https://nasional.tempo.co/read/1100754/sby-tuding-tni-bin-polisi-tidak-netral-begini-respons-jokowi
SBY Tuding TNI, BIN, Polisi Tidak Netral, Begini
Respons Jokowi
Reporter:
Friski Riana
Editor:
Syailendra Persada
Senin, 25 Juni 2018 17:12 WIB
0 komentar
<https://nasional.tempo.co/read/1100754/sby-tuding-tni-bin-polisi-tidak-netral-begini-respons-jokowi#comments>
000
#
#
#
#
Presiden Jokowi menjamu Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di
Istana Kepresidenan, Jakarta, 27 Oktober 2017. TEMPO/Istman
<https://statik.tempo.co/data/2017/10/27/id_658032/658032_720.jpg>
Presiden Jokowi menjamu Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di
Istana Kepresidenan, Jakarta, 27 Oktober 2017. TEMPO/Istman
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Presiden Joko Widodo alias Jokowi
<https://www.tempo.co/tag/jokowi>menjawab tudingan Ketua Umum Demokrat
Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY <https://www.tempo.co/tag/sby>
mengenai lembaga Kepolisian RI (Polri), Badan Intelijen Negara (BIN),
dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tidak netral.
Jokowi mengatakan netralitas Polri, TNI, dan BIN bersifat mutlak.
"Sudah saya tegaskan untuk disampaikan ke jajaran yang ada di Polri,
TNI, dan BIN. Sudah saya sampaikan pada Kepala BIN, Kapolri, dan
Panglima TNI. Jadi tidak usah ditanyakan lagi," katanya di Kompleks
Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin, 25 Juni 2018.
*Baca: Bagaimana Reaksi Fahri Hamzah Soal Tudingan SBY Bahwa Polisi,
TNI, BIN Tidak Netral?
<https://nasional.tempo.co/read/1100629/fahri-hamzah-jokowi-harusnya-tanggapi-penyataan-sby>*
Jokowi mempersilakan siapa pun melaporkan tiga lembaga tersebut ke Badan
Pengawas Pemilu jika terbukti tidak netral. Jokowi juga mengajak
masyarakat ikut mengawasi penyelenggaraan pemilihan umum. "Mari
bersama-sama mengawasi," ujarnya.
Sebelumnya, SBY secara terang-terangan menyebut lembaga negara BIN, TNI,
dan Polri tidak netral dalam menghadapi pesta demokrasi. Presiden RI
keenam ini menyatakan unek-uneknya saat menggelar konferensi pers
terkait dengan kampanye terbuka pasangan calon Gubernur dan Wakil
Gubernur Jawa Barat 2018, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. “Yang saya
sampaikan ini, cerita tentang ketidaknetralan elemen atau oknum dari
BIN, Polri, TNI, bukan lembaganya,” ucap SBY di Bogor, Sabtu, 23 Juni 2018.
*Simak: Demokrat Tuding Bawaslu Tutup Mata Soal Aparat Tidak Netral
<https://nasional.tempo.co/read/1100536/soal-tudingan-aparat-tak-netral-demokrat-bawaslu-menutup-mata>*
Sebelumnya, SBY juga mengaku sempat mengungkapkan ketidaknetralan
beberapa oknum aparatur negara tersebut dalam kunjungannya ke Madiun,
Jawa Timur, pada 18 Juni lalu. “Ada kejadiannya. Ini nyata, tidak
/hoax/,” tuturnya.
SBY menyebut ketidaknetralan lembaga negara tersebut saat berlangsungnya
pilkada DKI Jakarta. Ia mengatakan proses pemanggilan calon wakil
gubernur usungan Partai Demokrat, Sylviana Murni, dan suaminya, Gede
Sardjana, terdapat kejanggalan.
“Selama masa kampanye, calon wagub Ibu Sylviana rutin, bahkan
berkali-kali dipanggil kepolisian, suaminya juga,” katanya.
*Baca juga: Gerindra Tuding Relawan Jokowi Bermain di
Pilkada Sumatera Barat
<https://pilkada.tempo.co/read/1100464/gerindra-tuding-relawan-jokowi-bermain-di-pilkada-sumatera-barat>*
Tidak hanya itu, saat hendak dilakukan penghitungan suara pilkada DKI
pun, SBY melanjutkan, namanya sempat disebut mantan ketua Komisi
Pemberantasan Korupsi, Antasari Azhar, sebagai dalang yang membuat
Antasari mendekam di bui.
“Kredibilitas saya dirusak. Sudah saya adukan ke Polri. Hingga hari ini
tidak ada kelanjutannya. Kalau seorang mantan presiden menggunakan hak
hukumnya tidak ditanggapi, apalagi dengan rakyat jelata,” ujarnya.
------------------------------------------------------------------------
# SBY <https://www.tempo.co/tag/sby>
# Jokowi <https://www.tempo.co/tag/jokowi>