Namanya saja politik susah membacanya, menurut saya kemungkinan begini:
Karena partai pemerintah sangat bersebrangan dengan ormas ini, salah satu jalan 
mereka merapat sedikit kesini.
Berhubung sang pengacara ini tidak begitu dekat dengan fpi maka dicobalah 
merangkulnya, kalau HR mungkin tidak  mau dirangkulnya karena terlalu brutal.
Yang ditakutkan kejadian Ahok terulang lagi saat pemilu 2019

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
Sent: Thursday, July 19, 2018 7:35 AM
To: GELORA_In <[email protected]>
Subject: [**EXTERNAL**] Fwd: [GELORA45] Jadi Caleg PDIP, Kapitra Ampera Mengaku 
Ogah Dukung Jokowi Capres ; Kapitra Ampera Mau Jadi Caleg jika PDIP Penuhi Tiga 
Syarat Ini



Aneh juga sikap PDIP bisa menjadikan Kapitra Ampera Caleg PDIP, ... padahal 
JELAS sikap dan pendiriannya BERTENTANGAN dengan PDIP! Bukan saja dengan tegas 
menyatakan TIDAK dukung Jokowi, tapi HANYA dukung Habib Rizieq! PDIP di 
Sumatera Barat Kekurangan kader, ...?


-------- 轉寄郵件 --------
主旨:

[GELORA45] Jadi Caleg PDIP, Kapitra Ampera Mengaku Ogah Dukung Jokowi Capres

日期:

Wed, 18 Jul 2018 20:04:50 +0200

從:

'j.gedearka' [email protected]<mailto:[email protected]> [GELORA45] 
<[email protected]><mailto:[email protected]>









https://nasional.tempo.co/read/1108276/jadi-caleg-pdip-kapitra-ampera-mengaku-ogah-dukung-jokowi-capres<https://nasional.tempo.co/read/1108276/jadi-caleg-pdip-kapitra-ampera-mengaku-ogah-dukung-jokowi-capres?BeritaUtama&campaign=BeritaUtama_Click_3>

Jadi Caleg PDIP,
Kapitra Ampera Mengaku Ogah Dukung Jokowi Capres
Reporter:
Taufiq Siddiq
Editor:
Amirullah
Rabu, 18 Juli 2018 18:44 WIB
[Kuasa hukum tim advokasi GNPF, Kapitra Ampera,                    mendatangi 
Badan Reserse Kriminal Polri untuk                    menanyakan kasus dugaan 
pencucian uang yang meminta                    Bachtiar Natsir hadir sebagai 
saksi, Rabu, 8 Februari                    2017. Tempo/Rezki 
Alvionitasari.]<https://statik.tempo.co/data/2017/02/08/id_579531/579531_620.jpg>

Kuasa hukum tim advokasi GNPF, Kapitra Ampera, mendatangi Badan Reserse 
Kriminal Polri untuk menanyakan kasus dugaan pencucian uang yang meminta 
Bachtiar Natsir hadir sebagai saksi, Rabu, 8 Februari 2017. Tempo/Rezki 
Alvionitasari.

TEMPO.CO, Jakarta - Calon anggota legislatif dari Partai Demokrasi Indonesia 
Perjuangan (PDIP), Kapitra Ampera<https://www.tempo.co/tag/kapitra-ampera>, 
mengaku tidak mau mendukung Joko Widodo atau Jokowi sebagai calon presiden 
2019. Dia hanya akan mendukung Rizieq Shihab sebagai capres.

Baca: Kapitra Ampera Mau Jadi Caleg jika PDIP Penuhi Tiga Syarat 
Ini<https://nasional.tempo.co/read/1108247/kapitra-ampera-mau-jadi-caleg-jika-pdip-penuhi-tiga-syarat-ini>

"Saya dukung Rizieq Shihab sebagai presiden, saya tidak mau dukung yang lain," 
ujarnya saat ditemui di kawasan Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta, Rabu, 18 
Juli 2018.

Kapitra membantah, jika nanti bergabung dengan PDIP, dukungannya akan beralih 
ke Jokowi sebagai presiden. Menurut dia, pencalonan dirinya tidak berhubungan 
dengan pilihannya dalam pilpres 2019.

Dia menyebutkan pencalonan dirinya oleh PDIP dengan dukungannya terhadap Rizieq 
Shihab harus dipisahkan. "Enggak ada urusan antara dukungan dengan konteks 
ini," ucapnya.

