*Berita ini agak lama, tetapi mungkin menarik untuk sedikit senyum. Riset?
Bagaimana kalau jalan pendek diambil dari pada riswt, yaitu dikasi obat
surga dunia kepada sapi-sapi untuk giat dan rajin berenak-enaakan, biarlah
mereka kerja lembur, supaya bisa menghasilkan banyak turunan alias babies,
dengan begitu dalam dua tiga tahun mendatang sudah tidak lagi perlu impor
daging sapi, karena sudah banyak sapi yang dimiliki. Kalau sudah banyak
sapi dimiliki tak perlu lagi import, simpan devisa dan malah bisa export ke
segala penjuru dunia untuk tambah devisa guna melunasi hutang luarnegeri
yang bertumpuk-tumpuk. Metode banyak babies ini bisa diterapkan kepada
kambing, domba dan unta etc. hehehehhehe*


*https://www.merdeka.com/uang/menteri-nasir-ada-hasil-riset-untuk-tekan-impor-sapi-15-20-persen.html
<https://www.merdeka.com/uang/menteri-nasir-ada-hasil-riset-untuk-tekan-impor-sapi-15-20-persen.html>*


*Menteri Nasir: ada hasil riset untuk tekan impor sapi 15-20 persen*

*Senin, 20 Juni 2016 16:13 Reporter : Syifa Hanifah
<https://www.merdeka.com/reporter/syifa-hanifah/>*




*Merdeka.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi
(Menristekdikti), M. Nasir, mengungkapkan pihaknya tengah mengembangkan
riset peningkatan produktivitas sapi. Diharapkan hasil dari riset ini mampu
menekan impor sapi sebesar 15 persen sampai 20 persen.*















*"Ada satu riset tentang penyiapan sapi yang diharapkan kalau kita
kembangkan betul dan kita aplikasikan itu lima tahun saya yakin mengurangi
impor 15-20 persen," kata Menteri Nasir di Kantor Presiden, Jakarta
<http://www.merdeka.com/tag/j/jakarta/>, seperti dilansir Antara, Senin
(20/6).Pihaknya melakukan riset menggunakan sampel sapi Bali yang beratnya
rata-rata 250 kilogram (Kg). Dengan perlakuan tertentu beratnya bisa naik
hingga 500 Kg. Sedangkan, jika sampel yang digunakan adalah sapi Sumba yang
rata-rata beratnya 250-300 Kg bisa didongkrak beratnya hingga 700 Kg sampai
1 ton."Ini yang sudah ada, ini sudah kami SNI-kan, mudah-mudahan segera
keluar. Ini akan memenuhi kebutuhan swasembada daging," katanya.Penelitian
yang dilakukannya itu telah dimulai sejak 2010 sehingga pada 2016
diharapkan sudah bisa diaplikasikan di lapangan. "Kami sudah demplot (petak
percontohan) di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, dan
Sulawesi," katanya.Riset terhadap sapi itu, kata dia, saat ini telah
berjalan sehingga untuk keberlanjutannya tinggal melalui pola inseminasi
buatan pada sapi-sapi lokal.Presiden Joko Widodo, menurutnya, sangat
merespon positif pada hasil riset ini. "Beliau sangat merespon positif akan
meninjau lokasi, tempat risetnya kayak apa dan beliau mau lihat sapi yang
sudah jadi kayak apa. Kalau arahan Presiden okay, nanti akan kami sebarkan
mestinya di hilir. Kami di hulunya," katanya.Namun, Menteri Nasir
menekankan hasil risetnya baru bisa dinikmati pasar setidaknya tiga sampai
lima tahun ke depan. [bim]*

Kirim email ke