan ini 
utk merebut pangkalan AL Belanda di Tanjung Perak Surabaya. Pasukan pendaratan 
Jepang berasal dr Divisi 48 pimpinan Mayjen Yuitsu Tsuchihashi.

Tgl 27/28-02-1942, armada invasi Jepang ini diserang pesawat pembom Amerika dr 
Grup Bomber 7 dan 19 USAAF (United States Army Air Force), Skuadron 36 RAF, dan 
Skuadron IV VLG Belanda dari PAU Madiun (kini Bandara Iswahyudi). Namun, 
pertahanan udara armada Jepang sangat ketat, dan hampir 80% pesawat Sekutu 
berhasil ditembak jatuh, termasuk menewaskan Komandan Skuadron 36 RAF, Kapten 
Wilkins. Hanya satu kapal angkut Jepang, Johore Maru, rusak parah, menewaskan 
150 tentara Jepang yg menumpangnya.

Mayjen Tsuchihashi membagi pasukan pendaratan pertama mjd dua:
1. Unit Imai (Kolonel Hifumi Imai), setelah mendarat di barat Kragan 
diperintahkan menduduki pelabuhan Rembang supaya artileri berat Jepang bisa 
didaratkan utk mebombardir benteng2 Belanda di Surabaya.
2. Unit Abe (Mayjen Koichi Abe), setelah mendarat di timur Kragan diperintahkan 
mengamankan tapak pantai (beachhead) yg luas utk memfasilitasi pendaratan unit2 
gelombang kedua.

Gelombang pendaratan kedua terdiri dari:
3. Unit Tanaka (Kolonel Tohru Tanaka), setelah mendarat diperintahkan langsung 
masuk ke pedalaman utk merebut ladang minyak di Cepu. Kemudian, merebut kota 
Bojonegoro utk mengamankan jembatan menyeberangi Bengawan Solo di kota tsb.
4. Unit Kitamura (Letkol Kuro Kitamura), diperintahkan menyeberang Bengawan 
Solo di Bojonegoro utk mengamankan jalur ke Surabaya melalui Babad dan Lamongan.

Pendaratan Jepang terjadi tanpa perlawanan berarti, dan pd tgl 04-03-1942 
seluruh sasaran operasi telah tercapai setelah pertempuran sengit dimana Jepang 
berhasil memukul mundur Resimen Kavaleri I KNIL (Ritmeester CW de Iongh) dan 
Resimen Kavaleri IV KNIL (Ritmeester S de Boer) dari daerah Rembang.

Gabungan unit Imai, Abe, Tanaka, dan Kitamura berhasil mematahkan garis 
Bengawan Solo yg dijaga Resimen Infanteri VI KNIL (Kolonel W van Kuilenberg) 
dan Batalyon Marinir (Letkol WAJ Roelofsen). Tgl 05-03-1942, tentara Jepang tlh 
merebut Ngawi, Caruban, Nganjuk, Kertosono, Kediri, dan Jombang. Tgl 
06-03-1942, unit Imai merebut Mojokerto. Jepang berhasil mematahkan garis 
Belanda di Porong, dimana 3 tank Jepang berhasil dihancurkan Unit Anti-Tank 6 
KNIL (Kapten WC Lapre) dan Resimen Artileri 131 (Texas) dr US Army (Kolonel 
Blucher S Sharp).

Pangdam Jawa Timur (Mayjen Ilgen) memutuskan menarik seluruh pasukan Sekutu di 
Surabaya ke Pulau Madura, sedang sisa2 lain di luar Surabaya ditarik ke 
Lumajang. Pd malam 07-03-1942, unit Abe berhasil menyeberang Kanal Wonokromo, 
garis pertahanan terakhir Surabaya. Mayjen Ilgen lalu memutuskan utk menyerah. 
Ilgen dan Gubernur Jawa Timur, Christiaan O van der Plas menyerahkan diri ke 
markas Divisi 48 Jepang di Sidoarjo. Tgl 09-03-1942, tentara Jepang telah 
menduduki Surabaya.

