Dwiana Fiqhi Cahyani, Penyaji Makalah Terbaik di Universitas Oxford http://sp.beritasatu.com/home/dwiana-fiqhi-cahyani-penyaji-makalah-terbaik-di-universitas-oxford/124926 Jumat, 13 Juli 2018 | 20:46
Dwiana Fiqhi Cahyani [Istimewa] Dwiana Fiqhi Cahyani (23) patut berbangga diri. Wanita muda ini berhasil mengalahkan presentasi penyaji lain yang notabene bergelar doktor dan profesor dari berbagai universitas dunia pada konferensi internasional di Universitas Oxford, Inggris. Ia menyajikan makalahnya di Said Business School, yang merupakan salah satu top sekolah bisnis di dunia. Dwiana yang biasa disapa Ichi ini pun menjadi satu-satunya presenter yang masih menyandang status mahasiswa, dan merebut predikat Best Tract Presentation. “Kalau kemarin dapat masukan, kenapa saya menang. Ternyata presentasi saya dianggap fresh dan very lively seperti mendongeng. Memang dasarnya saya cerewet jadi senang kalau presentasi ada audience-nya. Konferensi internasional ini juga pertama kalinya untuk saya sebagai partisipan. Niatnya buat proses pembelajaran saja,” ungkapnya kepada SP, Kamis (12/7). Perempuan kelahiran Sleman, 18 Januari 1995 yang kini tengah mengikuti program S2 Engineer di University College London, Inggris, menceritakan ketertarikannya pada dunia presenter tak lepas dari kesukaannya mendengar dongeng saat ia masih kanak-kanak. Alhasil berkat tulisan dengan judul “Impacts of Social Forestry on Farmer' Revenues: Lessons from Yogyakarta and Lampung, Indonesia” dipadukan dengan kepandaiannya dalam menyajikan presentasi, ia pun bisa membawa nama harum Indonesia di dunia pendidikan. Terkait isi tulisan, Ichi berkolaborasi dengan sang ayah, Mudrajad Kuncoro. Sang ayah tak lain adalah Guru Besar dan Ketua Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi di Fakultas Ekonomika & Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM). “Papa yang mendorong saya untuk ikut. Lima tahun lalu, papa yang pergi ke konferensi ini. Dan tahun ini saya yang mewakili presentasi, karena papa tidak bisa datang,” katanya. Kendati pernah beralih dari bidang politik ke bisnis, pemilik motto “no regret, nothing to lose” itu mengaku kurang tertarik untuk ikut jejak sang ayah menjadi ekonom. “Pelajaran yang paling saya sukai adalah marketing dan sustainable-nya. Saya kira dulu bakalan suka politik tapi ternyata tidak. Lebih suka belajar tentang sustainable environment saja, makanya dari politik ke bisnis terus loncat ke engineering,” pungkasnya. Ichi pun mengakui lebih tertarik untuk mengembangkan start up yang kini dalam tahap pengurusan dokumentasi legal. Di sela-sela waktu kosongnya, Ichi yang ternyata mahir bermain gitar dan bernyanyi juga sering tampil di kafe-kafe London. “Saya suka main gitar. Suka nge-cover lagu dan bikin-bikin lagu sendiri. Buat saya main gitar kalau suntuk dan butuh refreshing. Kadang kalau kangen Jogja juga main lagu Indonesia. Kebetulan teman-teman Indonesia di sini juga banyak yang dari Jogja, jadi kadang suka dangdutan. Sering juga diundang buat main di kafe di London,” ucap mantan kepala divisi seni, budaya, dan olahraga di Perhimpunan Pelajar Indonesia di Inggris tersebut. [O-2] Biodata: Nama: Dwiana Fiqhi Cahyani Lahir: 18 Januari 1995, Sleman Pendidikan: -Master of Science in Sustainable Resources Sept 2017-Present University of College London—London, UK -Bachelor of Business Administration Sept 2013 – Aug 2016 Hult International Business School —London, UK -Bachelor of International Studies Sept 2012 – Jun 2013 Ewha Womans University—Seoul, South Korea -High School Diploma Aug 2010 – Jun 2012 Stella Duce 1—Yogyakarta, Indonesia
