Prinsipnya Anies : Semua perbuatan busuk ditutupi, jangan ketahuan, jangan
tercium, jangan terlihat.........???

2018-07-20 20:21 GMT+02:00 Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>:

>
>
>
> Heboh Kali Item Ditutup Kain Biar Gak Berbau, Beda Cara Ahok dan Anies
> Atasi Masalah Sungai
> <http://medan.tribunnews.com/2018/07/20/heboh-kali-item-ditutup-kain-biar-gak-berbau-beda-cara-ahok-dan-anies-atasi-masalah-sungai?page=all>
>
> Heboh Kali Item Ditutup Kain Biar Gak Berbau, Beda Cara Ahok dan Anies A....
>
> Beda cara Anies Baswedan dengan Basuki Tjahaja Purnama menangani kondisi
> sungai yang sudah berbau dan berpotensi...
>
> <http://medan.tribunnews.com/2018/07/20/heboh-kali-item-ditutup-kain-biar-gak-berbau-beda-cara-ahok-dan-anies-atasi-masalah-sungai?page=all>
>
>
> Jumat, 20 Juli 2018 19:52
>
>
>
> [image: Heboh Kali Item Ditutup Kain Biar Gak Berbau, Beda Cara Ahok dan
> Anies Atasi Masalah Sungai]
> Kali Item yang terletak di belakang Wisma Atlet, Kemayoran, dipasangi
> jaring-jaring berwarna hitam untuk menutupi aliran kali yang berwarna
> hitam, Kamis (19/7/2018).(KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D)
>
>
> *TRIBUN-MEDAN.com - *Beda cara Anies Baswedan
> <http://medan.tribunnews.com/tag/anies-baswedan> dengan Basuki Tjahaja
> Purnama <http://medan.tribunnews.com/tag/basuki-tjahaja-purnama> menangani
> kondisi sungai yang sudah berbau dan berpotensi menimbulkan banjir.
> Jika Anies menempuh cara dengan menutup kain hitam sebagai cara menutupi
> bau dan meminimalisir proses penguapan, maka saat zaman Ahok cara
> satu-satunya adalah dengan cara normalisasi sungai.
>
> Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
> <http://medan.tribunnews.com/tag/anies-baswedan> mengatakan, Kali Item
> <http://medan.tribunnews.com/tag/kali-item> di depan Wisma Atlet,
> Kemayoran, kondisinya sudah sangat parah sehingga harus ditutupi kain hitam.
> Ia menyebut kondisinya sudah menahun seperti yang dikutip dari
> *Kompas.com*.
>
> "Sudah menahun di situ. Saya yang menginstruksikan memang, setelah saya
> berdiskusi dengan beberapa orang pakar, salah satu caranya adalah dengan
> mengurangi proses penguapan dari sungai itu. Penguapannya adalah dengan
> diberikan kain penutup," kata Anies di Balai Kota, Jumat (20/7/2018).
>
> Menurut Anies, Kali Item <http://medan.tribunnews.com/tag/kali-item> sudah
> bertahun-tahun warnanya hitam.
> Selain itu, baunya yang tak sedap yang kerap menguap juga jadi polusi bau
> bagi lingkungan sekitarnya.
>
> "Dengan penguapan dikurangi, maka harapannya nanti dari hilir sudah
> dikurangi potensi polutannya, dicegah di lokasi yang ada, dikurangi
> pencahayaan panas matahari sehingga mengurangi evaporasi. Harapannya tidak
> tercium," ujar dia.
>
>
>
> Anies mengatakan, sejumlah usaha telah dilakukan sebelum menutup kain itu..
> Pihaknya bahkan telah menertibkan pabrik-pabrik tahu yang diduga mencemari
> sungai. Setelah ini, akan ada lagi upaya yang dilakukan untuk mengurangi
> bau dari Kali Item <http://medan.tribunnews.com/tag/kali-item>.
>
> "Minggu depan insya Allah akan ada tambahan usaha untuk membersihkan
> sungai itu. Sedang disiapkan," kata Anies.