Selain pasukan Divisi 48, di Kragan juga mendarat Detasemen Sakaguchi (Mayjen 
Shizuo Sakaguchi) dgn sasaran merebut Semarang, Solo, dan Yogyakarta. Detasemen 
Sakaguchi dibagi tiga:

1. Unit Kaneuji (Mayor Kikuchi Kaneuji), merebut Blora tgl 02-03-1942 dan 
berhasil merebut Semarang tgl 03-03-1942. Unit ini kemudian berhasil mematahkan 
garis Belanda di Boyolali dan pd tgl 05-03-1942 merebut Yogyakarta tanpa 
perlawanan berarti dr garnisun KNIL dibawah Madioen-Tjepoe Groep pimipinan 
Letkol D van Kampen. Unit Kaneuji berhasil merebut Purwokerto tgl 08-03-1942, 
ketika Belanda menyerah.

2. Unit Matsumoto (Letkol Matsumoto), menyerang dari Blora ke arah Solo melalui 
Purwodadi. Setelah satu hari pertempuran sengit utk mematahkan garis Belanda di 
Banjir Kanal di dalam kota Solo melawan Batalyon Mangkunegoro (Mayor T 
Dessauvagie), unit ini berhasil menduduki Solo pd tgl 05-03-1942. Unit 
Matsumoto lalu menyerang dan menduduki Magelang tgl 06-03-1942, mematahkan 
garis Belanda di Banjarnegara, dan menduduki Purbalingga tgl 08-03-1942, ketika 
Belanda menyerah.

3. Unit Yamamoto (Kolonel Yamamoto), menyusul unit Kaneuji ke Yogyakarta, 
berhasil menawan 1000 pasukan Stadtwacht Belanda yg kabur dr Semarang di 
selatan Purworejo, lalu menyeberang sungai Serayu dgn membangun jembatan 
pontoon krn semua jembatan tlh dihancurkan Belanda, dan pd tgl 08-02-1942 
berhasil merebut kota Cilacap dgn menawan 2000 tentara Sekutu. Kota Cilacap 
merupakan pusat pelarian Sekutu ke Australai dan tlh dibombardir berat oleh AU 
Jepang, dimana kapal induk US Navy yg pertama (USS Peary) berhasil 
ditenggelamkan torpedo Jepang di lepas pantai Nusa Kambangan.

Dgn jatuhnya Cilacap, Semarang, Solo, dan Yogyakarta, Pangdam Jawa Selatan 
Mayjen Cox yg bermarkas di Wangon, memutuskan utk menyerah tgl 09-03-1942. 
Mayjen Cox menyerahkan dirinya ke hadapan Mayjen Sakaguchi di Kediaman Bupati 
Purwokerto tgl 11-03-1942.


Tamat Riwayat Hindia Belanda

Pd tgl 08-03-1942, pemerintah Hindia Belanda dan komando KNIL yg bermarkas di 
Bandung, menimbang telah jatuhnya Batavia, Buitenzorg, Cilacap, Solo, dan 
Yogyakarta, dan telah sampainya pasukan Jepang di Lembang dan Cimahi, 
memutuskan utk meminta gencatan senjata. Tgl 09-03-1942, delegasi Belanda 
terdiri dr Letjen Hein ter Poorten (komandan KNIL), Gubernur Jenderal AWL 
Tjarda van Starkenborgh-Stachouwer, dan Mayjen Jacob J Pesman (Pangdam Bandung) 
bertemu komandan tertinggi Jepang di Jawa, Letjen Hitoshi Imamura di bandara 
Kalijati, dimana Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Putusan ini 
disiarkan melalui radio ke seluruh pasukan Sekutu di Hindia Belanda tgl 
10-03-1942.

Tgl 18-03-1942, radio Hindia Belanda NIROM (Nederlands-Indishce Radio Omroep) 
mengakhiri siarannya dgn lagu kebangsaan Belanda Wilhelmus van Nassouwe 
walaupun Belanda sdh menyerah tanpa syarat seminggu sebelumnya. Sbg hukumannya, 
tiga karyawan NIROM yg bersalah, JRJ Kusters, V Kudding, dan N van der Hoogte 
ditangkap Jepang dan dipenggal di pantai Ancol tgl 07-04-1942.

