https://dunia.tempo.co/read/1093830/rusia-hanya-pasukan-suriah-yang-bersiaga-di-perbatasan-israel?
PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_6
Rusia: Hanya Pasukan Suriah yang Bersiaga di
Perbatasan Israel
Reporter:
Eka Yudha Saputra
Editor:
Maria Rita Hasugian
Rabu, 30 Mei 2018 14:00 WIB
Sergei Lavrov [Reuters]
<https://statik.tempo.co/data/2018/05/30/id_708992/708992_720.jpg>
Sergei Lavrov [Reuters]
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov,
mengatakan hanya pasukan Suriah <https://www.tempo.co/tag/suriah> yang
boleh ada di daerah-daerah di sepanjang perbatasan Suriah dengan Israel
dan Yordania. Pernyataan ini adalah desakan Rusia agar pasukan asing
untuk angkat kaki dari tanah Suriah.
Dalam beberapa hari terakhir, pesawat pemerintah Suriah telah
menjatuhkan selebaran di daerah yang dikuasai pemberontak di Deraa,
mengultimatum pemberontak untuk menyerah.
Baca: Vladimir Putin Minta Assad Tarik Pasukan Asing dari Suriah
<https://dunia.tempo.co/read/1090940/vladimir-putin-minta-assad-tarik-pasukan-asing-dari-suriah>
Provinsi selatan, yang sebagian besar dikendalikan oleh
kelompok-kelompok oposisi, dekat dengan Dataran Tinggi Suriah yang
diduduki Israel, memicu perselisihan baru antara Israel dan Iran.
Amerika Serikat baru-baru ini memperingatkan akan mengambil tindakan
untuk gencatan senjata di daerah itu, sementara Israel mengatakan tidak
akan mentoleransi kehadiran militer permanen di Suriah oleh Iran, yang
menjadi sekutu besar Presiden Suriah, Bashar al-Assad, bersama dengan Rusia.
Rudal terlihat di langit Damaskus, Suriah, pada 10 Mei
2018.[REUTERS/Omar Sanadiki]
Israel khawatir setiap kemajuan pemerintah Suriah akan membawa milisi
yang didukung Iran masuk ke daerah dekat Dataran Tinggi Golan yang
diduduki Israel.
Lavrov mengatakan penarikan pasukan non-Suriah dari area de-eskalasi
harus dilakukan atas dasar timbal balik sebagai solusi.
"Hasil dari keputusan yang kami bahas yakni pasukan angkatan bersenjata
Suriah akan ditempatkan di samping perbatasan Suriah dengan Israel,"
kata Lavrov tanpa menyinggung elemen asing yang ada di perbatasan
Suriah, seperti dilaporkan oleh Aljazeera, 30 Mei 2018.
Baca: Amerika Serikat-Turki Bentuk Kelompok Kerja untuk Manbij Suriah
<https://dunia.tempo.co/read/1092839/amerika-serikat-turki-bentuk-kelompok-kerja-untuk-manbij-suriah>
Amerika Serikat, Rusia dan Yordania tahun lalu sepakat menciptakan zona
de-eskalasi di barat daya Suriah termasuk wilayah Deraa, Quneitra dan
Sweida. Daerah itu diterapkan gencatan senjata, tetapi ketegangan baru
muncul setelah serangan Israel terhadap pasukan Suriah dan Iran.
Pernyataan Lavrov datang di tengah negosiasi internasional yang sedang
berlangsung untuk menghindari ketegangan militer di Suriah. Sementara
pasukan Suriah dilaporkan mengirim bala tentara ke Suriah bagian selatan
untuk mempersiapkan serangan.
Presiden Suriah, Bashar al-Assad, bertemu dengan tentara Suriah saat
mengunjungi Ghouta, Suriah, 18 Maret 2018. SANA/Handout via REUTERS
Pergerakan pasukan Suriah untuk operasi yang akan dilakukan di zona
de-eskalasi telah mengkhawatirkan Amerika Serikat, yang memperingatkan
pada Jumat kemarin akan mengambil langkah tegas untuk menghadapi
pelanggaran gencatan senjata.
Baca: OPCW Pastikan Senjata Kimia Digunakan di Suriah
<https://dunia.tempo.co/read/1089632/opcw-pastikan-senjata-kimia-digunakan-di-suriah>
Di lain pihak Yordania mendiskusikan perkembangan di Suriah selatan
dengan Washington dan Moskow dan bahwa ketiga pihak menyetujui perlunya
melestarikan zona de-eskalasi yang mereka perjuangkan tahun lalu dan
sanggup meredam tensi militer.
Tiga negara yang menandatangani kesepakatan tahun lalu melihat bahwa
mempertahankan zona de-eskalasi sebagai langkah kunci untuk mempercepat
upaya mencapai solusi politik di Suriah <https://www.tempo.co/tag/suriah>.
------------------------------------------------------------------------