Selain itu, Kapitra mengaku belum memutuskan menerima pencalonan dirinya oleh 
PDIP sebagai anggota legislatif. Dia pun berencana meminta konfirmasi PDIP 
terkait dengan pencalonan tersebut.

Baca: Kapitra Ampera Tak Mau Dituduh Pindah Haluan Gabung ke 
PDIP<https://nasional.tempo.co/read/1108229/kapitra-ampera-tak-mau-dituduh-pindah-haluan-gabung-ke-pdip>

Kapitra Ampera pun akan mengajukan sejumlah sarat jika ingin diusung PDIP. 
Pertama, kehadiran dia harus mewakili Islam dalam partai tersebut. Kedua, 
aspirasi umat Islam sebagai mayoritas harus didengar partai. Ketiga, 
kehadirannya harus bisa menjembatani kebaikan antara dalam dan luar partai.

________________________________



Kapitra Ampera Mau Jadi Caleg jika PDIP Penuhi Tiga Syarat Ini
Reporter:
Taufiq Siddiq
Editor:
Ninis Chairunnisa
Rabu, 18 Juli 2018 17:46 WIB
[Kapitra Ampera. TEMPO/Imam 
Sukamto]<https://statik.tempo.co/data/2018/07/17/id_719700/719700_720.jpg>

Kapitra Ampera. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pengacara Rizieq Shihab, Kapitra 
Ampera<https://www.tempo.co/tag/kapitra-ampera>, memberikan tiga syarat bagi 
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP jika ia harus maju menjadi 
caleg lewat partai berlambang banteng itu.

"Kalau sarat ini dipenuhi, saya ikut," kata Kapitra saat ditemui di kawasan 
Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta, Rabu, 18 Juli 2018.

Baca: Tak Tahu Dijadikan Caleg, Kapitra Ampera Bakal Temui 
PDIP<https://nasional.tempo.co/read/1108156/tak-tahu-dijadikan-caleg-kapitra-ampera-bakal-temui-pdip>

Syarat pertama, kata Kapitra, adalah kehadirannya di partai tersebut harus 
mewakili Islam.

Kedua, aspirasi umat Islam sebagai mayoritas harus didengar partai.

Ketiga, kehadiran dia harus bisa menjembatani kebaikan antara dalam dan luar 
partai.

Menurut Kapitra, jika PDIP bisa memenuhi syarat tersebut, ia bersedia maju 
sebagai caleg dari PDIP. "Jangankan caleg, apa saja saya mau asalkan syarat itu 
terpenuhi," ujarnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Kapitra 
Ampera maju menjadi caleg dari PDIP. Kapitra maju dari daerah pemilihan (dapil) 
Sumatera Barat. "Yang bersangkutan memang dicalonkan oleh PDIP dari dapil 
Sumatera Barat," ucapnya pada Selasa, 17 Juli 2018.

Baca: Alasan Kapitra Ampera Tak Lagi Jadi Pengacara Rizieq 
Shihab<https://nasional.tempo.co/read/1108103/alasan-kapitra-ampera-tak-lagi-jadi-pengacara-rizieq-shihab>

PDIP, kata Hasto, selalu menampung aspirasi masyarakat untuk setiap caleg, 
seperti Kapitra. Ia mengatakan Kapitra juga warga negara yang harus ditampung 
aspirasinya. "Apa pun aliran politiknya, mereka adalah bangsa yang harus diajak 
berdialog," tuturnya.

Kapitra berpendapat yang paling penting dalam hidup ini adalah bisa memberikan 
manfaat. Ia mengaku akan terus membela agama dan ulama, termasuk jika nanti 
telah bergabung dengan PDIP. "Kalau saya tidak bisa menyuarakan aspirasi saya, 
untuk apa saya masuk," katanya.

Namun Kapitra belum memutuskan untuk menerima pencalonan dirinya oleh PDIP 
sebagai anggota legislatif. Ia pun berencana meminta konfirmasi PDIP terkait 
dengan pencalonan tersebut. Sebab, ia mengaku belum pernah melakukan prosedur 
pencalegan oleh PDIP, seperti menyerahkan berkas dan menandatangani surat untuk 
mendaftar sebagai caleg.

Baca: Pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, Jadi Caleg 
PDIP<https://nasional.tempo.co/read/1107823/pengacara-rizieq-shihab-kapitra-ampera-jadi-caleg-pdip>





[https://ipmcdn.avast.com/images/icons/icon-envelope-tick-green-avg-v1.png]<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>

不含病毒。www.avg.com<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>


Kirim email ke