Pengusaha keberatan beli sawit sesuai ketetapan provinsi
Minggu, 22 Juli 2018 03:39 WIB
Pengusaha keberatan beli sawit sesuai ketetapan provinsi
Kelapa sawit. (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)
*"Kami tidak bisa mengikuti harga beli sawit sesuai dengan ketetapan tim
pemerintah provinsi. Karena bisa mengancam keberadaan perusahaan dan
akhirnya perusahaan bisa tutup,"*
Mukomuko (ANTARA News) Mayoritas pimpinan perusahaan kelapa sawit di
Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan keberatan membeli
tandan buah segar kelapa sawit milik petani sesuai ketetapan tim perumus
harga komoditas pemerintah provinsi setempat, yakni sebesar Rp1.200 per
kilogram.
"Kami tidak bisa mengikuti harga beli sawit sesuai dengan ketetapan tim
pemerintah provinsi. Karena bisa mengancam keberadaan perusahaan dan
akhirnya perusahaan bisa tutup," kata Kepala Humas PT Daria Dharma
Pratama (DDP) Samirana kepada bupati setempat di Mukomuko, Sabtu (21/7).
Bupati Mukomuko Choirul Huda mengumpulkan seluruh pimpinan perusahaan
kelapa sawit terkait rendahnya harga beli tandan buah segar kelapa sawit
di daerah itu.
Perusahaan kelapa sawit di daerah itu keberatan membeli sawit sesuai
dengan harga ketetapan karena sulitnya mereka menjual minyak mentah
kelapa sawit atau CPO, rendahnya kualitas buah petani sehingga berimbas
kepada hasil produksi pabrik CPO dan kapasitas tangki timbun di pabrik
penuh.
Ada sejumlah perusahasan terhitung sejak tanggal 19 Juli 2018 hingga
awal Agustus mendatang tidak menjual CPO. Kemungkinan besar harga beli
TBS kelapa sawit akan kembali mengalami penurunan.
"Informasi yang saya peroleh dari pimpinan, hingga awal bulan Agustus
mendatang, perusahaan tidak menjual minyak CPO. Sehingga bahan mentah
yang ada masih tersimpan di tangki timbun," kata Staf Marketing PT SSJA
Jeri.
Kendati demikian, ia menyatakan, perusahaannya tetap membeli TBS kelapa
sawit milik petani. Hanya saja harga beli TBS kelapa sawit diperkirakan
akan kembali mengalami penurunan.
Bupati Mukomuko Bupati Mukomuko, Choirul Huda minta seluruh perusahaan
kelapa sawit di daerah pabrik di daerah untuk membeli TBS kelapa sawit
sesuai dengan aturan yang ada.
"Saya minta ikuti aturan yang ada. Ini bukan penekanan atau lainnya.
Melainkan mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku," ujarnya.
Ia menyatakan, jangan sampai penurunan harga TBS kelapa sawit di daerah
itu mengganggu perekonomian masyarakat di daerah itu dan berdampak pada
seluruh perputaran perekonomian di daerah tersebut.
Jika perusahaan mempunyai alasan kuat terkait rendahnya harga sawit,
sampaikan kepada pemerintah provinsi pada saat penetapan harga TBS
kelapa sawit tambahnya.
*Baca juga:Semua pabrik CPO di Mukomuko melanggar aturan
<https://www.antaranews.com/berita/728846/semua-pabrik-cpo-di-mukomuko-melanggar-aturan>
Baca juga:Kementerian ESDM sarankan PLN gunakan minyak sawit
<https://www.antaranews.com/berita/728672/kementerian-esdm-sarankan-pln-gunakan-minyak-sawit>*
(KR-FTO/T007)
Pewarta:Ferri Aryanto
Editor: Tasrief Tarmizi
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com