Dengan demikian tamatlah riwayat Hindia Belanda yg telah berumur lebih dari 300 
tahun, dihancurkan Jepang dalam waktu 3 bulan saja. Dan ketika Jepang 
menyerah.. sebenarnya di Indonesia, Jepang tidak kalah dan tidak kurang suatu 
apapun... malah disaat-saat akhir masih mampu membentuk satuan2 pribumi dan 
bikin janji kemerdekaan pula!

Satu hal yang bikin hengkang Jepang adalah pernyataan menyerah tanpa syarat 
Jepang di negerinya, baru lah datang sekutu ke Indonesia buat "melucuti" 
Jepang. Sebenarnya Indonesia waktu itu sangat beruntung soalnya waktu diadakan 
KTT QUADRANT di Quebec, Kanada thn 1943, Sekutu memutuskan untuk membypass 
Indonesia dalam strategi perangnya.

Coba kalau indonesia sampai diserang sekutu kaya filipina, bisa hancur total 
negara kita. contohnya nasib kota manila yg 90% rata dengan tanah dan 100.000 
penduduknya tewas thn 1945 waktu kota itu direbut kembali oleh Amerika. Terus 
kalau Sekutu merebut Indonesia dari Jepang, kemungkinan besar kita bakal 
dikembalikan ke Belanda, sedangkan nasib Sukarno, Hatta, dan cikal bakal 
pemimpin RI lainnya bakalan buram soalnya mereka semua kolaborasi dengan 
Jepang. Belum lagi nasib anggota PETA seperti Suharto, AH Nasution, Sudirman, 
dkk. Kemungkinan besar mereka bisa tewas semua kalau ikut tentara Jepang 
melawan invasi Sekutu. Cerita negara kita bakal jauh berbeda.

BTW sebenarnya ada sebagian wilayah indonesia yg direbut sekutu dr jepang 
sebelum akhir perang, yakni:

1. Propinsi Papua (1944) oleh tentara AS dibawah Jenderal MacArthur
2. Pulau Morotai, Maluku Utara (1944) oleh tentara AS dibawah Jenderal MacArthur
3. Tarakan dan Balikpapan, Kaltim (1945) oleh tentara Australia dibawah Mayjen 
EJ Milford

Propinsi Papua dan Morotai mau dijadikan "batu loncatan" oleh MacArthur utk 
merebut kembali Filipina yg jajahan Amerika.

Tujuan merebut Tarakan dan Balikpapan yakni supaya tentara Australia ada 
kegiatan soalnya mrk dilarang MacArthur ikut bertempur ke Filipina soalnya sang 
jenderal tidak mau disaingi oleh orang Australia


Peperangan di propinsi Papua


Selama bulan April 1942, tentara Jepang berhasil menduduki seluruh pantai utara 
propinsi Papua dan Jazirah Kepala Burung (Vogelkop), skrg propinsi Irian Jaya 
Barat. Kebanyakan garnisun KNIL langsung menyerah begitu Jepang mendarat. Hanya 
di wilayah selatan Manokwari terjadi perlawanan gerilya dr 60 org Belanda dan 
17 tentara pribumi dipimpin Kapten KNIL JBH Willemsz Geeroms dr April 1942-Mei 
1944, ketika Jepang berhasil menangkap Kapten Geeroms yg sakit malaria. Ia lalu 
dipenggal. Sisa2 gerilyawan Geeroms (14 org Belanda dan 1 tentara pribumi) 
bertahan di hutan pedalaman Vogelkop hingga diselamatkan tentara Amerika 
Oktober 1944.

Satu2nya wilayah Indonesia yg tak pernah diduduki Jepang adalah bagian propinsi 
Papua diselatan Pegunungan Carstensz (Jayawijaya), dimana pos Jepang terjauh 
terletak di Kokonau, dekat Timika sekarang. Wilayah Papua selatan ini dijaga 
oleh Australian Merauke Force (AMF) Batalyon 62 pimpinan Brigadir JR Stevenson, 
satu kompi KNIL, dan satuan pertahanan udara dr US Army. Semua tahanan dr kamp 
konsentrasi Belanda di Tanahmerah, Boven Digoel (kebanyakan anggota Partai 
Komunis Indonesia yg diasingkan sjk pemberontakan PKI thn 1926) dievakuasi ke 
Brisbane, Australia. Kabupaten Boven Digoel sendiri dijaga satu kompi tentara 
Australia dan tak pernah direbut Jepang.

