https://dunia.tempo.co/read/1094981/tidak-percaya-tuhan-pm-baru-spanyol-dilantik-tanpa-alkitab?
PilihanUtama&campaign=PilihanUtama_Click_1
Tidak Percaya Tuhan, PM Baru Spanyol Dilantik
Tanpa Alkitab
Reporter:
Eka Yudha Saputra
Editor:
Maria Rita Hasugian
Minggu, 3 Juni 2018 13:25 WIB
Perdana Menteri Spanyol Pedro Snchez (kiri).[politico.eu]
<https://statik.tempo.co/data/2018/06/03/id_709800/709800_720.jpg>
Perdana Menteri Spanyol Pedro Snchez (kiri).[politico.eu]
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Pemimpin sosialis Spanyol
<https://www.tempo.co/tag/spanyol> Pedro Sánchez disumpah sebagai
perdana menteri Spanyol yang baru pada Sabtu pagi, 2 Juni 2018, oleh
Raja Felipe VI. Namun uniknya, perdana menteri baru yang mengambil
sumpah jabatan di Istana Zarzuela, Madrid ini, bersumpah tanpa Alkitab
atau salib.
Sánchez menggunakan kata "janji" daripada "bersumpah" saat sumpah
jabatan, sesuai dengan bahasa hukum yang diadopsi untuk memungkinkan
pemisahan antara gereja dan negara. Ini dikarenakan Ketua Partai
Sosialis itu tidak percaya Tuhan atau ateis.
"Saya berjanji, dengan hati nurani dan kehormatan saya, untuk dengan
setia memenuhi kewajiban posisi presiden pemerintah, dengan kesetiaan
kepada Raja, dan untuk melindungi dan dilindungi konstitusi sebagai
hukum dasar Negara," kata Sanchez seperti dikutip Politico.eu, 3 Juni 2018.
Baca: Dari Mosi Tidak Percaya, Ketum Partai Sosialis Jadi PM Spanyol
<https://dunia.tempo.co/read/1094611/dari-mosi-tidak-percaya-ketum-partai-sosialis-jadi-pm-spanyol>
Sánchez memenangkan dukungan di parlemen pada Jumat 1 Juni, karena mosi
tidak percaya kepada perdana menteri sebelumnya, Mariano Rajoy, tak lama
setelah putusan pengadilan dalam skandal korupsi yang melibatkan pejabat
dari partai eks perdana menteri. Mariana Rajoy adalah pemimpin Spanyol
pertama yang digulingkan dalam mosi tidak percaya.
Ketua Partai Sosialis Spanyol (PSOE), Pedro Sanchez, tersenyum saat
debat mosi tidak percaya di gedung parlemen, Madrid, Spanyol, 31 Mei
2018.[REUTERS/Susana Vera]
Pelantikan Pedro Sánchez menandai babak baru dan pertama kali dalam
sejarah Spanyol modern, bahwa perdana menteri gagal mengamankan
kepercayaan parlemen untuk pertama kalinya sejak transisi Spanyol dari
kediktatoran menuju demokrasi pada 1977.
Sementara mantan profesor ekonomi berusia 46 tahun itu memiliki tugas
berat saat untuk menghilangkan kekhawatiran pasar keuangan tentang
ketidakstabilan politik, serta menyelesaikan perselisihan sengit dengan
nasionalis Catalan, yang menyatakan kemerdekaan setelah referendum pada
2017.
Baca: Jaksa Jerman Minta Tokoh Oposisi Spanyol Diekstradisi
<https://dunia.tempo.co/read/1094681/jaksa-jerman-minta-tokoh-oposisi-spanyol-diekstradisi>
Pemimpin Sosialis Spanyol (PSOE) telah berjanji untuk menghormati
anggaran negara 2018 yang disahkan oleh pendahulunya dan bernegosiasi
dengan Catalan, selama persatuan Spanyol, namun menolak untuk memberikan
kemerdekaan bagi Catalan.
"Saya sadar akan tanggung jawab yang saya bayangkan, tentang momen
politik kompleks yang akan dilalui negara kita dan saya akan menghadapi
semua tantangan dengan kerendahan hati dan dedikasi," kata Sanchez
setelah diumumkan sebagai perdana menteri usai pemungutan suara di
parlemen seperti dilansir dari Aljazeera.
Sistem dua partai yang dulu mengakar di Spanyol telah memberi jalan bagi
terpecahnya sayap kiri dan sayap kanan.
Pemimpin sosialis ini berhasil membentuk koalisi dengan Podemos yang
berhaluan kiri, dua kelompok pro-kemerdekaan Catalan dan partai
nasionalis Basque, yang semuanya menolak mendukung kandidat Partai
Sosialis untuk jabatan perdana menteri Spanyol
<https://www.tempo.co/tag/spanyol> pada pemilihan sebelumnya.
------------------------------------------------------------------------