*Wah banyak benar babi haram di Maluku, jadi barangkali solusinya
hutan-hutan perlu mendapat surat pembesabasan tanah untuk dicukur licin
agar lenyaplah babi-babi dan didatangkan transmigrasi untuk ditanamkan
sawit-sawit.*


https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180726141624-20-317169/kemensos-kelaparan-di-maluku-karena-kebun-diserang-babi



Kemensos: Kelaparan di Maluku karena Kebun Diserang Babi

*Ihsan Dalimunthe & Mesha Mediani*, CNN Indonesia | Kamis, 26/07/2018 16:36
WIB

Bagikan :

[image: Kemensos: Kelaparan di Maluku karena Kebun Diserang Babi] Tiga
warga Maluku Tengah dikabarkan tewas karena kelaparan. (Dok. Puspen TNI)

Jakarta, CNN Indonesia -- Usai menjangkau warga terdampak bencana *kelaparan
di Maluku Tengah <https://www.cnnindonesia.com/tag/kelaparan-maluku-tengah>*,
Provinsi Maluku, Kamis (26/7), tim Kementerian Sosial (Kemensos) menyebut
musibah itu disebabkan oleh serangan hama terhadap perkebunan warga.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Dirjen Linjamsos) Harry
Hikmat menuturkan tim ini tiba di Suku Mausu Ane, Negeri Maneo Rendah,
Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Mereka bekerja untuk mengidentifikasi warga yang sakit, mendata keluarga
korban meninggal, menyusun kronologi kejadian, menyalurkan bantuan
logistik, serta mengidentifikasi kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang
warga.


Lihat juga:

Tiga Warga Maluku Tewas Kelaparan, Kemensos Kirim Bantuan
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180724191438-20-316697/tiga-warga-maluku-tewas-kelaparan-kemensos-kirim-bantuan/>

"Tim ini diterjunkan sebagai respons cepat kejadian bencana kelaparan
akibat perkebunan mereka diserang babi dan tikus," kata Harry di Jakarta,
Kamis (26/7).

Harry mengatakan tim bergerak dari Posko Terpadu Penanganan Wabah Kelaparan
di Desa Morokai menuju titik kumpul sementara warga Maneo.

Desa Morokai merupakan desa terdekat dengan lokasi pemukiman warga Negeri
Maneo Rendah. Jalan menuju lokasi ditempuh menggunakan kendaraan *double
cabin* melewati medan terjal, jalanan tanah, dan sungai setinggi lutut
orang dewasa.

Posko terpadu di Desa Morokai itu merupakan pusat koordinasi lintas sektor
sekaligus titik untuk menurunkan berbagai bantuan untuk disalurkan lebih
lanjut ke warga Maneo.

Perjalanan dari Desa Morokai menuju titik kumpul memerlukan waktu tempuh
tiga jam perjalanan menggunakan kendaraan roda empat. Dari titik kumpul
menuju ke pemukiman warga Negeri Maneo Rendah memerlukan waktu tempuh dua
hari satu malam dengan berjalan kaki.

Tim Kemensos ini berjumlah tujuh orang, terdiri dari beberapa unit kerja
yakni Komunitas Adat Terpencil (KAT), Perlindungan Sosial Korban Bencana
Alam, Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial, dan Pusat Penyuluhan
Sosial.
Lihat juga:

Kesalahpahaman Tentang Stunting pada Anak Masih Kerap Terjadi
<https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180723150034-255-316312/kesalahpahaman-tentang-stunting-pada-anak-masih-kerap-terjadi/>

Ditambah personel dari Dinas Sosial Provinsi Maluku, Dinas Sosial Kabupaten
Maluku Tengah, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).

"Warga terdampak harus mendapat prioritas utama penanganan, maka untuk
jangka pendek bantuan logistik sudah disalurkan oleh tim Tagana Provinsi
Maluku bersama dinas sosial setempat. Langkah ini merupakan bantuan jangka
pendek," kata Harry.

Tagana (Taruna Siaga Bencana) dan Dinas Sosial setempat telah menyalurkan
bantuan logistik terhadap korban bencana kelaparan untuk warga Negeri Maneo
Rendah.

