https://tekno.tempo.co/read/1105175/studi-baru-ungkap-kebenaran-teori-relativitas-
albert-einstein?TeknoUtama&campaign=TeknoUtama_Click_7
<https://tekno.tempo.co/read/1105175/studi-baru-ungkap-kebenaran-teori-relativitas-albert-einstein?TeknoUtama&campaign=TeknoUtama_Click_7>
Studi Baru Ungkap Kebenaran Teori Relativitas
Albert Einstein
Reporter:
Moh Khory Alfarizi
Editor:
Yudono Yanuar
Senin, 9 Juli 2018 16:58 WIB
0 komentar
<https://tekno.tempo.co/read/1105175/studi-baru-ungkap-kebenaran-teori-relativitas-albert-einstein?TeknoUtama&campaign=TeknoUtama_Click_7#comments>
516
#
#
#
#
Potret masa muda ilmuan terbesar pada abad ke-20, Albert Einstein saat
bersantai di Nassau Point, Long Island, New York, pada 1939.
boredpanda.com
<https://statik.tempo.co/data/2016/11/25/id_559165/559165_620.jpg>
Potret masa muda ilmuan terbesar pada abad ke-20, Albert Einstein saat
bersantai di Nassau Point, Long Island, New York, pada 1939. boredpanda.com
*TEMPO.CO, Jakarta* - Sebuah penelitian berhasil menjawab keraguan soal
kebenaran teori relativitas Albert Einstein
<https://www.tempo.co/tag/albert-einstein>. Percobaan menunjukkan bahwa
teori itu terbukti benar, bahkan dalam kondisi gravitasi skala ekstrim,
seperti dalam sistem tiga bintang.
Hasil penelitian terbaru itu dipublikasikan dalam jurnal /Nature /pekan
ini. "Penelitian ini menunjukkan bagaimana pengamatan rutin dan
hati-hati dari bintang yang jauh dapat memberi kita tes presisi tinggi
dari salah satu teori fundamental fisika," ujar profesor di departemen
fisika dan astronomi University of British Columbia, Ingrid Stairs,
salah satu peneliti, seperti dikutip kembali oleh laman /Interesting
Engineering/, 7 Juli 2018.
*Baca juga*: Teori Albert Einstein Mulai Dipakai untuk Menghitung
Bintang
<https://tekno.tempo.co/read/883631/teori-albert-einstein-mulai-dipakai-untuk-menghitung-bintang>
Teori relativitas Einstein menyatakan bahwa semua benda akan jatuh
dengan cara yang sama, tanpa dipengaruhi massa atau komposisinya. Namun,
selama ini, beberapa ilmuwan berspekulasi bahwa dalam kondisi tertentu,
seperti kasus gravitasi ekstrim, teori itu mungkin tidak berlaku lagi.
Para peneliti kemudian berusaha meneliti hal tersebut dengan mengamati
perilaku gravitasi dalam sistem tiga bintang (three-star) yang dikenal
sebagai PSR J0337 + 1715. Sistem besar tersebut berlokasi di 4.200 tahun
cahaya, terdiri dari dua planet putih kerdil dan sebuah bintang neutron.
Sistem itu ditemukan pada 2014 dan memiliki kondisi gravitasi ekstrem
sehingga dianggap tepat untuk menguji teori Einstein.
Para peneliti mempelajari sistem tiga bintang itu secara detail selama
enam tahun dengan beberapa teleskop. Penulis utama penelitian itu, Anne
Archibald, dari Universitas Amsterdam, menyatakan mereka telah mengamati
dan menghitung perilaku orbit ketiga planet itu.
"Kami melacak pasangan bintang dalam melalui beberapa orbit dari
planet terluar. Hal ini berguna untuk menentukan bagaimana bintang katai
tersebut dipengaruhi oleh gravitasi bintang lainnya," kata Archibald.
Akhirnya, peneliti menyimpulkan tidak ditemukan perbedaan dari gravitasi
yang selama ini dikenal. "Jika ada perbedaan, itu tidak lebih dari tiga
dalam satu juta," kata penulis lain, Nina Gusinskaia.
Menurut Gusinskaia, pengujian teori relativitas Einstein dalam sistem
planet tersebut hasilnya konsisten. Namun, kata dia, mereka akan terus
melakukan pengamatan, terutama untuk kian memahami bagaimana
mendeskripsikan gravitasi dan mekanika kuantum dengan bahasa matematika.
Simak artikel menarik lainnya tentang teori relativitas Albert Einstein
<https://tekno.tempo.co/read/883631/teori-albert-einstein-mulai-dipakai-untuk-menghitung-bintang>
hanya di kanal Tekno Tempo.co
*INTERSTING ENGINEERING | JOURNAL NATURE*