Antara thn 1943-1944, sering terjadi kontak tembak antara patroli Australia dgn 
patroli Jepang di wilayah rawa2 yg luas di mulut Sungai Eilanden dan Sungai 
Digoel. Selain itu, kota Merauke rusak parah krn dibombardir pesawat Jepang 22 
kali dr 1942-1943.

Sementara, pasukan Sekutu dibawah Jenderal Douglas MacArthur setelah dua tahun 
akhirnya berhasil mengusir tentara Jepang dr Kepulauan Solomon dan sebagian 
besar Papua Nugini. MacArthur siap utk memulai rencananya utk membebaskan 
Nederlands Nieuw-Guinea (propinsi Papua) dr tangan Jepang, utk dijadikan batu 
loncatan utk merebut Filipina yg jajahan Amerika.

Sasaran pertama MacArthur adalah wilayah Hollandia (Kabupaten Jayapura). Di 
daerah ini, terdapat dua teluk dalam, Teluk Tanahmerah dan Teluk Humboldt 
(Teluk Yos Sudarso) yg cocok utk dijadikan pangkalan AL. Teluk Tanahmerah 
terletak 40 km barat Teluk Humboldt dan kota Hollandia (Jayapura) terletak di 
tepi Teluk Humboldt. Diantara kedua teluk ini terdapat dataran Sentani dimana 
sdh dibangun tiga landasan udara Jepang (Cyclops, Hollandia, Sentani), shg 
cocok dijadikan pangkalan udara AS. Dataran Sentani diapit Danau Sentani di 
selatan dan Pegunungan Cyclops di utara. Utara Peg. Cyclops langsung berbatasan 
dgn laut.

32.000 pasukan Amerika dibawah komando tertinggi Southwest Pacific Area (SWPA) 
Jenderal Douglas MacArthur menyerbu Hollandia tgl 22-04-1944. Perlindungan 
udara diberikan oleh pesawat US Navy dr kapal2 induk Task Force 58 (Laksda Marc 
A Mitscher) yg dipinjamkan Laksamana Chester Nimitz, komandan Central Pacific 
Area, dan juga dr Allied Air Force (AAF) pimpinan Letjen George C Kenney yg 
terdiri dr Fifth Air Force (Letjen Kenney) berpangkalan di PNG dan RAAF (Marsma 
William Bostock) berpangkalan di Merauke dan Darwin. Perlindungan laut dan 
pendaratan amfibi dipercayakan pd US Navy Task Force 77 (Laksamana Daniel E 
Barbey). Pasukan pendaratan sendiri berasal dr US Army ALAMO Force (Letjen 
Walter Krueger) yg di Hollandia diwakili oleh Letjen Robert L Eichelberger. 
Pasukan pendaratan yg diberi sandi RECKLESS Task Force dibagi dua:

1. NOISELESS Landing Force terdiri dr 24th Infantry Division (Mayjen Frederick 
A Irving) mendarat di Teluk Tanahmerah, lalu bergerak ke timur utk merebut 
landasan udara Jepang di dataran Sentani dr arah barat.

2. LETTERPRESS Landing Force terdiri dr 41st Infantry Division (Mayjen Horace H 
Fuller) mendarat di Teluk Humboldt (Teluk Yos Sudarso), lalu merebut kota 
Hollandia (Jayapura) dan bergerak ke barat utk merebut lanud Jepang di dataran 
Sentani dr arah timur.
Wilayah Hollandia dijaga 500 pasukan tempur Jepang dibawah Mayjen Toyozo 
Kitazono dan 11.000 tentara buruh dr Formosa (Taiwan) dibawah Laksdya Yoshikazu 
Endo. Tentara2 Taiwan ini sebenarnya hanya buruh kontrak yg dipersenjatai tanpa 
pelatihan militer yg cukup. Komandan Angkatan Darat Ke-18 Jepang, Jenderal 
Hatazo Adachi, mengira Amerika akan mendarat di Wewak, PNG, 725 km timur 
Hollandia. Akibatnya, kebanyakan pasukan tempur Jepang ditempatkan jauh dari 
lokasi pendaratan MacArthur yg sesungguhnya di Hollandia.

