Saya rasa pendapat Prof Budianta ini lebih bersifat generalisasi/stereotyping, 
kalau anak baru SMP sudah bisa bikin robot main sepak bola bagaimana kok bisa 
dibilang tidak dapat berpikir kritis? Dalam membuat robot itu sdh menunjukkan 
pikiran kritis yang luar biasa, kemampuan menganalisa secara kritis berbagai 
kemungkinan dan kelemahan serta cara mengatasinya.

kutipan: Melanie bilang, beberapa memang pengetahuan teknis dan teoritisnya 
luar biasa, tetapi kekurangan umum di Indonesia, adalah masalah apat berpikir 
kritis.

---In [email protected], <djiekh@...> wrote :

 Di Kota2 besar di Indonesia, banyak anak2 berbakat sejak SD sudah mengikuti 
berbagai kursus, ada yang matematika, Ilmu alam, Automatisering, Robot dll. Ada 
yang selalu jadi juara di kotanya, ada yang dikirim ke Olympiade. Saya lihat 
sendiri, ada anak baru SMP bisa bikin robot main sepak bola. Waktu ada ceramah 
dari Prof. Melanie Budianta di negeri Belanda, saya kemukakan kemajuan luar 
biasa ini untuk beberapa 
 murid sekolah yang mula2 diongkosi orang tuanya mengikuti kursus, tetapi 
setelah pulang jadi juara, jadi rebutan sekolahan2
 yang mau ambil juara ini jadi murid sekolahnya dengan tawaran gratis tidak 
usah bayar uang bangku, tidak usah bayar uang sekolah, dapat bimbingan khusus 
dari gurunya di luar pelajaran, dibayari sekolah untuk mengikuti kursus dari 
luar lebih lanjut.
 Sampai2 di depan sekolah, di jalan, dipasangi spandoek, bahwa juara olympiade 
adalah murid skolah itu. Ini untuk menarik
 orang2 tua kirim anaknya belajar di sekolah itu, yang tarik uang sekolahnya 
lumayan mahal.
 Melanie bilang, beberapa memang pengetahuan teknis dan teoritisnya luar biasa, 
tetapi kekurangan umum di Indonesia, adalah masalah apat berpikir kritis.

 
 2018-07-29 2:20 GMT+02:00 ChanCT SADAR@... mailto:SADAR@... [GELORA45] 
<[email protected] mailto:[email protected]>:
   
 London (ANTARA News) - Kabar menggembirakan datang untuk Indonesia, ketika 
pemuda-pemudi Tanah Air berhasil menggoreskan prestasi di kompetisi tingkat 
dunia, dengan meraih emas kompetisi matematika internasional di Bulgaria 
melalui Bimo Adityarahman Wiraputra dari ITB yang berhasil meraih mendali emas 
di Kompetisi 25th International Mathematics Competition (IMC).
 
 Sekretaris Pertama Pensosbud KBRI Sofia, Nurul Sofia, kepada Antara London, 
Sabtu, menyebutkan pada kompetisi 25th International Mathematics Competition 
(IMC) yang berlangsung di American University in Bulgaria (AUBG) di Blagoevgrad 
pada 22 hingga 28 Juli itu diikuti sekitar 351 peserta dari 50 negara.
 
 Selain mendapat satu emas, tim delegasi Indonesia di bawah koordinasi 
Kemenristekdikti RI, juga mendapat satu mendali perak melalui Rio Fandi Dianco 
dari UI. Perolehan prestasi ditambah tiga mendali perunggu untuk siswa bernama 
Alzimna Badril Umam dari UGM, Hopein Christofen Tang dari ITB, dan Adryan 
Wiradinata dari UGM.
 
 Baca juga: Indonesia raih medali emas kompetisi matematika dunia
 
 Delegasi Indonesia lainnya mendapat penghargaan Honorable Mention yaitu Sie 
Evan Setiawan dari ITS, Laurence Petrus Wijaya dari ITB, Mochamad Zulfikar 
Aditya dari ITB, Resita Sri Wahyuni dari UGM.
 
 Dubes RI di Sofia, Sri Astari Rasjid, menemui tim Indonesia di Blagoevgrad 
untuk memberi semangat agar memperoleh hasil terbaik.
 
 Mahasiswa Indonesia yang terpilih dikirim ke ajang ini adalah Juara Olimpiade 
MIPA khususnya Matematika setelah melalui jenjang olimpiade mulai dari tingkat 
perguruan tinggi, wilayah dan nasional.
 
 Kompetisi IMC di Bulgaria diperuntukkan untuk mahasiswa universitas dengan 
umur maksimum 23 tahun. Soal yang dikerjakan terkait Aljabra, Analisa, Geometri 
dan Combinatorics. Prestasi yang didapat membuktikan bahwa kemampuan matematik 
mahasiswa-mahasiswi Indonesia termasuk unggul di dunia.
 
 Baca juga: Murid SD Indonesia juarai kompetisi matematika internasional 
Pewarta: Zeynita Gibbons
 Editor: Suryanto
 
 
 
http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient
 不含病毒。www.avg.com 
http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient
 #m_4882296870124742904_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2
 
 
 
 
 




 

  

Kirim email ke