apa judulnya film Agresi Irian Barat karya Bachtiar Siagian? 

 tentang "maju besar melompat" saya rasa akan benar2 terjadi seandainya tidak 
ada Agresi Irian Barat itu.
 

---In [email protected], <jetaimemucho1@...> wrote :

 Anda tidak konsekwen!! Anda yang menuduh Sukarno mengagresi Irian Barat, ya 
harus anda yang bikin film sesuai dengan pikiran separatis yang hebat itu!! Dan 
pasti gampang tuh cari modalnya!! Dekatin saja KNPB, OPM dan para pendukungnya 
di parlemen Australia, Inggris dan negeri imperialis lain. Ooo, bisa juga 
hubungi Republik Maluku Selatan di Belanda ini. Sekalian bikin film tentang RMS 
juga!!! Oooo, ada lagi, Aceh Merdeka di Swedia.... Tuh, sudah banyak temannya!!!
 Tak perlu saya bikin film tentang Sukarno, wong sudah dibikin oleh Bachtiar 
Siagian!!! 
 





 


 On Monday, May 28, 2018 8:34 PM, "jonathangoeij@... [GELORA45]" 
<[email protected]> wrote:

 

   
Anda sajalah, siapa tahu juga akan diputar di bioskop Broadway New York seperti 
film Turang itu.

kutipan:
 Tak hanya di Uzbekistan, Film Turang juga diputar di Bioskop Broadway New 
York. Kisah gelora perjuangan kemerdekaan Indonesia telah tampil di dunia luar. 
Kisah yang menyala-nyala seperti pidato Sukarno yang berapi-api di atas podium.

---In [email protected], <jetaimemucho1@...> wrote :

 Harus anda yang jadi sutradaranya!!!
 


 On Monday, May 28, 2018 6:53 PM, "jonathangoeij@... [GELORA45]" 
<[email protected]> wrote:

 

   
Apakah Agresi Irian Barat juga di film-kan?

---In [email protected], <jetaimemucho1@...> wrote :


 Film produksi jaman Sukarno, sang "imperialis" yang "mengagresi" Irian 
Barat!!!! Bayangkan Indonesia yang setengah jajahan setengah feodal bisa "maju 
besar melompat" menjadi imperialis!! Ha..ha.. tidak kalah dengan "maju besar 
melompatnya" jaman Mao!!!
 Film Turang dan Piso Surit 
http://karosiadi.com/topic/film-turang-dan-piso-surit/
 Turang Memperoleh Hadiah Terbanyak 3 jam laluolehKaro Siadi 
http://karosiadi.com/author/karo/
 

 Pemberitaan film Turang di Star Weekly. Yang teristimewa dari Film Turang 
http://karosiadi.com/synopsis-film-turang/ adalah pemutaran perdana film ini 
tak digelar di bioskop, melainkan di Istana Merdeka. Dan ditonton langsung oleh 
Presiden Sukarno.
 Selain itu, dalam Festival Film Indonesia (FFI) yang berlangsung dari tanggal 
21 Februari 1960 hingga 25 Febuari 1960, film Turang memperoleh hadiah 
terbanyak. Dari 14 film yang dikompetisikan, film Turang menyapu lima 
penghargaan yakni :
 1. Penghargaan Film Terbaik.
2. Peran Pembantu Terbaik
3. Dekor Terbaik
4. Film Drama Terbaik
5. Sutradara Terbaik
 Film Turang mengangkat kisah perjuangan gerilya melawan Belanda di Tanah 
Karo(Sumatera Utara), khususnya di Seberaya, kampung yang pernah jadi pusat 
komando. Wakil komandan Rusli (Omar Bach) yang terluka diserahkan perawatannya 
kepada Tipi (Nyzmah), adik anggota gerilyawan Tuah (Tuahta Perangin-angin).
 Tumbuhlah cinta antara Rusli dan Tipi, namun keadaan tidak memungkinkan mereka 
terus bersama. Serangan Belanda, atas petunjuk mata-mata Djendam (Hadisjam 
Thahax), memaksa pasukan terus berpindah-pindah, bergerilya.
 Pada tahun 1957, perusahaan Rentjong Film bekerjasama dengan Jajasan Gedong 
Pemuda Indonesia untuk menghasilkan  film “Turang.”
 Koran “Het nieuwsblad voor Sumatra” pada tanggal 19 Agustus 1957 menuliskan 
sebagai berikut :
 Perjuangan Kemerdekaan di Tanah Karo Difimkan.
 Perusahaan Rentjong Film, bekerjasama dengan Jajasan Gedong Pemuda Indonesia 
menghasilkan  film “Turang.” Film ini adalah tentang perjuangan revolusi 
kemerdekaan di Tanah Karo di tahun empat puluhan. Ini adalah sebuah epos kisah 
cinta pertama seorang komandan TNI pada masa revolusi dengan seorang gadis 
sederhana Karo dari desa.
 Rekaman akan dilakukan di Tanah Karo. Dalam film ini akan ditampilkan 
kehidupan Karo, saat yang dulu dan sekarang. “Turang” juga akan menjadi film 
dokumenter.
 Pimpinan produksi film ini dipercayakan kepada Bapak Elmud Lumban Tobing 
(Wakil Ketua Jajasan Gedong Pemuda) dan Mohammad Hasan (dari Perusahaan 
Rentjong Film), sedangkan sebagai direktur akan bertindak Bachtjar Siagian yang 
telah mempunyai nama dari produksi sejumlah film.
 Skenario “Turang” juga ditulis oleh Siagian. Kemarin pagi ada acara selamatan 
di Kabandjahe sebagai awal untuk pembuatan film “Turang”. Dalam selamatan ini 
juga berbicara Panglima Teritorial, Djamin Gintings, yang juga sebagai Ketua 
Jajasan Gedong Pemuda, dan Bupati dari Tanah Karo yaitu Abdullah Eteng.
 Keduanya mengungkapkan harapan bahwa pembuatan film “Turang” akan sukses. 
Panglima Teritorial juga yakin ini akan menjadi daya tarik bagi masyarakat 
setempat untuk bekerja sama untuk keberhasilan “Turang.”
 
 Selain menyabet banyak penghargaan di dalam negeri, Film Turang juga ikut 
diputar dalam gelaran Festival Film Afrika-Asia di Tashkent.
 Koran “Algemeen Handelsblad” pada tanggal 30 Agustus 1958 melaporkan:
 Di Tashkent (ibu kota Uzbekistan) digelar Festival Film Afrika-Asia, dimana 
antara lain film dari Indonesia dipertunjukkan. Para penonton sangat tertarik 
dengan Film Turang dan film dokumenter tentang perjalanan Sukarno selama di 
Eropa.
 Koran : Algemeen Handelsblad, 30-08-1958. Tak hanya di Uzbekistan, Film Turang 
juga diputar di Bioskop Broadway New York. Kisah gelora perjuangan kemerdekaan 
Indonesia telah tampil di dunia luar. Kisah yang menyala-nyala seperti pidato 
Sukarno yang berapi-api di atas podium.






 
 

 
 




 
 
 





  
 
 

 
 





 
 
 








  

Kirim email ke