Bantuan itu berupa satu ton beras, 190 lembar matras, 270 lembar selimut,
35 paket mainan untuk anak-anak, 60 paket untuk lansia, 45 paket
perlengkapan bayi, 90 paket lauk pauk, peralatan dan perlengkapan memasak
(panci, wajan, piring, gelas), dan 45 unit tenda gulung.

"Kami juga meminta Petugas KAT dari Pusat dan Tagana untuk membimbing dan
membantu warga dalam mengolah makanan seperti beras dan lauk pauknya," kata
Harry.

Setelah bantuan jangka pendek itu berjalan, Harry berjanji Kemensos akan
memberikan santunan bagi anggota keluarga yang meninggal dan
mengidentifikasi jumlah mereka untuk mendapatkan bantuan pangan tanggap
darurat selama tiga bulan berupa makanan pokok.
Lihat juga:

11 Suku Anak Dalam Tewas, Mensos Kaji Pembuatan Desa Adat
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20150314071030-20-39058/11-suku-anak-dalam-tewas-mensos-kaji-pembuatan-desa-adat/>

Sementara untuk jangka panjang, Kemensos melakukan penjajakan terhadap
pelaksanaan Program Pemberdayaan KAT sebagaimana amanat Peraturan Presiden
(Perpres) 186 Tahun 2014 tentang Penanganan KAT dan Permensos Nomor 12
Tahun 2015 tentang Pemberdayaan Sosial KAT.



*TNI Kerahkan Bantuan*Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Kodam
XVI/Pattimura juga mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa makanan dan
obat-obatan serta tim medis untuk membantu masyarakat Suku Mause Ane, Seram
Utara Timur, Kobi, Maluku Tengah.

Masyarakat Suku Mause Ane yang tinggal di Pegunungan Maneo tersebut tengah
mengalami musibah kekurangan bahan makanan akibat gagal panen karena
tanaman pertaniannya dirusak oleh babi hutan.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal TNI M. Sabrar
Fadhilah mengatakan informasi ada warga yang meninggal karena kelaparan
didapat dari Pendeta Hein Tualena kepada Danramil 1502-5/Wahai pada 23 Juli
2018.
Lihat juga:

Fuad Bawazier Kritik Ekonomi Era Jokowi Bikin Tekor
<https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180630113514-532-310356/fuad-bawazier-kritik-ekonomi-era-jokowi-bikin-tekor/>


Atas laporan itu, Danramil memberangkatkan lima orang personel menuju
lokasi dengan membawa bantuan bahan makanan berupa beras dan mie instan,
dengan jarak tempuh 8 jam perjalanan darat dari Kota Masohi.

TNI mengirimkan bantuan untuk warga Suku Mausu Ane, Negeri Maneo Rendah,
Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah. (Dok. Puspen TNI)


"24 Juni 2018, 5 personel membawa bantuan logistik ke lokasi desa terdekat
(Dusun Siahari) dan mengajak 20 warga Suku Mausu Ane turun untuk menerima
bantuan," kata Sabrar melalui keterangan tertulis yang diterima
*CNNIndonesia.com*, Kamis (26/7).

Sementara itu, pada tanggal 25 Juli 2018, Kodam XVI/Pattimura telah
mengirimkan bantuan sembako 50 paket yang berisi beras, minyak goreng,
gula, kecap, mie instan, biskuit, dan ransum T2RP.
Lihat juga:

Aktivis Sebut Makanan Napi Muslim Alaska Mengandung Babi
<https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180525222054-113-301447/aktivis-sebut-makanan-napi-muslim-alaska-mengandung-babi/>


Kesdam XVI/Pattimura juga telah mengirimkan Tim Dokter beserta obat-obatan
dan 6 orang personelnya dipimpin Kakesdam XVI/Pattimura Kolonel Ckm dr.
Gaguk dengan membawa 2 unit Ambulance untuk memeriksa kesehatan warga Suku
Mausu Ane," ujarnya.

"Hari ini juga juga diturunkan ke suku Mausu Ane oleh Babinsa sebanyak 54
orang untuk menerima bantuan sembako dari Pangdam XVI/Pattimura," kata
Sabrar.

*(arh/sur)*

Kirim email ke