>
> Sejak beberapa hari lalu, Kali Item
> <http://medan.tribunnews.com/tag/kali-item> di sebelah Wisma Atlet
> Kemayoran dipasangi kain hitam. Sejumlah usaha perbaikan telah dilakukan di
> antaranya pemasangan pagar tanaman dan penerapan teknologi* nano bubble.*
>
> Sementara itu masalah banjir yang kerap melanda wilayah ibu kota dapat
> diselesaikan dengan melakukan normalisasi terhadap seluruh sungai dan waduk.
>
> Solusi tersebut merupakan kebijakan dari mantan Gubenur Basuki Tjahaja
> Purnama <http://medan.tribunnews.com/tag/basuki-tjahaja-purnama> (Ahok)
> pada periode sebelumnya.
>
> "Normalisasi sekarang kan masih belum selesai, belum cukup. Sedangkan
> hujannya terus-menerus. Jadi, tunggu sampai normalisasi selesai," kata
> Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
> <http://medan.tribunnews.com/tag/basuki-tjahaja-purnama> alias Ahok di
> Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa, (21/2/2017) seperti dilansir dari Antara.
>
> Menurut Ahok, air di sungai maupun waduk dapat meluap apabila hujan terus
> mengguyur.
>
> Terlebih, apabila sungai dan waduk yang berfungsi sebagai tampungan air
> itu berkurang daya tampungnya akibat banyaknya bangunan yang berdiri di
> atasnya atau di pinggirannya.
> "Oleh karena itu, kalau hujan deras terus-menerus, berarti harus sediakan
> wadah atau tampungan air yang lebih besar. Sungai-sungai dan waduk-waduk
> harus diperlebar lagi," ujar Ahok.
>
> Kali Item yang berada di sepanjang Jalan Sunter Kemayoran dinilai juga
> sebelumnya perlu di normalisasi. Banyak bangunan rumah warga yang berada di
> bantaran Sungai Sunter terkena luapan air. Air Sungai Sunter yang meluap
> merupakan limpahan air dari Bogor.
>
> Ahok menuturkan banyaknya bangunan liar yang berdiri di atas sungai atau
> di pinggir sungai mengakibatkan penyempitan sungai tersebut, sehingga daya
> tampungnya ikut berkurang.
>
> "Sekarang ini, wadah atau tampungan air itu kan semakin sempit. Jadi,
> memang harus dilakukan normalisasi. Setelah normalisasi, sungai dan waduk
> jadi lebar dan daya tampungnya bertambah," tuturnya.
>
> Sementara itu, diketahui sejumlah pintu air di wilayah ibu kota berada
> dalam status siaga satu akibat hujan deras yang mengguyur sejak Senin
> (20/2) kemarin, salah satunya adalah Pintu Air Karet.
>
> Akibat hujan deras itu, genangan juga muncul di sejumlah lokasi pada
> Selasa pagi dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 20 hingga 40
> sentimeter (cm), di antaranya di depan Kalibata City setinggi 40 cm dan di
> Cawang-UKI arah Gedung BNN (Jakarta Timur) setinggi 20 cm.
>
>
>
> Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com
> <http://medan.tribunnews.com/2018/07/20/heboh-kali-item-ditutup-kain-biar-gak-berbau-beda-cara-ahok-dan-anies-atasi-masalah-sungai?page=all>
>  dengan
> judul Heboh Kali Item Ditutup Kain Biar Gak Berbau, Beda Cara Ahok dan
> Anies Atasi Masalah Sungai, http://medan.tribunnews.com/2018/07/20/
> heboh-kali-item-ditutup-kain-biar-gak-berbau-beda-cara-
> ahok-dan-anies-atasi-masalah-sungai?page=all.
>
> Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
>
>
>
>
>
>
>
> 
>

Kirim email ke