https://metro.tempo.co/read/1095436/disebut-tak-tahu-proyek-bak-sampah-rp-95-m-sandiaga-bilang-ini
Disebut Tak Tahu Proyek Bak Sampah Rp 9,5 M,
Sandiaga Bilang Ini
Reporter:
Adam Prireza
Editor:
Clara Maria Tjandra Dewi H.
Selasa, 5 Juni 2018 06:16 WIB
Salah satu penampakan tempat sampah beroda yang dipesan dari Jerman oleh
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Foto Dokumentasi Dinas LH DKI
<https://statik.tempo.co/data/2018/06/04/id_710169/710169_720.jpg>
Salah satu penampakan tempat sampah beroda yang dipesan dari Jerman oleh
Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Foto Dokumentasi Dinas LH DKI
*TEMPO.CO, Jakarta -* Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno membantah
disebut tidak tahu soal pengadaan 2.640 tempat sampah dari Jerman
senilai Rp 9,58 miliar oleh Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta.
Sebelumnya, Ketua Forum Warga Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan menuduh
Sandiaga tidak tahu-menahu soal proyek pengadaan tempat sampah ini.
"Ya tau lah. Saya ini latar belakangnya orang keuangan, saya tau sekali
masalah anggaran," ujar Sandiaga usai acara buka puasa bersama di Balai
Kota, Senin, 4 Juni 2018.
*Baca: DKI Beli Tempat Sampah dari Jerman Sejak Masa Gubernur Ahok
<https://metro.tempo.co/read/1095012/dki-beli-tempat-sampah-dari-jerman-sejak-masa-gubernur-ahok>*
Kendati begitu, Sandiaga Uno masih enggan memberikan klarifikasi ihwal
pengadaan bak sampah asal Jerman tersebut.
Menurut Sandiaga, dirinya telah berkonsultasi dengan Gubernur Anies
Baswedan dan diberikan keleluasaan jika ingin memberikan klarifikasi.
Namun, Sandiaga memilih untuk membiarkan isu ini naik terlebih dahulu.
*Baca: Ada 7000 Ton Sampah per Hari, Sandiaga Uno Siapkan Program 4P
<https://metro.tempo.co/read/1067859/ada-7000-ton-sampah-per-hari-sandiaga-uno-siapkan-program-4p>*
"Tadinya saya mau klarifikasi sekarang. Tapi biarkan isunya naik dan
teman-teman (media) silakan membedah terlebih dahulu," ujar Sandiaga.
"Nanti pada saatnya kami akan beri klarifikasi."
Dalam keterangan tertulisnya Senin, Ketua Forum Warga Kota Jakarta Azas
Tigor Nainggolan menyebut Sandiaga tidak mengetahui proyek pengadaan
tempat sampah ini. Ia pun menduga ada penggelembungan harga satuan
barang dalam proyek ini.
"Sama dengan proyek pohon palsu, proyek tong sampah ini juga katanya
Wagub Sandiaga Uno tidak mengetahui rencana proyek pemesanan tong sampah
tersebut," ujar Tigor.
Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas LH Jakarta Isnawa Adji memastikan
tidak ada penyelewengan dana dalam pengadaaan tong sampah beroda asal
Jerman dengan merek Weber ini.
*Baca: Anggaran Tempat Sampah Jerman Rp 9,58 M, Dinas LH DKI Buka Suara
<https://metro.tempo.co/read/1095047/anggaran-tempat-sampah-jerman-rp-958-m-dinas-lh-dki-buka-suara>*
Ia menyebut proses pembelian telah sesuai dengan analisis kebutuhan
Dinas LH. Selain itu, pembeliannya dilakukan lewat sistem /e-purchasing
/melalui /e-catalog/ Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
(LKPP).
"Saya pastikan tidak ada /mark-up/. Kami diaudit oleh Badan Pemeriksa
Keuangan, inspektorat, dan mungkin juga KPK," tutur dia saat dihubungi
/Tempo/ lewat telepon, Ahad, 3 Juni 2018.
Dalam proyek pengadaan ini, satu tempat sampah dibeli dengan harga
sekitar Rp 3,5 juta. Totalnya, ditambah dengan biaya ongkos kirim Rp
79,2 juta, dana yang dianggarkan dalam pengadaan ini sekitar Rp 9,581
miliar.
"Kami sebelumnya menganggarkan dana sekitar Rp 12 miliar, tapi ternyata
penyerapannya segitu (Rp 9,581 miliar). Jadi sisa dananya akan kembali
lagi ke kas daerah," tutur dia.
*Baca: DKI Beli Tempat Sampah ke Jerman, Dinas LH: Proses Modernisasi
<https://metro.tempo.co/read/1095000/dki-beli-tempat-sampah-ke-jerman-dinas-lh-proses-modernisasi>*
Menurut Isnawa, Dinas LH memilih /garbage bin/ buatan Jerman lantaran
belum ada produk sejenis yang berasal dari lokal, baik di katalog LKPP
maupun di pasaran. Untuk produk bak sampah seperti itu, kata Isnawa, ia
hanya menemukan buatan Jerman dan Cina dalam katalog tersebut.
"Setelah melakukan pertimbangan secara teknis, kami pilih produk Jerman
dengan pertimbangan kualitas," ucap dia. Isnawa pun menyebutkan tempat
sampah
<https://metro.tempo.co/read/1090742/sandiaga-uno-sebut-bank-dunia-biayai-pengolahan-sampah-di-sunter> yang
dipesan telah memiliki sertifikat standardisasi kelas dunia EN-840.
------------------------------------------------------------------------