24th Infantry Division berhasil mendarat di Teluk Tanahmerah dan merebut 
kampung Dépapré tanpa perlawanan berarti tgl 22-04-1944, lalu keesokan harinya 
mulai bergerak ke arah timur menuju dataran Sentani melalui hutan belantara dan 
rawa2 yg dalam. Pergerakan 24th ID ini tak menemui perlawanan berarti dr 
Jepang, hanya duel mortir di kampung Sabron pd malam 23/23-04-1944 dan kontak 
tembak singkat di Julianadorp tgl 25-04-1944. Tgl 26-04-1944, 24th ID berhasil 
memasuki dataran Sentani di kampung Ebeli dan segera menduduki Lanud Hollandia 
yg terletak paling barat. Mereka lalu bergerak ke Weversdorp dimana terjadi 
kontak dgn 41st ID yg telah tiba dr Teluk Humboldt.

Sementara, 41st Infantry Division berhasil mendarat di Teluk Humboldt tanpa 
perlawanan berarti dr Jepang tgl 22-04-1944 dan pd hari itu juga tlh berhasil 
menciptakan tapak pantai dr Hamadi di utara hingga Hollekeng di selatan. Tgl 
23-04-1944, 2d Battalion berhasil merebut kota Hollandia tanpa perlawanan. 
Sementara 1st dan 3d Battalion bergerak ke barat menuju dataran Sentani pd hari 
yg sama. Tgl 23-04-1944, terjadi kontak senjata dgn bunker Jepang di perkebunan 
Brinkman ketika tentara AS hendak menyeberangi Sungai Borgonjie dimana bunker 
Jepang berhasil dihancurkan tank2 Amerika. Tgl 24-04-1944, 41st ID berhasil 
mencapai tepi Danau Sentani di kampung Kuyabu. Tgl 25-04-1944, utk mengepung 
sisa2 tentara Jepang yg bertahan di muka Kuyabu, 3d Battalion diangkut oleh 
tank amfibi menyeberangi Danau Sentani menuju kampung Nefaar sementara 1st 
Battalion maju melalui darat dr Kuyabu utk bergabung kembali dgn 3d Battalion 
di Nefaar. Tgl 26-04-1944, 41st ID berhasil mencapai Dataran Sentani dan 
merebut Lanud Cyclops yg terletak paling timur. Lalu 41st ID kembali melakukan 
pneyeberangan amfibi ke kampung Ifaar, dimana mereka merebut Lanud Sentani yg 
terletak di tengah. Patroli 41st ID lalu bertemu patroli 24th ID di Weversdorp 
tgl 26-04-1944.

Kedua divisi ini lalu bergerak ke Pegunungan Cyclops utk memburu pelarian2 
Jepang yg bertahan disana. Laksdya Yoshikazu Endo terbunuh tgl 03-05-1944, 
Mayjen Toyozo Kitazono hilang tanpa jejak, dan penggantinya Mayjen Masazumi 
Inada memimpin 7220 tentara Jepang utk lari ke barat melalui hutan belantara 
menuju basis Jepang di Kabupaten Sarmi. Krn pelarian dilakukan tnp bekal 
makanan atau obat2an, hanya 7% dr 7000-an tentara Jepang selamat sampai ke 
Sarmi, sisanya mati kelaparan atau sakit. Pd tgl 06-06-1944, sisa tentara 
Jepang terakhir di kawasan Hollandia berhasil dibunuh tentara AS. Korban total 
dlm pertempuran Hollandia yakni 124 tentara Amerika tewas, 1057 luka2, dan 28 
hilang. Sedang 3300 tentara Jepang tewas dan 611 ditawan (kebanyakan org 
Taiwan).

Hollandia pun ditransformasikan mjd salah satu pangkalan udara dan laut 
terbesar AS di Pasifik dan basis yg amat penting dlm perebutan kembali Filipina 
dr tangan Jepang.


