Hiruk pikuk dengan kantong kosong

https://www.antaranews.com/berita/729160/bank-nasional-tidak-biayai-divestasi-pt-freeport-indonesia


Bank nasional tidak biayai divestasi PT Freeport Indonesia

Senin, 23 Juli 2018 14:58 WIB



.... Semua akan dibiayai oleh bank asing, karena bank nasional kita tidak
mau mempengaruhi fluktuasi rupiah...

Jakarta (ANTARA News) - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum
menyatakan perbankan nasional tidak ikut membiayai pembelian saham
divestasi PT Freeport Indonesia sebesar 51 persen .

Dalam diskusi di Kantor Kementerian Kominfo Jakarta, Senin, Head of
Corporate Communication and Government Relations Inalum, Rendi Witular,
menjelaskan, pembelian saham divestasi Freeport senilai 3,85 miliar dolar
AS, seluruhnya dibiayai bank asing.

"Semua akan dibiayai oleh bank asing, karena bank nasional kita tidak mau
mempengaruhi fluktuasi rupiah. Kami mendapatkan informasi dari regulator
yang menyarankan sebaiknya perbankan nasional tidak diikutsertakan,"
katanya.

Sesuai kesepakatan pokok-pokok perjanjian (*head of agreement*/HoA) yang
ditandatangani pada 12 Juli 2018, Inalum akan membeli saham divestasi
Freeport senilaI 3,85 miliar dolar Amerika Serikat.

Perinciannya sebanyak 3,5 miliar dolar AS dialokasikan untuk pembayaran hak
partisipasi Rio Tinto di Freeport dan sisanya 350 juta dolar AS untuk
membeli saham Indocooper di Freeport.

Setelah perjanjian HoA ditandatangani Inalum, Freeport McMoran Inc, dan Rio
Tinto, langkah yang dilakukan adalah melaksanakan perjanjian pengikatan
jual beli atau "sales and purchase agreement" (SPA) dan "shareholder
agreement" atau perjanjian pemegang saham.

Baca juga:
https://www.antaranews.com/berita/728285/bank-mandiri-pastikan-belum-ada-penawaran-divestasi-freeport


Ia menjelaskan pendanaan melalui bank asing tentu akan lebih memudahkan
proses selanjutnya yang dilakukan ketiga pihak.

"Ini transaksinya nanti akan dilakukan di luar, dalam bentuk dolar AS.
Pendapatan Inalum dan PTFI juga dalam bentuk dolar, sehingga sama sekali
tidak mengganggu nilai tukar rupiah," kata Witular.

Meski tidak menyebutkan jumlah bank asingnya, namun dia menyatakan, sudah
banyak bank asing menyatakan ketertarikannya, yang menandakan potensi
bisnis tambang Grasberg sangat besar.

"Ada banyak keterlibatan bank asing, memberikan optimisme bahwa potensi
bisnis tambang Grasberg besar. Kalau jelek, tidak mungkin bank asing
masuk," kata dia.

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kirim email ke