----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: [email protected] [GELORA45] 
<[email protected]>Kepada: "[email protected]" 
<[email protected]>Terkirim: Minggu, 10 Juni 2018 23.56.03 GMT+2Judul: 
[GELORA45] Saat Pendukung Ahok Bertanya, "Habib Rizieq Kapan Pulang?"
     








Saat Pendukung Ahok Bertanya, "Habib Rizieq Kapan Pulang?"

Ditulis oleh  Ady Nugraha
Diterbitkan di hukum & politik








Ilustrasi Via Geotimes

 

Sumber.com - Pilgub DKI memang telah lama berlalu. Terhitung Oktober 2017, 
Anies Baswedan secara resmi telah menjabat Gubernur DKI Jakarta bersama 
Sandiaga Uno sebagai pendamping. Pertarungan memperebutkan kursi Jakarta 1 
berhasil dimenangkan Anies-Sandi. 

 



Mengalahkan Basuki Tjahaja Purnama yang harus lengser justru sebelum masa 
jabatannya berakhir. Tak hanya harus rela menerima kekalahan, Ahok juga harus 
pasrah karena pasca jabatannya 'direbut', dirinya harus mendekap di penjara 
karena kasus penistaan agama.




Aksi 212 merupakan tonggak berakhirnya masa kepemimpinan Ahok. Karena adanya 
aksi tersebut, kasus Ahok diangkat ke meja hukum. Siapa sosok dibalik Aksi 212? 
Tentu saja. Habib Rizieq Shihab. Bisa dibilang, Habib lah yang paling berjasa 
'melengserkan Ahok'.

 

Wajar jika pendukung Ahok kemudian mencibir Rizieq, sentimen bahkan cenderung 
benci. Mereka marah. Apalagi, mengingat bahwa, sepertihalnya Ahok, Rizieq juga 
merupakan sosok yang sebetulnya tidak bersih dari catatan hukum. Penelusuran 
tim sumber setidaknya menunjukkan setidaknya ada 8 kasus yang pernah menjerat 
Rizieq.

 

Selain kasus pornografi, kasus-kasus lain yang menyeret nama Rizieq, baik 
sebagai terlapor, saksi, dan tersangka, di antaranya: 
   
   - Penghinaan dan pelecehan terhadap budaya Sunda karena telah memplesetkan 
salam Sunda “sampurasun” yang dilaporkan oleh Aliansi Masyarakat Sunda 
Menggugat - Angkatan Muda Siliwangi Jawa Barat pada 24 November 2015 (status 
terlapor).
   - Dugaan menghina agama Kristen dalam ceramah di Pondok Kelapa, Duren Sawit, 
Jakarta Timur yang dilaporkan Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia 
(PMKRI) dan Student Peace Institute (SPI) ke Polda Metro Jaya pada 27 Desember 
2016 (status terlapor).
   - Dugaan penodaan agama yang dilaporkan Forum Mahasiswa Pemuda Lintas Agama 
(Rumah Pelita) ke Polda Metro Jaya pada 30 Desember 2016 (status terlapor).
   - Tudingan menyebut ada gambar palu arit di lembaran mata uang kertas baru 
yang dilaporkan Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah (JIMAF) ke Polda Metro 
Jaya pada 8 Januari 2017 (status terlapor).
   - Ceramah tentang gambar palu arit dalam uang baru yang diunggah ke Youtube 
yang dilaporkan Firmansyah ke Polda Metro Jaya pada 10 Januari 2017 (status 
terlapor).
   - Sangkaan penguasaan tanah ilegal di daerah Megamendung, Cisarua, Bogor 
yang dilaporkan oleh warga yang berinisial “E” ke Bareskrim Polri pada 19 
Januari 2016 (status terlapor).
   - Dugaan penodaan Pancasila yang dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri 
pada 27 Oktober 2016 (tersangka pada 30 Januari 2017, dan dinyatakan SP3).
   - Kasus chat berkonten pornografi yang menyeret nama Rizieq Shihab dan Firza 
Husein (status tersangka sejak Mei 2017).

 

Namun nyatanya nasib Rizieq jauh lebih baik dari Ahok. Pasalnya, dari rentetan 
kasus yang pernah menjeratnya, tak satu pun yang berbuah bui. Polisi mengatakan 
karena tidak cukup bukti. Namun ada pula yang mengatakan bahwa ada 'sesuatu' 
yang tidak beres.



