Dari milis lain :

What To Read About The 15th Anniversary Of The Invasion Of Iraq

http://digg.com/2018/iraq-war-15th-anniversary-what-to-read



Sampai sekarang, 15 tahun setelah Perang Iraq, dunia masih tetap
membicarakan mengenai Perang Iraq ini karena dunia tidak bisa melupakan
akan perang yang tidak adil, karena didasarkan atas sebuah kebohongan yang
dilakukan  oleh pemerintah Amerika. Jadi sebenarnya tidaklah benar kalo ini
disebut perang, melainkan suatu agressi dari suatu super power terhadap
negara yang lebih lemah.  Sebenarnya gejala seperti ini sudah bisa
diketahui dari testimony dari seorang jendral Amerika snediri, yaitu Jend.
Wesley Clark, lama sebelum terjadinya agresi Amerika di Iraq:

*General Wesley Clark: The US will attack 7 countries in 5 years*

https://www.youtube.com/watch?v=nUCwCgthp_E



Dari testimony ini jelas sekali bahwa agresi terhadap Iraq adalah by
design.  Karena memang sejak semula sudah direncanakan dan alasannya
samasekali tidak ada, maka Amerika terpaksa berbohong untuk cari2 alasan
untuk bisa melakukan agresi terhadap Iraq. Sebab tidak mungkin Amerika bisa
menyerang tanpa adanya alasan seperti seorang balita yang memukul balita
lain tanpa alasan apa2.  Maka jadilah Amerika & konco2nya di Eropah
menyerang Iraq, menghancurkan negara itu, membantai rakyat serta
pemimpinnya.  Tetapi yang bikin dunia tercengang ialah tidak diketemukan
adanya WMD maupun bukti2 bawa WMD pernah ada di Iraq.  Dunia yang selama
ini termakan oleh propaganda Amerika mengenai apa yang dorang bilang the
American Values sekarang ber-tanya2, dimana adanya American values itu
ketika Amerika menyerang Iraq?  Jadi nyata sekali bahwa apa yang dikatakan
the American values yang dibanga-bangakan itu hanyalah sekedar omong kosong
yang hanya punya nilai propaganda.  Negara orang keburu hancur, rakyatnya
sebagian besar sudah dibantai termasuk pemimpinnya, padahal alasan untuk
menyerang samasekali tidak ada dan tidak benar.  Aneh bin ajaib, kok bisa
sampai tidak ada yang harus bertanggung jawab.  Meskipun dengan gambalang
diketahui dan diakui bahwa:

*The Iraq War Was A CRIME, Not A Mistake*

https://www.youtube.com/watch?v=-8eu6cWD05c



Sekarang kita bisa bertanya:  Mengapa Amerika bisa berbuat kejahatan
seperti itu, tetapi tidak bisa dihukum sehingga terjadi impunity?
Jawabnuya ialah karena Amerika adalah negara super power, tidak ada negara
yang bisa menghukum Amerika – disamping itu, dunia masih dikuasai oleh
hukum rimba/the law of the jungle.



Kalo masalah diatas kita kaitan dengan jatuhnya banyak korban dalam
Kerusuhan Mei ’98 yang malah sudah terjadi 20 tahun yang lalu, secara
prinsipiil situasinya persiiiiis sama, walaupun perbandingan atas eskalasi
korban yang jatuh dalam  kedua peristiwa itu seperti bumi dengan langit.



Kalo kita bawa kedua peristiwa ini dalam diskusi dikalangan kita maka kita
akan melihat bahwa ada sangat banyak simpathy terhadapp korban2 yang jatuh
dalam kerusuhan Mei ’98 dimana kita tidak mau melupakannya, mengutuk
habis2an para pelaku yang tidak dihukum juga karena dianggap punya “super
power” yang tidak bisa dihukum karena ditenggarai berasal dari tentara.
Jelas sekali bahwa kita semua menganggap itu suatu ketidak adilan yang
sangat nyata.



Akan tetapi kalo kita bawa Perang Iraq dalam diskusi seperti yang anda
kemukakan disini, maka orang2 sebagian dari kita kalo pura2 tidak baca,
tidak lihat atau tidak tahu, malahan cenderung membela para penjahat yang
melakukan kejahatan disana dengan berbagai alasan yang tidak bisa diterima
oleh logika.  Seperti yang pernah aku bilang sebagai suatu usaha untuk
menutupi sebuah gunung dengan sehelai saputangan.  Lalu kalo kita anggap
bahwa adalah suatu ketidak adilan dimana para pelaku kerusuhan Mei ’98
tidak dihukum, lalu bagaimana mungkin para pelaku kejahatan perang di Irak
dianggap adil apabila tidak dihukum?  Dalam hal ini kita bisa menepuk dada
bahwa kita membela keadilan, tetapi dilain pihak kita bersikap hypokrit dan
juga sangat tidak adil dengan pura2 tidak tahu, bahkan membela para
penjahat perang yang sudah menghancurkan Iraq, membantai rakyat &
pemimpinnya.  Apakah kita tidak punya hati nurani dan kita punya double
standard untuk apa yang dikatakan  keadilan? Apakah kita merasa tidak adil
kalo yang jadi korban adalah pihak kita sendiri, lalu kalo pihak orang lain
yang jadi korban kjita anggap boleh2 saja dan sah2 saja?  Oleh karena itu
kadang2 aku seperti kerpingin muntah kalo orang ber-api2 membela dan
simpati kepada korban2 kerusuhan Mei 98, dilain pihak cuek saja, atau
berusaha untuk me-nutup2i kejahatan perang di Iraq.



Tidak semua dikalangan kita yang memahami bahwa kebenaran yang sepotong2
samasekali bukanlah kebenaran.  Kebenaran adalah kebenaran yang utuh dan
tidak bisa di-pilah2, hanya mengemukakan  yang convevient dan berusaha
melupakan atau menutupi yang inconvenient bagi kita.  Demikian pula
keadilan yang sepotong2 bukanlah keadilan.  Kita juga berbuat tidak adil
apabila kita punya double standard yang berbeda dalam menyikapi ketidak
adilan.  Apakah mungkin aku keliru dcengan pendapat ini?  Adalkah
dikalangan tenmanb2 yang berani buka2an dan memberikan respons yang jujur,
sesuai dengan suara hati anda?

Kirim email ke