Ini dia idealisme khas koruptor. Hantam rata. Penyeragaman. Menolak untuk belajar melihat realita bahwa sekalipun PDIP tergolong partai juara korupsi tetapi bukan berarti seluruh kadernya koruptor. Koruptor memang selalu memandang semua orang seperti dirinya.
--- jonathangoeij@... wrote: Anda benar2 mempunyai pemikiran yang cupat idealis buta tanpa melihat kenyataan yang ada, secara idealis memang benar sebaiknya semua koruptor/mantan koruptor di-barred untuk jadi calon baik itu legislatif maupun eksekutif disemua tingkatan; tetapi satu hal yg anda tidak lihat seandainya ketentuan itu benar2 dijalankan tidak perduli derajat korupsi yg dilakukan salah besar atau kecil pokoknya korupsi maka yang diuntungkan adalah yg saat ini berkuasa yg berhak men-charged seseorang karena korupsi. Akan terjadi tebang pilih, calon2 yg tidak disukai akan digali se-dalam2nya sehingga tidak bisa jadi calon. --- ajegilelu@... wrote : Cara pandang koruptor memang selalu begitu, sogok-menyogok adalah hal yang mendarah daging. Wajar terjadi, bahkan harus. Samasekali tidak terpikir oleh koruptor bahwa menyogok yang dilakukan sopir truk dll lantaran terpaksa / dipaksa keadaan.. Koruptor pasti maunya menang sendiri. Makanya sulit mengerti perilaku berantai. --- jonathangoeij@... wrote: Kelihatannya perjalanan karier dan prestasi Tasdi ini luar biasa sekali dari sopir truck sampai jadi bupati.Sebagai mantan sopir truck tentu beliau akrab dengan sogok menyogok petugas timbangan ataupun berurusan dengan polisi, suatu hal yang menunjukkan masalah korupsi sudah sedemikian mendarah daging dan hampir boleh dibilang semua orang terlibat korupsi. Seandainya benar2 diterapkan semua koruptor/mantan koruptor tidak perduli besar kecil tidak boleh mengajukan diri ataupun dipilih dalam pemilu, rasanya semua (atau setidaknya hampir) kursi di DPR/DPRD ataupun kepala2 daerah akan kosong melompong. --- ajegilelu@... wrote : Di awal kelahiran PDIP tahun 1999, salam metal (salam 3 jari itu) lebih difungsikan untuk "meneriakkan" lambang kepala banteng berikut kedua tanduknya. Melihat mimik dan latar belakang Tasdi yang berasal dari unsur wong cilik asli, bisa jadi acungan jarinya itu masih berfungsi sama, meneriakkan situasi yang sebenarnya: "aku tak sendirian!" ... dari sopir truk hingga ditangkap KPK ... - Selasa 05 Juni 2018, 20:09 WIB Ramai-ramai Mengecam Salam Metal Bupati Purbalingga Audrey Santoso, Niken Purnamasari, Tsarina Maharani, Marlinda Oktavia Erwanti – detikNews Bupati Purbalingga Tasdi tampak menunjukkan pose tangan metal ketika dikawal tim KPK (Foto: ANTARA Foto) Jakarta - Tak ada senyum di wajah Tasdi. Ekspresinya cenderung datar. Namun tangan kanan Bupati Purbalingga yang baru tertangkap KPK itu terangkat. Tampak jempol, telunjuk, dan kelingkingnya mengacung, sedangkan 2 jari lainnya ditekuk. Gestur jari itu biasa disebut salam metal. PDI Perjuangan, partai yang menaungi Tasdi, menyebut sikap kadernya itu memalukan. Namun di lain sisi, apa yang dilakukan Tasdi juga dimaklumi karena posisinya yang baru saja ditangkap KPK. "Memprihatinkan, menyedihkan, manusiawi," ujar Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan PDIP Eva Kusuma Sundari, Selasa (5/6/2018). (Message over 64 KB, truncated)
