Seperti harga kebutuhan lain yang naik terus menjelang puasa 2018, 
harga telur dll juga tetap naik setelah lebaran. 


Harga Telur Ayam Sentuh Rekor Tertinggi Tahun Ini
"Selaintelur ayam, harga komoditas daging ayam juga mengalami kenaikan. 
Saat ini hargadaging ayam mencapai Rp 42 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram."
-

Ribut “Harga Telur”, Apa Kerjanya Pemerintah?
Juli 11, 2018 16:23
Jakarta, Aktual.com – Fenomana meroketnya sejumlahharga kebutuhan bahan-bahan 
pokok, selama hampir empat tahun rezim pemerintahanJokowi-JK tampak terus tak 
ada hentinya. Setelah sempat sebelumnya secaramusiman harga daging, harga 
bawang, harga cabai, harga beras mengalami kenaikanyang di atas harga normal, 
kini giliran harga telur yang ikut mengalamifenomena musiman.
Meskipunfenomena musiman ini kerap terjadi dalam jangka waktu singkat satu 
sampai duabulan, namun fenomena musiman ini menimbulkan keresahan masyarakat, 
apalagiuntuk kalangan menengah ke bawah, yang pasti berdampak setidaknya pada 
keuangandan belanja keluarga. Sehingga wajar jika masyarakat terus bertanya, 
“apa kerjanyaPemerintah?”
Berdasarkandata redaksi aktual.com, harga telur telah mengalami kenaikan sejak 
awal Mei2018 atau kurang lebih dua minggu menjelang puasa Ramadhan, yang di 
beberapadaerah di Pulau Jawa rata-rata di atas Rp25.000 per kilogram. Sempat 
mengalamipenurunan harga di pertengahan puasa, namun kemudian naik lagi 
menjelang IdhulFitri, karena permintaan yang melonjak.
Berdasarkanpengalaman tahun sebelumnya, harga telur biasanya berangsur turun 
pascalebaran. Namun pada tahun ini ternyata prediksi itu tak sesuai realita 
yangada. Harga telur terus bertahan di atas Rp25.000 per kilogram, bahkan 
Rabu(11/7) hari ini harga telur di beberapa pasar Jakarta telah tembus di 
hargaRp30.000 per kilogram.
Pedagang Akui Harga Telur Sudah di Luar Logika Normal
Wagiyem,seorang pedagang telur ayam di Pasar Gede, Solo, Jawa Tengah 
membenarkan hargatelur ayam terus naik usai Lebaran. Sempat di harga 
Rp25.000/kg namun kemudianterus naik.
“Inibukan harga naik, yang benar ganti harga, lha sudah enggak normal. 
HabisLebaran Rp25 ribu, sempat naik Rp28 ribu, baru kemarin turun Rp27 
ribu,”katanya.
Meskipunharga telur ayam terus naik, namun dia mengatakan para pelanggannya, 
yangmayoritas adalah pemilik warung dan rumah makan, masih tetap membeli.
Berbedadengan Wagiyem, harga telur ayam di Jombang Jawa Timur yang dijual di 
kisaranharga Rp26.000 per kilogram, membuat sejumlah lapak pedagang telur 
tampak sepidari pembeli.
“Hanyabeberapa pembeli saja yang terpaksa membeli telur,” ujar Nur 
Wahid,pedagang telur.
Itupun dengan mengurangi jumlah pembeliannya, dari 1 kilogram menjadi 
0,5kilogram. Dia mengatakan, harga normal telur biasanya hanya Rp20 ribusampai 
Rp22 ribu per kilogram.
Dariharga tersebut dirinya bisa menjual telur sekitar empat kuintal. Namun saat 
inihanya berkisar dua kuintal sehari.
Kata Peternak Ini Dua Faktor Penyebab Harga TelurMelonjak
Tukinu,peternak ayam petelur di Boyolali Jawa Tengah menyebutkan ada beberapa 
faktoryang menyebabkan harga telur saat ini tinggi. Pertama, bangkrutnya 
peternak-peternakkecil karena ternak ayam diserang penyakit sehingga produksi 
telur menurun dantidak mampu mencukupi kebutuhan pasar.
“Adakemungkinan peternak-peternak kecil tidak bisa bertahan. Karena waktu 
hargatelur itu Rp17.000 – Rp18.000/kg, peternak dengan jumlah ternak 1.000 
atau2.000 ekor atau peternak home industri banyak yang tidak tahan,” kata 
Tukinu,Selasa (10/7).
Penyebab kedua,lanjut Tukinu, akhir-akhir ini banyak ternak ayam petelur yang 
diserangpenyakit sehingga produksi telur tidak maksimal atau mengalami 
penurunan.
“Produksitelur mengalami penurunan, biasanya maksimum 90 persen, sekarang 
rata-rata 70persen. Misalnya, 1.000 ayam produksi telur 58 kg, sekarang paling 
dapatnya 40kg,” jelasnya.
“Duafaktor itulah yang menyebabkan harga telur mengalami kenaikan. Kalau 
produksiturun kan otomatis permintaan yang selama ini tercukupi kan tidak 
tercukupi.Yang mengakibatkan harga mengalami kenaikan,” sambungnya.
Rupiah Terus Melemah Jadi Penyebab Harga Telur TembusRp30 Ribu di Jakarta
