Puasa kok jadi berpuas- puas habis berpuasa 3/4 hari ? 2018-06-06 6:08 GMT+02:00 [email protected] [GELORA45] < [email protected]>:
> > > > Puasa itu butuh biaya besar, untuk berbuka ada makanan kecil pembuka dan > makanan utama yg lebih enak dari hari2 biasa, masih harus menyediakan > hadiah lebaran buat anak istri kerabat handai taulan, baju2 baru mobil baru > semua serba baru, belum lagi mudik sambil bawa oleh2 buat orang sekampung, > dan tamasya juga. > > ---In [email protected], <inengahk@...> wrote : > > Pintar-pinteran sembunyi saja minta thr, kalau ketangkap ya… resiko. > > Siapa yang tak perlu duit > > > > > > *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] > *Sent:* Wednesday, June 06, 2018 11:07 AM > *To:* Gelora45 <[email protected]>; Jonathan Goeij <jonathangoeij@ > ...> > *Subject:* [**EXTERNAL**] Re: [GELORA45] Bagaimana Sih Pak Bupati Bulan > Puasa Korupsi Juga? > > > > > > Buapatinya puasa sapi (Termasuk jenis memamah biak). Selama harta benda > yang tidak > > bisa dibuktikan, bukan hasil korupsi, tidak disita, ya begini terus. > > Masuk tahanan dengan uang banyak, bisa jadi tetirah dengan pengawalan > ketat. Habis > > keluar tahanan bisa menikmati hidup mewah 7 generasi..... > > Koruptor diarak, keliling kota, boleh dilempari dengan kotoran, mungkin > baru kapok ....? > > > > 2018-06-06 4:28 GMT+02:00 jonathangoeij@... [GELORA45] < > [email protected]>: > > > > > > > Bagaimana Sih Pak Bupati Bulan Puasa Korupsi Juga? > <http://poskotanews.com/2018/06/06/bagaimana-sih-pak-bupati-bulan-puasa-korupsi-juga/> > Rabu, > 6 Juni 2018 — 6:25 WIB > > > > [image: puasa-korupsi] > > *BUPATI* Purbalingga (Jateng) Tasdi dan Bupati Buton Selatan (Sultra) > Agus Faisal Hidayat; agaknya penderita THT akut. Di berbagai daerah > rekannya sesama bupati ditangkap KPK karena korupsi, eh masih ikutan juga.. > Nggak denger, apa? Tambah konyol lagi, korupsi itu dilakukan di bulan suci > Ramadhan. Bagaimana sih puasa kalian? > > Ketika Presiden Jokowi kumpulkan seluruh Kepala Daerah di Istana 24 > Oktober 2017, tentunya Bupati Purbalingga dan Buton Selatan juga hadir. > Waktu itu di depan bupati, walikota dan gubernur, Jokowi mengingatkan, > jangan sekali-kali korupsi, terima suap dan sebangsanya. > > Ada dua kemungkinan. Bisa jadi Bupati Tasdi dan Agus Faisal Hidayat tak > mendengarkan karena sedang ngantuk, atau mendengarkan tapi hanya masuk > telinga kanan keluar telinga kiri. Jadi sama sekali tak terkesan dan > tertanam dalam sanubarinya bahwa korupsi atau suap itu membahayakan tiang > negara. > > Taruhlah mereka ini tak mendengarkan ketika diceramahi Presiden. Tapi > lewat berita koran dan TV pasti sering mendengar, betapa teman-teman Kepala > Daerah banyak yang ditangkap KPK karena menyalahgunakan jabatan. Atau > keduanya memang penderita THT akut, tapi tak pernah kontrol, jadi budegnya > nggak ketulungan? > > Bupati Agus Faisal Hidayat ditangkap KPK 24 Mei, ketika terima dana dari > kontraktor untuk biaya Pilkada. Sedangkan Bupati Tasdi dibekuk KPK 4 Juni > karena minta komisi ke kontraktor pembangunan Islamic Centre. Tragisnya, > semua ini terjadi di bulan Ramadhan 1439 H, ketika umat Islam berlomba > mencari pahala Ramadhan. > > Puasa itu tidak hanya menahan makan dan minum di siang hari, tapi juga > menahan nafsu untuk berbuat yang melanggar hukum Allah. > > Hadits Nabi mengatakan, laknatullah ‘ala rosyi walmurtasyi (laknat Allah > atas orang menyuap dan yang disuap). Jadi bupati yang minta komisi proyek > dan minta saweran kontraktor untuk Pilkada, itu artinya sudah sama-sama > dilaknat Allah. > > Itu sanksi di sono. Sanksi di sini, sudah dipecat dari jabatannya, masuk > penjara pula. Anak istrinya ikut malu pula karenanya, sebab oleh tetangga > dan teman-temannya akan diledek, “Oo, itu anak koruptor yang terkena > OTT…..”. Mau ditaruh mana muka ini? – *gunarso ts* > > > > > > >