 

Apa Kata Pendukung Ahok Tentang Habib Rizieq?

Sejak 9 Mei, bertepatan dengan putusan sidang putusan Basuki Tjahaja Purnama 
terkait kasus penistaan agama, percakapan tentang Rizieq Shihab meningkat 
tajam. Pada masa sebelum Ahok ditahan Rizieq disebut rata-rata 3.516 per hari 
di Twitter. Namun, setelah penahanan Ahok, cuitan tentang Rizieq meningkat 
menjadi 13.842 percakapan per hari.





"Ada 113.136 percakapan di lini masa membicarakan mengenai Habib Rizieq dalam 
seminggu terakhir," papar Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, Rustika 
Herlambang.




Netizen melihat adanya perlakuan tidak adil jika membandingkan kasus Ahok 
dengan Rizieq. Pasalnya, sepertihalnya Ahok, Rizieq juga melakukan penistaan 
agama (poin no.2). Namun sampai detik ini, statusnya masih terlapor dan belum 
jelas juntrungannya.

 


"Rizieq juga ngata-ngatain agama lain kok. Dia juga menimbulkan keresahan 
masyarakat. Tapi sampai sekarang masih bebas-bebas saja," kata salah seorang 
netter,


 

Netizen lain juga membandingkan kasus pornografi yang menjerat Rizieq dengan 
video mesum Ariel, Luna Maya dan Cut Tari beberapa waktu lalu. Dalam hal ini, 
FPI adalah pihak yang paling lantang menyuarakan seruan agar pentolan Band 
Peterpan tersebut harus segera ditindak.

 



Bahkan, FPI dengan berlebihan mengatakan Ariel adalah teroris moral, pantas 
dihukum mati. Meski akhirnya kasus Ariel selesai dengan bui, tampaknya vonis 
tersebut cukup membuat FPI diam. Namun lagi-lagi, Rizieq lebih beruntung.. 




Meski polisi menyebut kasus Rizieq-Virza ada kemiripan dengan Ariel-Luna, 
tampaknya kasus Rizieq tidak akan sampai di meja hukum. Terakhir, meski masih 
simpang siur, kabarnya polisi akan menghentikan kasus ini (SP3) karena tidak 
adanya bukti yang cukup kuat.

 


"Kata polisi, kasus Rizieq-Firza mirip kasus Ariel-Luna. Kalau FPI konsisten, 
mereka harus menuntut Rizieq dihukum mati," sambung netizen lainnya.


 

Pendukung Ahok lainnya juga mempermasalahkan kaburnya Rizieq dari Indonesia.. 
Beda dengan Ahok yang datang dengan berani menghadap aparat hukum, Rizieq 
justru cenderung menghindar. Dia kabur, memilih Arab Saudi sebagai tempat 
tinggal. 

 



Namun lokasi yang cukup jauh itu bukanlah tempat yang tidak mungkin terjangkau. 
Kalau memang niat, mestinya polisi mengejarnya. Paling tidak agar Rizieq mau 
memenuhi sidang-sidang atas perkara yang pernah menjeratnya. Dan lagi, Rizieq 
juga bukanlah sosok yang sulit untuk ditemui bahkan ketika berada di Arab.




Tengok saja Prabowo Subianto yang beberapa waktu lalu bersilaturahim kesana.. 
Ada pula beberapa nama yang akan bertarung di ajang pilkada yang juga 
sebelumnya datang, seperti meminta restu.

 

Wajar jika pada akhirnya netter menyikapinya dengan nyinyir. Ada teka-teki yang 
membuat warganet penasaran, terutama mereka para pendukung Ahok yang telah 
'kalah'. Namun bagaimanapun, meski mungkin saja ada beberapa kasus Rizieq yang 
bisa jadi akan dianggap beres, ada satu beban moral yang ditanggung Rizieq 
dihadapan masyarakat.

 

Masih ada PR yang belum selesai. 

 


"Sebaiknya Rizieq segera pulang, mendampingi Firza. Menjelaskan perkaranya ke 
masyarakat." kata netter lain.





    

Kirim email ke