https://tirto.id/respons-keras-demokrat-usai-pdip-kritik-kontrak-politik-tawaran-sby-cN7V
Respons Keras Demokrat Usai PDIP
Kritik Kontrak Politik Tawaran SBY
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan
pernyataan politiknya di kantor Sekretariat DPC Partai Demokrat, Jalan
Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/1/2017).
ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya.
<https://tirto.id/respons-keras-demokrat-usai-pdip-kritik-kontrak-politik-tawaran-sby-cN7V>
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat
menyampaikan pernyataan politiknya di kantor Sekretariat DPC
Partai Demokrat, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten
Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/1/2017). ANTARAFOTO/Yulius
Satria Wijaya.
Oleh: Andrian Pratama Taher - 13 Juli 2018
Dibaca Normal 1 menit
/Politikus Demokrat Ferdinand Hutahean menuding Wasekjen PDIP Ahmad
Basarah tidak memahami substansi pesan dalam kontrak politik tawaran SBY. /
tirto.id <https://tirto.id/> - Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai
Demokrat Ferdinand Hutahean mengkritik keras pernyataan Wakil Sekjen
PDIP Ahmad Basarah mengenai kontrak politik Pilpres 2019 yang ditawarkan
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ferdinand menilai, Basarah tidak memahami tujuan utama kontrak politik
yang ditawarkan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut.
"Kalau Ahmad Basarah dan PDIP hanya berpikir bahwa koalisi itu cuma
bagi-bagi kekuasaan, maka wajar pendapat Basarah seperti itu. Beda pola
pikir dan beda cara pandang," kata Ferdinand kepada Tirto, pada Jumat
(13/7/2018).
Komentar Ferdinand menyoroti pernyataan Basarah yang menyebut bahwa
kontrak politik tawaran SBY untuk kandidat capres-cawapres di Pilpres
2019 merupakan hal biasa dan tidak memuat sesuatu yang baru. Basarah
beralasan poin-poin yang disebut SBY dalam kontrak politik itu selama
ini sudah tercantum dalam amanat UUD 1945 dan UU Pemilu.
SBY menyampaikan tawaran kontrak politik untuk capres-cawapres, yang
akan didukung partainya itu, melalui video rekaman 9 Juli 2018 dan
diterima Tirto pada Kamis (12/7/2018) malam. Kontrak politik tawaran SBY
itu memuat lima poin yang harus dipenuhi olah kandidat di Pilpres 2019.
Baca juga:
* PDIP: SBY Tak Tawarkan Hal Baru dalam Kontrak Politik Pemilu 2019
<https://tirto.id/pdip-sby-tak-tawarkan-hal-baru-dalam-kontrak-politik-pemilu-2019-cN64>
Menurut Ferdinand, substansi pesan pada kontrak politik tawaran SBY
tidak dipahami oleh Basarah. Ia menegaskan, kontrak politik itu diajukan
Partai Demokrat agar koalisi partai di Pilpres 2019 tidak didasari
pertimbangan “bagi-bagi kursi” saja.
"Jadi ini bukan sekedar basa-basi politik, bukan sekedar bagi-bagi
kursi, tapi rakyat ini dapat apa? Itu yang paling penting dari semua
[poin] kontrak politik yang ditawarkan oleh SBY. Namun disayangkan,
Basarah gagal paham dan memandamg tidak ada hal baru," kata Ferdinand.
Kontrak politik bagi kandidat di Pilpres 2019 ditawarkan oleh SBY
melalui video berdurasi 13 menit. Pada video itu, SBY juga menyatakan
bahwa partainya masih memiliki tiga opsi sikap di Pilpres 2019.
Ketiganya ialah mendukung Joko Widodo, atau mengusung Prabowo Subianto,
dan pilihan terakhir, yakni menyokong kandidat capres selain dua nama itu.
Terdapat lima poin kontrak politik tawaran SBY. Poin pertama ialah
meminta capres-cawapres bersikap jelas, tegas, dan terang dalam
mendukung dan mengamalkan Pancasila.
Poin kedua, meminta kandidat di Pilpres 2019 mencari solusi atas masalah
ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Poin ketiga, kandidat diminta
menjamin penegakan hukum yang adil, tidak diintervensi pihak mana pun,
sekaligus tidak menjadi alat politik.
Sementara poin keempat, capres-cawapres diminta menciptakan stabilitas
politik dengan cara-cara konstitusional. Adapun poin kelima, kandidat
dituntut bisa menjaga persatuan dan kerukunan sosial.
Baca juga:
* Bertemu SBY, Airlangga Mengaku Tak Tawarkan Gabung ke Jokowi
<https://tirto.id/bertemu-sby-airlangga-mengaku-tak-tawarkan-gabung-ke-jokowi-cNYN>
Baca juga artikel terkait PILPRES 2019
<https://tirto.id/q/pilpres-2019-c2Z?utm_source=internal&utm_medium=lowkeyword>
atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
<https://tirto.id/author/andriantaher?utm_source=internal&utm_medium=topauthor>
(tirto.id - Politik)
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Addi M Idhom