Sejumlahpedagang di pasara tradisional keluhkan naiknya harga telur ayam yang 
mencapaiharga Rp30.000 per kilogram.
“SehabisLebaran harga telur terus naik. Sekarang harganya Rp30.000 per 
kilogram,” ujarseorang pedagang sembako, Rizal, di Pasar Palmerah, Jakarta, 
Selasa (10/7).
Rizalmenjelaskan harga telur ayam setelah Lebaran Rp24.000 per kilogram 
kemudiannaik menjadi Rp26.000 dan sekarang mencapai Rp30.000. Bahkan sejumlah 
pedagangdi Palmerah ada yang menjual telur ayam dengan harga Rp32.000 per 
kilogram.
Rizalmengaku tak tahu pasti penyebab naiknya harga telur tersebut. Akan tetapi 
iamenduga kenaikan tersebut berkaitan dengan melemahnya Rupiah terhadap 
DolarAmerika Serikat.
Melemahnyarupiah dan naiknya kurs dolar menjadi salah satu penyebab naiknya 
harga telurayam, dibenarkan oleh Peternak di Blitar. Dia mengaku setelah kurs 
rupiahtembus Rp15.000 per USD, menyebabkan harga pakan ternak mengalami 
kenaikan.
“Hargapakan naik sekitar Rp15 ribu/zak. Awalnya, harga pakan Rp 
340.500/zak.Sekarang menjadi Rp 355.500/ zak,” kata Suriono, seorang peternak 
ayam petelurdi Desa Sumberasri, Nglegok, Rabu (11/7).
Halsenada juga disampaikan Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Blitar, 
Sukarman..Menurutnya, kenaikan harga pakan jika dikonversi dengan produktivitas 
ayam,maka harga telur mengalami kenaikan sebesar Rp300/kg.
“Hitungannyabegini, per 1.000 ekor ayam itu butuh 120 kg pakan. Ini harga pakan 
naiksekitar Rp100. Jadi kebutuhan pakan per hari itu sekitar Rp12.000. 
Sementaraayam per periode itu bisa bertelur 42. Jadi ngitungnya Rp12.000 dibagi 
42dapatnya kenaikan harga telur itu Rp300/kg,” jelasnya.
Terkaitberedarnya kabar ayam afkiran, menurut Sukarman, tidak banyak 
pengaruhnya padakenaikan harga telur.
Sementarafaktor lain yang membuat harga telur naik, kata Sukarman, adanya 
peningkatankonsumsi telur di kalangan masyarakat ekonomi bawah.
“Programbantuan pangan non tunai, sekarang kan berupa beras dan telur. Satu 
keluargadapat 10 telur, padahal Blitar saja ada 70 ribu keluarga penerima 
bantuan. Itumasih Blitar, belum daerah sekitar. Seperti Kediri, Tulungagung 
sampai Madiunambilnya semua dari Blitar,” paparnya.
Ini Penjelasan Mendag Soal Naiknya Harga Telur
MenteriPerdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa kenaikan harga telur 
dibeberapa wilayah Indonesia pada beberapa waktu terakhir disebabkan 
olehmelonjaknya harga pakan ayam petelur serta melemahnya nilai tukar 
rupiahterhadap dolar AS.
“Hargapakan ternaknya naik, kemudian harga DOC (Day Old Chicken/Anak Ayam) 
juganaik,” katanya, Rabu (11/7).
Hargatelur ayam di sejumlah pasar tradisional, termasuk DKI Jakarta meningkat 
hinggamenjadi Rp30 ribu per kilogram, seperti yang terjadi di Pasar Palmerah, 
JakartaBarat.
Salahsatu pedagang telur di Palmerah, Rizal, mengatakan lonjakan harga mulai 
terjadisetelah Lebaran 2018.
SaatLebaran, kata Rizal, harga telur masih Rp24 ribu per kilogram. Kemudian 
secaraberangsur-angsur, harga telur naik menjadi Rp26 ribu per kilogram 
kemudian Rp30ribu per kilogram Mendag mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi 
dengan pelakuindustri dan perkumpulan pedagang telur untuk memetakan masalah 
kenaikan hargaproduksi tersebut.
“Nantiakan terus kami intensifkan, berapa sih marginnya yang tertekan,” ujar 
dia.
Merujukpada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga 
telur ayamsecara rata-rata di DKI Jakarta sudah mencapai Rp28.650 per kilogram.
Hargatelur ayam tertinggi terjadi di wliayah timur Indonesia, seperti di 
MalukuUtara yang mencapai Rp37.850 per kilogram, dan Papua yang sebesar 
Rp35.500 perkilogram.
KomisiPengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan mendalami penyebab lonjakan harga 
telurayam di dalam negeri lantaran kenaikan tersebut terbilang cukup 
ironismengingat Lebaran telah usai. Seperti harga kebutuhan pokok lainnya, 
hargatelur semestinya telah ikut turun.
KetuaKPPU, Kurnia Toha, menyampaikan pihaknya akan menurunkan tim guna 
mengecekpemicu kenaikan harga telur di pasar. “Kenapa masih tetap naik, 
sementaraLebaran sudah selesai. Kami akan turunkan tim untuk cek di lapangan,” 
ungkapKurnia, di Jakarta, Selasa (10/7).
Oleh: Arbie Marwan

Kirim email ke