Bumiputera yang jadi KNIL

Perlu diketahui terdapat 32.000 tentara Indonesia dalam dinas KNIL (Koninklijk 
Nederlands-Indisch Leger). Total anggota KNIL adalah 42.000 tentara, dimana 
10.000 merupakan org Eropa. Sisanya (75%) adalah org Indonesia, terdiri dari:
1. 13.000 suku Jawa
2. 2.000 suku Sunda
3. 5.000 suku Minahasa
4. 4.000 suku Ambon
5. 1.000 suku Timor
6. 7.000 suku lain2

Hingga tahun 1937, pangkat tertinggi yg bisa diraih org Indonesia dlm dinas 
KNIL hanya setingkat bintara (NCO), sedang seluruh pangkat perwira diisi org 
Belanda atau bule lainnya. Baru tahun 1937 ketika ancaman invasi Jepang makin 
terasa, Belanda membuka sekolah calon perwira (secapa) di Bandung utk org 
Indonesia di Bandung.

Diantara tokoh2 Indonesia yg merupakan anggota KNIL sebelum PDII:
1. Sersan-Mayor Soeharto
2. Letnan Abdul Haris Nasution
3. Letnan TB Simatupang
4. Kapten Alex Kawilarang
5. Letnan Rachmat Kartakusumah
6. Mayor Oerip Soemohardjo

Yang terbanyak dari tentara KNIL adalah dari suku Timor Barat. Suku Minahasa, 
Ambon, dan Timor dianggap loyal oleh Belanda krn mrk sdh beragama Kristen dan 
sdh menyerap banyak unsur budaya Belanda. Makanya hampir seperempat KNIL 
(10.000 tentara) berasal dr suku2 tsb.

75% dr perwira TNI thn 1973 berasal dari PETA. Kebanyakan dari mereka pertama 
kali menjadi tentara ketika masuk PETA, tetapi beberapa seperti AH Nasution dan 
Suharto, pernah mjd anggota KNIL sblm PDII. Wkt invasi Jepang, mereka desersi 
dr dinas KNIL dan kemudian bergabung ke PETA.

Panglima Besar Soedirman sendiri sebelum PDII adalah guru madrasah Muhammadiyah 
tanpa pengalaman militer apapun jua. Baru thn 1943 ia bergabung dgn PETA, dan 
thn 1949 ia sdh jd Panglima Besar TNI.

Beberapa org Indonesia setia pd Sekutu selama PDII:
1. Halim Perdanakusuma (1922-1947), berpangkat Flight Lieutenant RAF, 
berpartisipasi sbg navigator dlm 44 misi pemboman strategis kota2 Perancis dan 
Jerman menggunakan pesawat bomber B-24 Liberator dan Avro Lancaster antara thn 
1943-1945.
Bagaimana Halim bisa bergabung dgn RAF? Sbg kelasi AL Belanda, Halim berhasil 
kabur ke Australia wkt invasi Jepang, lalu ditempatkan di India. Disana ia bisa 
bergabung dgn RAF (Royal Air Force) Inggris dan dilatih di Gibraltar dan 
Kanada, lalu diposkan di Inggris. Oleh teman2 Inggrisnya di RAF, ia dijuluki 
"The Black Mascot".

2. Suryadi Suryadarma, Letnan AU Belanda (Militaire Luchtvaart) lulusan Akmil 
Breda di Belanda, ikut lari bersama sisa2 ML ke Australia. Sbg navigator, 
Letnan Suryadarma dibawah satuan Skuadron Udara 18 Hindia Belanda pimpinan 
Letkol BJ Fiedeldij ditempatkan di Canberra, lalu ke Pulau Morotai (Maluku 
Utara) sesudah pulau itu diduduki tentara Amerika. Ia berpartisipasi membom 
kubu Jepang di pulau Tarakan (Kalimantan Timur) utk mendukung invasi tentara 
Australia ke pulau tsb bln Mei 1945.

3. Soedirmo Boender. Beliau ini kisah nya lebih unik.. dia lagi kuliah di 
Amerika. Karena diusir dari rumah oleh orangtuanya di Yogya. Kena Wajib 
Militer, akhirnya bergabung dengan GI. Terus beliau masuk divisi Rainbow 
Division yang terkenal itu. Beliau pulang ke Indo, sebagai orang Amerika, dan 
ikut perang juga di Korea atas nama PBB sebagai tentara BELANDA! Soalnya ketika 
beliau pulang dan mo gabung ke TNI.. ditolak, dituduh mata-mata. Setelah perang 
korea selesai.. baru dia pulang lagi ke Indo dan akhirnya di terima jadi 
anggota TNI.




KhanciL
 

Kirim email ke