Lobi Tingkat Tinggi Menteri Dibalik Negosiasi Freeport
Reporter:
Tempo.co
Editor:
Dewi Rina Cahyani
Minggu, 22 Juli 2018 09:03 WIB
Sejumlah massa yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West
Papua dan Aliansi Mahasiswa Papua melakukan aksi menuntut penutupan PT
Freeport Indonesia di depan kantor Freeport, Jakarta 29 maret 2018.
Tempo/Fakhri HermansyahSejumlah massa yang tergabung dalam Front Rakyat
Indonesia untuk West Papua dan Aliansi Mahasiswa Papua melakukan aksi
menuntut penutupan PT Freeport Indonesia di depan kantor Freeport,
Jakarta 29 maret 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Kamis sore dua pekan lalu, 12 Juli 2018,
pemerintah yang diwakili PT Inalum meneken pokok-pokok perjanjian
atau/head of agreement/terkait penjualan sahamFreefort McMoran
<https://www.tempo.co/tag/freeport>Inc (FCX) dan hak partisipasi Rio
Tinto di PT Freeport Indonesia (PTFI) ke INALUM.
BACA: Tiga Bank BUMN Danai Akuisisi Saham Freeport oleh Inalum
<https://bisnis.tempo.co/read/1108077/tiga-bank-bumn-danai-akuisisi-saham-freeport-oleh-inalum>
Empat menteri menyaksikan penandatanganan antara Direktur Utama Inalum
Budi Gunadi Sadikin dan Presiden Direktur Freeport McMoran Richard Adkerson.
Penandatanganan disaksikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Energi
dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Badan Usaha Milik Negara
Rini Soemarno, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.
Dalam penandatanganan tersebut, Freeport-McMoRan—yang juga mewakili Rio
Tinto—sepakat melepas 45,6 persen saham di PT Freeport Indonesia kepada
Inalum. Freeport dan Inalum menyetujui harga divestasi US$ 3,85 miliar
atau sekitar Rp 55,736 triliun dengan kurs saat ini.
Struktur divestasinya Inalum akan membeli 40 persen/participating
interest Rio/Tinto di PT Freeport Indonesia, yang kemudian akan
terkonversi menjadi saham. Selanjutnya, Inalum membeli 9,36 persen saham
PT Indocopper Investama—milik Freeport-McMoRan—yang akan terdilusi
menjadi 5,6 persen setelah Freeport menerbitkan saham baru.
Kesepakatan antara pemerintah dan Freeport melalui jalan panjang dan
berliku. Berlikunya negosiasi antara pemerintah dan Freeport tercantum
dalam tulisan di Majalah Tempo edisi Senin, 22 Juli 2018 berjudul
"Mengunci Harga Tambang Tembagapura
<https://majalah.tempo.co/read/155838/mengunci-harga-tambang-tembagapura>."
Di dalamnya disebutkan bahwa kesepakatan harga dan struktur divestasi PT
Freeport Indonesia sebetulnya sudah tercapai pada Mei lalu. Kesepakatan
itu didapat setelah Inalum, Rio Tinto, dan Freeport-McMoRan bernegosiasi
berbulan-bulan. Tapi ketiganya menutup rapat kesepakatan tersebut.
Kesepakatan baru terbuka perlahan-lahan pada akhir Juni lalu, ketika
Jonan bertemu dengan Richard Adkerson di Washington, DC, Amerika Serikat.
Proses negosiasi harga divestasi sempat mentok. Rio Tinto dan
Freeport-McMoRan bertahan dengan harga mereka, sementara Inalum tidak
mau menaikkan tawaran.
Deputi Menteri BUMN Fajar Harry Sampurno enggan menjelaskan detail
negosiasi. Tapi, menurut dia, harga divestasi yang didapat sekarang
sudah dilaporkan dan mendapat persetujuan dua menteri, yaitu Menteri
BUMN Rini Soemarno dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. “Yang memutuskan
deal harga itu menteri,” kata Fajar.
Baca berita lengkapnya soal dibalik
negosiasiFreeport<https://bisnis.tempo.co/read/1108648/bank-bumn-tak-tertarik-danai-akusisi-saham-freeport-oleh-inalum>dan
lobi para menteri dimajalah.tempo.co. <https://majalah.tempo.co/>
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com