https://tekno.tempo.co/read/1093884/ancaman-konflik-cina-kembangkan-senjata-nuklir-generasi-baru?
TeknoUtama&campaign=TeknoUtama_Click_6
Ancaman Konflik, Cina Kembangkan Senjata
Nuklir Generasi Baru
Reporter:
Terjemahan
Editor:
Erwin Prima
Rabu, 30 Mei 2018 14:18 WIB
0 komentar
<https://tekno.tempo.co/read/1093884/ancaman-konflik-cina-kembangkan-senjata-nuklir-generasi-baru?TeknoUtama&campaign=TeknoUtama_Click_6#comments>
00000
#
#
#
#
Rudal balistik jarak menengah DF-26 dapat membawa hulu ledak
konvensional dan nuklir. Spesifikasi rudal balistik Cina ini belum
banyak diketahui, tapi diyakini bahwa rudal ini mampu membawa hulu ledak
konvensional seberat 1.200-1.800 kg. Dong Feng 26 memiliki akurasi yang
bagus, yaitu di bawah 100 meter. zainkhan.org
<https://statik.tempo.co/data/2018/04/18/id_699055/699055_720.jpg>
Rudal balistik jarak menengah DF-26 dapat membawa hulu ledak
konvensional dan nuklir. Spesifikasi rudal balistik Cina ini belum
banyak diketahui, tapi diyakini bahwa rudal ini mampu membawa hulu ledak
konvensional seberat 1.200-1.800 kg. Dong Feng 26 memiliki akurasi yang
bagus, yaitu di bawah 100 meter. zainkhan.org
*TEMPO.CO*, *Beijing* - Cina dilaporkan meningkatkan pengembangan
senjata nuklir
<https://dunia.tempo.co/read/1093173/as-korea-utara-bahas-pengiriman-senjata-nuklir-ke-luar-negeri>
generasi berikutnya. Negara itu mengadakan tes untuk mensimulasikan
ledakan lebih sering dibandingkan Amerika Serikat.
Baca: AS - Korea Utara Bahas Pengiriman Senjata Nuklir ke Luar Negeri
<https://dunia.tempo.co/read/1093173/as-korea-utara-bahas-pengiriman-senjata-nuklir-ke-luar-negeri>
Amerika Serikat melakukan kurang dari satu tes per bulan rata-rata,
sementara rata-rata Cina adalah lima tes sebulan. Cina melakukan sekitar
200 simulasi ledakan nuklir antara September 2014 dan Desember 2017,
menurut China Academy of Engineering Physics, lembaga penelitian senjata
utama Cina, sebagaimana dikutip Daily Mail, 29 Mei 2018.
Amerika Serikat, sebagai perbandingan, hanya melakukan 50 tes seperti
itu antara 2012 dan 2017, menurut Lawrence Livermore National
Laboratory, sebuah fasilitas penelitian federal Amerika di California
yang bertujuan membantu keamanan nasional, sebagaimana dikutip laman The
Hill.
Para ahli memperingatkan The South China Morning Post bahwa seperti
Cina, Amerika Serikat dan Rusia secara terpisah mencari senjata nuklir
yang lebih tertarget untuk mencegah ancaman risiko konflik nuklir meningkat.
Gedung Putih telah mendorong rencana US$ 1,2 triliun untuk meningkatkan
persediaan nuklirnya, sementara Pentagon pada bulan Januari meluncurkan
Nuclear Posture Review, yang menyerukan untuk mengembangkan senjata
nuklir yang lebih kecil, dengan output rendah untuk menghalangi Rusia
dan Cina.
Pejabat Pentagon mengatakan Amerika Serikat ingin negara-negara agresif
memahami bahwa mereka akan benar-benar menggunakan senjata semacam itu.
"Kami perlu memastikan kami memiliki penangkal nuklir yang kredibel, dan
kami yakin bahwa kami siap untuk ... mempertahankan bangsa ini tidak
peduli apa pun," kata juru bicara kepala Pentagon Dana White pada bulan
Februari.
Namun setelah U.S. Nuclear Posture Review dirilis, koran yang dikelola
pemerintah Cina, Global Times, menerbitkan sebuah editorial yang
menyatakan Cina akan serius mempertimbangkan untuk mengumumkan kepada
publik dengan program senjata nuklirnya yang berlevel rendah dalam
menanggapi perlombaan senjata nuklir baru.
Larangan internasional yang diberlakukan pada 1990-an mencegah senjata
nuklir diuji coba - meskipun Korea Utara belum mengikuti perjanjian
tersebut.
Sebagai pengganti tes yang sesungguhnya, para ilmuwan Cina malah
menggunakan senjata gas bertenaga tinggi yang menembakkan proyektil di
fasilitas desain nuklir utama negara itu di bawah pegunungan di
Mianyang, provinsi Sichuan barat daya.
Cina saat ini menciptakan senjata nuklir taktis baru yang dimaksudkan
untuk pertempuran jarak dekat. Menurut Profesor Wang Chuanbin dari
Universitas Teknologi Wuhan, sejumlah besar tes simulasi yang dilakukan
oleh Cina tidak berarti Beijing berada di depan AS dalam pengembangan
senjata nuklir.
Chuanbin mengatakan AS telah meledakkan lebih dari 1.000 hulu ledak
nuklir <https://www.tempo.co/tag/nuklir> sejak 1945. Sebagai
perbandingan, Cina hanya melakukan 45 tes langsung sejak 1964. "Ada
kemungkinan kami sedang terburu-buru untuk mengejar ketinggalan,”
ujarnya sebagaimana dikutip Express.
THE HILL | DAILY MAIL | EXPRESS