https://www.antaranews.com/berita/720497/turki-terima-f-35-
pertama-mereka-dari-amerika-serikat
Turki terima F-35 pertama
mereka dari Amerika Serikat
Jumat, 22 Juni 2018 18:17 WIB
F-35 Lighting II buatan Lockheed Martin. Dia merupakan pesawat tempur
taktis multi peran yang didedikasikan untuk dioperasikan Angkatan Udara
Amerika Serikat, Angkatan Laut Amerika Serikat, dan Korps Marinir
Amerika Serikat. (lockheedmartin.com)
.... pemerintah Amerika Serikat mempertahankan hak asuh pesawat sampai
pemeliharaannya diserahkan kepada mitra-mitranya...
Washington (ANTARA News) - Amerika Serikat, Kamis (20/6), menyerahkan
pengiriman pertama pesawat tempur silumannya F-35 /Lightning II/ kepada
Turki, meskipun ada ketegangan dengan negara tersebut dan penentangan
anggota Senat.
Raksasa pertahanan Amerika Serikat, Lockheed Martin, menyerahkan secara
resmi kepemilikan pesawat tempur pertama dengan teknologi tak kasat mata
alias /stealth/ itu, kepada para pejabat Turki dalam upacara di Fort
Worth, Texas.
Pesawat kedua dijadwalkan akan dikirim dalam beberapa hari mendatang dan
kedua pesawat tersebut nantinya akan dibawa ke Pangkalan Angkatan Udara
Amerika Serikat Luke di Arizona, tempat pilot dan awak pemeliharaan
Turki menjalani pelatihan, kata juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel
Mike Andrews.
Para senator Amerika Serikat menentang pengiriman tersebut menyusul
rencana Ankara untuk membeli sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia.
Dalam rancangan undang-undang anggaran pertahanan yang disetujui Selasa,
Senat menuntut agar penjualan F-35 /Lighting II/ dibatalkan jika Turki
tetap membeli sistem pertahanan Rusia.
“Setiap upaya pemerintah Turki untuk semakin meningkatkan hubungan
mereka dengan Rusia akan mengganggu keamanan umum aliansi NATO, dan
negara-negara anggota NATO, serta melemahkan interoperabilitas aliansi,”
bunyi rancangan undang-undang tersebut.
Jika kedua majelis Kongres Amerika Serikat menyetujui versi RUU itu,
pemerintahan Donald Trump akan berkewajiban untuk mengecualikan Turki
dari program F-35 /Lightning II/, mencopot semua suku cadang yang dibuat
di Turki dari pesawat itu dan melarang F-35 Turki meninggalkan wilayah
Amerika Serikat.
Turki telah menjadi mitra dalam konsorsium internasional yang mendanai
F-35 /Lightning II/ sejak 2002.
Seorang pejabat Departemen Pertahanan Amerika Serikat menekankan,
setelah pesawat terbang itu diproduksi, pemerintah Amerika Serikat
mempertahankan hak asuh pesawat sampai pemeliharaannya diserahkan kepada
mitra-mitranya.
"Ini biasanya terjadi setelah proses panjang pelatihan mitra asing
selesai (satu hingga dua tahun)," pejabat itu menambahkan.
Hubungan antara kedua sekutu NATO telah tegang sejak Turki melancarkan
serangan terhadap milisi Kurdi di timur laut Syia, Unit Perlindungan
Rakyat, bahwa Amerika Serikat mendukung memerangi kelompok ISIS tetapi
yang dianggap Ankara sebagai kelompok teror.
Diluncurkan pada awal 1990-an, F-35 /Lightning II/ dianggap sebagai
sistem senjata paling mahal dalam sejarah Amerika Serikat, dengan
perkiraan biaya sekitar 400 miliar dolar AS dan menargetkan untuk
memproduksi 2.500 pesawat di tahun-tahun mendatang. Demikian dilansir
Kantor Berita AFP.
Sedangkan jika dilihat harga perunit, maka F-22 /Raptor/ yang juga
dibuat Lockheed Martin, merupakan pesawat tempur paling mahal hingga
saat ini di dunia.
/Penerjemah: Sella Panduarsa Gareta/
COPYRIGHT © ANTARA 2018